Tarakan BAIS | Tarakan Smart City | Tarakan Kota Pendidikan | Tarakan Berprestasi | Tarakan The New Singapore | Promosikan Tarakan Lewat Blog Demi Indonesia Yang Lebih Baik
Home » , » Desember, Pagar Masjid Raya Ditargetkan Rampung

Desember, Pagar Masjid Raya Ditargetkan Rampung

Dianggarkan Melalui APBD Kota Senilai Rp 3,9 Miliar

TARAKAN – Pembangunan pagar dan dua pintu gerbang Masjid Raya Baitul Izzah yang berada di Jl Sei Sesayap Kelurahan Kampung Empat, Kecamatan Tarakan Timur ditargetkan bakal selesai akhir tahun ini atau Desember nanti.

Proyek pembangunan pagar dan pintu gerbang tersebut, seperti disampaikan Roswan, selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Bidang Cipta Karya DPUPTR, bakal menelan dana sekitar Rp 3,9 miliar.

“Dana ini dari APBD Kota, dan belum termasuk pembuatan taman dan fasilitas lainnya,” sebut Roswan. Kegiatan pembangunan pagar dan pintu gerbang sendiri telah dimulai sejak pertengahan pekan lalu.

Roswan mengatakan, selain pembuatan pagar dan pintu gerbang, melalui bidang cipta karya, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Tarakan juga membuat perencanaan pembangunan sarana dan prasarana di halaman masjid raya seluas sebesar 5 hektare itu.

“Pagarnya dibangun di sekeliling masjid dan memiliki 2 pintu gerbang. Dan posisi kolam renangnya persis di depan pintu masuk di halaman masjid ini dengan luas 1,6 meter,” tambahnya. Ia menyebutkan untuk mempercantik taman di sekitar masjid kebanggaan masyarakat Tarakan ini hingga pada tahap finishing akan menyedot dana APBD kota sebanyak Rp 20 miliar.

Selain pembangunan pagar, pengerjaan lainnya yang akan dikerjakan DPUTR Tarakan. Di antaranya taman rekreasi, taman diskusi, kolam air terjun dan tiang listrik atau lampu penerangan. “Kita selesaikan pembangunan pagarnya dulu setelah baru sisanya secara bertahap tapi tergantung dananya juga. Diperkirakan kalau dananya lancar paling cepat 2 tahun sudah rampung semuanya,” katanya.

Menyinggung material untuk landscape pada masjid raya ini, misalnya taman rumputnya akan menggunakan jenis rumput gajah mini atau rumput yang mudah dirawat. Sementara jalannya sendiri terdiri dari bahan abriasi yang ketahanannya kuat hingga berpuluh-puluh tahun lamanya.

“Juga akan ditanam pohon palem, dan tanaman trambesi di bagian dalam perkarangan masjid itu. Sementara pagarnya terbuat dari batu alam yang tidak perlu dicat lagi dengan tinggi bervariasi atau minimal 50 sentimeter dari jalan umum,” pungkasnya. (sur/ngh)

Sumber : radartarakan (10 Oktober 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda