Pengaspalan Jalan Sungai Bengawan Tarakan Ditarget Tuntas Akhir Juni

Pengaspalan Jalan Sungai Bengawan Tarakan Ditarget Tuntas Akhir Juni
TARAKAN – Pembangunan infrastruktur jalan beraspal di Sungai Bengawan, Kelurahan Juata Permai sesuai kontrak kerja dengan CV Cahaya Baru sebagai kontraktor, rampung sampai akhir Juni 2011.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, Jamaluddin mengatakan, pihaknya terus melakukan pengendalian di lapangan. Terlebih, lantaran pengendalian manajemen penggunaa alat proyek. Dia juga optimis, pengerjaan jalan sesuai kontrak dan jalan beraspal hingga tembus ke perumahan PNS. Secara umum, untuk pemeliharaan jalan prioritas program dinas pekerjaan umum dikucurkan hampir Rp 2 miliar untuk memperbaiki titik-titik jalan yang rusak di Tarakan.

“Pressure dari PU pada kontraktor juga terus dilakukan agar benar-benar bisa memaksimalkan sisa waktu yang ada juga merampungkan beberapa titik jalan yang masih berlubang dan rusak,” ungkap Jamaluddin.

Diketahui, anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk pembangunan jalan Sungai Bengawan yang juga bakal diproyeksikan sebagai kawasan industri ini, sebesar Rp 30 miliar.

Namun lanjut Jamaluddin menjelaskan, untuk kuantitas jalan dimana masih saja terdapat kerusakan di beberapa ruas, tidak dapat dikerjakan sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Khususnya jalan-jalan protokol yang banyak dilalui kendaraan. Perlu tahapan perbaikan jalan-jalan yang rusak melalui anggaran pemeliharaan jalan.

“Yang jelas prioritas perbaikan di jalan-jalan utama sudah diprogramkan. Untuk Sungai Bengawan, optimis sampai akhir Juni sesuai kontrak, bisa selesai. Pihak kontraktor juga menyanggupinya. Meskipun tak dipungkiri, permasalahan cuaca dan kondisi alam ikut berperan dalam penyelesaian proyek ini,” kata Jamaluddin kepada Radar Tarakan.

Sementara, Anggota Komisi III DPRD Tarakan Gunawan Wibisono usai melakukan kunjungan lapangan ke lokasi mengatakan, pembangunan hingga pemeliharaan jalan di Sungai Bengawan sebelum masa kontrak habis menjadi tanggung jawab kontraktor. Untuk itu, ia mengharapkan pihak pelaksana proyek memberi jaminan kualitas dan kuantitas pembangunan jalan yang baik tanpa masalah.

“Sampai sekarang memang masih ada perbaikan yang dilakukan, tapi kami harap tenggang waktu sesuai kontrak proyek bisa dipenuhi. Ruas jalan rampung akhir bulan Juni, tidak ada lagi masalah seperti kerusakan,” jelas Gunawan.

Lebih lanjut Gunawan menyampaikan, komitmen realisasi 100 persen proyek hingga aspal bisa tembus perumahan PNS yang baru. Perihal sedikit masalah yakni pembebasan lahan di beberapa ruas jalan Sungai Bengawan, meski tidak signifikan, oleh Pemkot Tarakan melalui bagian Tata Pemerintahan (Tapem) perlu segera menyelesaikan.

“Saat kunjungan, kami baru tahu ternyata pembebasan lahan di jalan sungai bengawan ada yang sedikit bermasalah walaupun tidak signifikan. Ada beberapa badan jalan yang kelihatannya perlu melibatkan Tapem untuk menyelesaikan masalah tersebut, karena ini masalah sosial. Semua pihak harus turut andil, agar jalan ini bisa rampung tepat waktu,” tutupnya.(dta)

Sumber : radartarakan.co.id ()
Penamaan Jalan di Tarakan Masih Amburadul

Penamaan Jalan di Tarakan Masih Amburadul

TARAKAN – Pesatnya pertumbuhan pemukiman warga dengan nama jalan yang dibuat warga sendiri mengakibatkan, ditemui beberapa nama jalan yang tidak serasi dalam suatu wilayah.

