Tarakan BAIS | Tarakan Smart City | Tarakan Kota Pendidikan | Tarakan Berprestasi | Tarakan The New Singapore | Promosikan Tarakan Lewat Blog Demi Indonesia Yang Lebih Baik
Home » » Dekati Pengusaha Luar Tarakan

Dekati Pengusaha Luar Tarakan

TARAKAN – Koordinator Marketing Eksekutif PT Gusher Tarakan, Nani Windartiningsih menyampaikan, saat ini pihaknya terus berupaya membuka jaringan untuk meramaikan Grand Tarakan Mall (GTM) ke para pengusaha di sejumlah kota besar.

“Linknya kita sudah sampai luar Tarakan bukan hanya lokal, Jakarta, Surabaya Bandung dan beberapa kota besar lainnya. Itu yang kita prospek. Ya mudah-mudahan ke depan mereka ada yang mau,” kata Nani Windartiningsih kepada Radar Tarakan Jumat (7/10).

Untuk meramaikan pusat perbelanjaan yang menjadi ikon Kota Tarakan dan terbesar di wilayah utara tersebut, Nani mengaku berbagai cara ditempuh pengelola. Antara lain menggelar acara untuk kawula muda yang bertajuk Teras Gaul.

“Kami perlu melakukan berbagai even secara rutin, karena dengan cara itu yang mampu menciptakan peningkatan jumlah pengunjung,” terangnya.

Nani menyebutkan, pada hari biasa jumlah pengunjung GTM berkisar 2-3 ribu orang. “Kenaikan jumlah pengunjung terjadi setiap hari libur atau setiap ada even-even. Naiknya hingga 2 atau 3 lipat dari hari biasa” sebutnya.

Masih sepinya pengunjung GTM diakui Nani tidak terlepas dari kurang menariknya penataan interior mal. “Kami sudah memiliki program lama yakni menata masing-masing unit usaha di setiap lantainya. Namun kami masih merasa kesulitan untuk menatanya seperti di lantai dasar untuk kuliner, lantai dua fashion, dan lantai tiga untuk elektronik. Ini “PR” kami,” tegas Nani Windartiningsih.

Selain itu, sebanyak 119 unit atau kios yang berada di GTM berlantai tiga ini hanya terisi 80 persen. Bahkan dari jumlah tersebut didominasi oleh pengusaha fashion. “Kondisi ekonomi di Kota Tarakan semakin lesu. Pasalnya, banyak para investor yang mau masuk ke kota ini (Tarakan) mengeluhkan tingginya harga transportasi dan beberapa pertimbangan lainnya,” bebernya.

Ke depan Nani mengaku, pihaknya mencoba melakukan sejumlah gebrakan. “Kalau ada investor yang berminat kita akan merubah layoutnya, keterkaitan pengunjung harus bersinergi,” tandasnya.

Ia juga menyampaikan, meski saat ini pihaknya tak miliki wacana untuk membuka department store pada GTM, namun ke depan sangat welcome untuk melakukan hal tersebut jika ada investor yang berminat.

“Tapi lagi-lagi kendalanya atau yang menjadi pertimbangan para investor di sini terlalu banyak seperti melihat jumlah perbankan, penduduk dan mal yang ada,” kata Nani lagi.(sur)

Sumber : radartarakan (8 Oktober 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan dan komentar Anda