Misalnya, di Kelurahan Karang Balik, banyak ditemui nama jalan menggunakan nama bunga. Di kelurahan lainnya juga ditemukan jalan menggunakan nama bunga. Pihak Dinas Perhubungan maupun Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang mengakui hal ini, dan mengatakan bahwa kondisi juga terjadi di kelurahan lainnya.

“Untuk penataannya bagaimana itu ada di Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum. Kalau kami hanya secara teknisnya saja seperti ukuran lebar dan luasnya jalan itu berapa,” kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Tarakan, Budi Prayitno kepada Radar Tarakan kemarin (29/6).

Berkenaan dengan hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan tata Ruang Tarakan melalui Bidang Tata Ruang Pemerintah Kota Tarakan akan melakukan penataan ulang nama-nama jalan tersebut. Mengenai waktunya, belum dapat ditentukan karena perlu tinjau lapangan dan kajian yang sesuai dengan kriteria dan aturan yang berlaku.

Kepala Bidang Tata Ruang, Ajat Jatnika mengatakan, pembagian nama jalan di Tarakan terbagi dari beberapa wilayah yang dikenal dengan konsep nama pahlawan, pohon, pulau, bunga, atau kembang dan sungai.

“Ada beberapa jalan menurut pantauan kami belum tertata dengan baik. Untuk itu ke depan akan kami tata termasuk juga nama-nama sungai yang masih tumpah tindih,” katanya.

Mengenai jumlah berapa banyak nama jalan dan ruas jalan di Tarakan, mantan Kepala Seksi Bidang Pengairan dan mantan Kepala Kebersihan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman Tarakan ini mengakui, belum mengetahui persis.

“Tapi yang jelas akan kita tata ulang. Untuk nama-nama jalan yang dilakukan sendiri oleh warga sebenarnya tidak masalah karena belum ada panduan hukum untuk pemberian nama jalan yang dilakukan warga karena berdasarkan perda hanya mengatur penetapan batas daerah, manfaat jalan dan pengawasan, tapi tetap akan ditata,” bebernya.

Pasalnya, selain nama jalan di beberapa wilayah ada yang ganda, ada pula jalan yang justru tak punya nama terutama nama-nama gang.(sur)

Sumber : radartarakan.co.id (30 Juni 2011)
Dua Potensi Ekonomi di Tarakan Mulai Turun

Dua Potensi Ekonomi di Tarakan Mulai Turun

TARAKAN – Saat ini, sektor ekonomi yang menjadi primadona peningkatan pertumbuhan ekonomi di Tarakan, diduduki sektor perdagangan, hotel, dan restoran. Hal tersebut dikemukakan pakar ekonomi dari Universitas Borneo Tarakan, Margiyono SE MSi. Namun diduga telah mencapai posisi full employment (titik maksimal), sehingga Pemerintah Kota Tarakan perlu berinovasi agar tidak terjadi penurunan (decreasing).

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UB Tarakan ini mengungkapkan, sektor perkayuan dan perikanan yang sebelumnya justru penggerak roda ekonomi Tarakan, tahun ini turun. Potensi decreasing untuk sektor kayu ditandai dengan kebutuhan tenaga kerja pada perusahaan kayu seperti PT. Intracawood Manufacturing, dan PT Idec Abadi Wood Industries mulai berkurang.

“Dari penelitian, kebutuhan tenaga kerja di perusahaan kayu ini tidak mengalami penambahan. Yang terjadi turn over, hanya keluar dan masuk. Itupun jumlah tenaga kerja yang keluar lebih banyak sedangkan yang masuk lebih sedikit. Ini tanda-tanda bahwal sektor kayu mulai menurun,” terang Margiyono.

Demikian pula sektor perikanan, meski Tarakan sebagai wilayah kepulauan sebelumnya menyatakan diri kaya akan hasil laut. Tambak-tambak yang secara gerografis terletak hampir di daerah pesisir pulau Tarakan, dinilai sudah tidak seproduktif dahulu.

“Tambak kita sudah tidak terlalu menghasilkan, penyerapan pasar juga tidak tinggi. Jadi dua sektor ini (kayu dan perikanan) mengalami full employment berpotensi decreasing,” jelasnya kepada Radar Tarakan.

“Kalau secara teoritis, posisi maksimal ini harus dijawab oleh inovasi daerah. Salah satunya, kalau kita bicara bagaimana meningkatkan barang ekspor melalui barang primer melalui pelabuhan, barang ekspor yang dikirim ke negara luar ini pengolahannya harus di Tarakan,” sambung dosen ekonomi dan agribisnis UB Tarakan ini.

Dimungkinkan bila ada pengelolaan dari sektor perkebunan seperti kepala sawit, perlu kelengkapan infrastruktur yakni pabrikasi atau industry pengolahan di Tarakan. Mutlak menjadi sebuah keniscayaan jika ada kerja sama regional antardaerah Tarakan dan sekitarnya. Pabrikasi di Tarakan, sedangkan wilayah utara lainnya mensuplai bahan baku.

“Tarakan harus menyediakan berbagai infrastruktur untuk stimulus pengusaha memilih Tarakan sebagai lokasi industri. Baik infrastruktur transportasi, komunikasi dan energi. Kalau selama ini hanya menjual produk barang primer dan setengah jadi, lapangan pekerjaan hanya sampai pada tingkat kedua aktivitas ekonomi. Maka perlu sampai proses akhir, hingga pengemasan dan pengiriman,” bebernya.

“Ini menjadi posisi alternatif menghadapi tingkat maksimal dari sektor lainnya. Disatu sisi lain meningkatkan nilai tambah produk jika dijual ke luar negeri, dampaknya pada peningkatan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat ini akan menjadi signifikan,” pungkas Margiyono.(dta)

Sumber : radartarakan.co.id (30 Juni 2011)
Gorong-Gorong Depan Stadion Datu Adil Tarakan akan Diperlebar

Gorong-Gorong Depan Stadion Datu Adil Tarakan akan Diperlebar

TARAKAN - Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto menginstrusikan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Jamalauddin segera mengambil langkah jangka pendek untuk mengatasi banjir.

"Saya sudah instruksikan kepada Kepala DPUTR segera membenahi daerah-daerah yang banjir. Salah satunya di depan Stadion Datu Adil. Rencananya yang di depan Stadion Datu Adil gorong-gorongnya akan diperlebar, supaya saluran airnya tidak tersumbat seperti saat ini," ujarnya usai memantau banjir, Kamis (30/6/2011)

Orang nomor dua di Tarakan ini mengatakan, mengatasi banjir di Tarakan tentunya perlu adanya kajian-kajian agar nantinya permasalahan banjir dapat diatasi.

"Saya sudah minta agar kajian-kajian ini secepatnya dilaksanakan sehingga penanganan banjir dalam waktu jangan pendek ini segera diatasi," katanya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews.com (30 Juni 2011)
Wawali Tarakan Turun Ikut Pantau Banjir

Wawali Tarakan Turun Ikut Pantau Banjir

TARAKAN - Banjir yang menggenangi sejumlah ruas jalan di Tarakan, Kamis (30/6/2011) mendapat perhatian Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo Trianto. Menggunakan mobil dinasnya , Suharjo langsung turun ke lapangan memantau daerah-daerah langganan banjir.

Mulai dari Simpang Ladang, Karang Anyar, Kampung Bugis., Markoni dan Depan Stadion Datu Adil.
Suhardjo mengaku, dari semua daerah yang ia kunjungi, terjadi banjir yang paling parah di Depan Stadion Datu Adil. Pasalnya mobil dinasnya tersebut tidak bisa lewat karena banjirnya yang sampai batas lutut orang dewasa.

"Di depan Stadion Datu Adil itu benar-benar yang paling parah. Mobil saya saja tidak bisa lewat, karena genangan airnya sangat tinggi sekali. Padahal biasanya tidak seperti itu, mungkin saja gorong-gorongnya perlu diperlebar lagi biar air di dalam gorong-gorong mengalir lebih lancar," ungkapnya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews.com (30 Juni 2011)
Jalan Depan Stadion Datu Adil Tarakan Banjir

Jalan Depan Stadion Datu Adil Tarakan Banjir

TARAKAN - Hujan yang mengguyur Kota Tarakan Kamis (30/6/2011) menyebabkan sejumlah ruas jalan di Tarakan tergenang air dan akhirnya banjir. Seperti yang terjadi di Jalan Sebengkok, Karang Anyar, Kampung Bugis, Simpang Ladang, Mulawarwan hingga Depan Stadion Datu Adil.

Banjir yang terjadi selama hujan turun ini membuat kemacetan beberapa kendaraan. Mobil ataupun motor tidak bisa dapat melintas, misalnya yang terjadi di depan Stadion Datu Adil. Genangan air ini di depan Stadion Datu Adil sebatas lutut orang dewasa. Bahkan ada pula motor yang mogok dan terpaksa didorong oleh pemiliknya.

Malik, warga yang melintas di depan Stadion Datu Adil mengaku, setiap hujan genangan air selalu terjadi di depan Stadion Datu Adil. Hanya saja genangan air hanya semata kaki. Namun kini sebatas lulut orang dewasa.

"Biasanya tuh genangan air sampai sebatas mata kaki saja, makanya saya lewat jalan Depan Stadion Datu Adil ini. Tapi saya heran kok sekarang ini bisa banjir seperti ini, dan airnya sampai sebatas lutut orang dewasa. Melihat ini saya pun tidak berani lewat, jadi memilih berhenti saja, daripada nanti motor mogok," ujarnya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews.com (30 Juni 2011)
Walikota Tarakan Dapat Penghargaan Anti Korupsi

Walikota Tarakan Dapat Penghargaan Anti Korupsi

TARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio mendapatkan penghargaan anti korupsi dari Nusantara Corruption Watch (NCW) Korwil Kaltim di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 (NCW), Selasa malam (28/6/2011) di Balroom Hotel Blue Sky Balikpapan

Penghargaan diberikan kepada orang nomor satu di Tarakan ini, karena NCW Korwil Kaltim menilai, Udin Hianggio telah berperan aktif dalam pemberantasan korupsi di daerahnya baik itu pencegahan maupun penindakanya.

Dengan diterimanya penghargaan anti korupsi ini berarti, Udin Hianggio telah kedua kali ini mendapatkan penghargaan anti korupsi dari NCW Korwil Kaltim. Pasalnya tahun 2010 Udin juga mendapatkan penghargaan yang sama.

Udin mengatakan, ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada NCW yang telah memberikan kepadanya penghargaan anti korupsi ini. "Saya ucapkan terimakasih dengan penghargaan ini. Dengan adanya penghargaan ini saya akan berbuat yang lebih baik lagi," katanya.

Udin mengaku, ia tidak mengetahui kriteria penialaian apa yang ditetapkan NCW akhirnya ia mendapatkan penghargaan anti korupsi ini. "Saya tidak tahu kriteria penilainnya. Saya diundang untuk mendapatkan penghargaa anti korupsi ini," katanya.

Penulis : Junisah
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (29 Juni 2011)
27 Penderita HIV/AIDS Baru di Tarakan

27 Penderita HIV/AIDS Baru di Tarakan

TARAKAN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan mencatat selama lima bulan ini mulai Januari hingga Mei 2011 penderita HIV/AIDS yang baru di Kota Tarakan sebanyak 27 orang. Penderita HIV/AIDS ini ada yang berusia masih balita, anak-anak, remaja hingga dewasa.

"Mereka yang menderita HIV/AIDS masih terus dalam pengawasan Dinkes dengan didampingi konselor masing-masing. Mereka juga kita rawat dengan memberikan obat," ucap Kepala Dinkes Kota Tarakan, Khairul.

Khairul mengungkapkan, sebagai upaya pencegahan HIV/AIDS di Tarakan, pihaknya telah membentuk pos konseling atau Voluntary Counseling and Testing (VCT) di puskesmas, salah satunya di Puskesmas Sebengkok.

"Dengan adanya VCT ini dapat diketahui apakah terjangkit HIV/AIDS atau tidak. Kalau terjangkit HIV/AIDS tentunya akan diberikan penanganan oleh tim VCT. Bahkan 27 penderita HIV/AIDS yang baru ini juga ditemukan, karena mereka datang ke klinik VCT," ujarnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (29 Juni 2011)

Aneka BB Dimusnahkan di Hari Anti Narkoba Internasional 2011

Aneka BB Dimusnahkan di Hari Anti Narkoba Internasional 2011
Tarakan,- Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2011 di Kota Tarakan dilaksanakan dengan melakukan pemusnahaan berbagai macam Barang Bukti (BB) yang berhasil disita oleh aparat Kejaksaan Negri Kota Tarakan sejak Januari 2011.

BB yang dimusnahkan tersebut antara lain ribuan butir obat daftar G dan pil koplo, shabu - shabu (SS), serta lebih dari 1.500 botol minuman keras illegal. Pemusnahan tersebut dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H.Farid Wadjdy, Walikota Tarakan, H.Udin Hianggio, dan Ketua BNK Kota Tarakan, Suhardjo Trianto, Senin (27/06) didepan Stadion Datu Adil Kota Tarakan.

Sebelumnya, Pemerintah kota Tarakan bersama Badan Narkoba (BNK) Tarakan melakukan upacara peringatan HANI 2011 dengan tema Hidup Sehat Tanpa Narkoba, dan bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), yakni Wakil Gubernur Kaltim Farid wadjdy. Setelah melakukan upacara dan pemusnahan barang bukti, acara dilanjutkan dengan konvoi kendaraan bermotor yang di ikuti oleh beberapa komunitas/ club motor yang berada di Tarakan, dan tidak ketinggalan Duta Narkoba.

TT – OZ – DD, Diskominfo Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (28 Juni 2011)
BNK Tarakan Kampanyekan Antinarkoba Lewat Musik

BNK Tarakan Kampanyekan Antinarkoba Lewat Musik

TARAKAN - Banyak cara yang dilakukan untuk mengkampanyekan antinarkoba kepada masyarakat, salah satunya mengeskpresikan antinarkoba lewat musik.

Kegiatan inilah yang dilakukan Badan Narkotika Kota (BNK) Tarakan, dalam memperingati Hari Antinarkoba Internasional (HANI).

Senin (27/6/2011) malam pukul 21.00, di Pasar Boom Panjang, BNK Tarakan menggelar pesta hiburan rakykat yang menyuguhkan musik dengan menghadirkan dua penyanyi dan grup band.

Kegiatan ini ternyata menarik perhatian masyarakat terutama remaja untuk datang menikmati hiburan musik yang ditampilkan.

Terlihat ratusan remaja yang kebanyakan pria sangat menikmati hiburan tersebut. Mereka berjoget dan menari di depan panggung mengikuti alunan musik yang ditampilkan sebuah grup band lewat lagu-lagu yang sangat populer di dengar masyarakat.

Ketua BNK Tarakan yang juga Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo Trianto mengungkapkan, kampaye antinarkoba lewat hiburan musik ini dilakukan agar pesan kampanye narkoba dapat dicerna generasi muda. Apalagi seni musik ini sangat digandrungi kalangan pelajar, sehingga ini akan lebih mempermudah menyampaikan pesan antinarkoba.

"Kita tahu saat ini generasi muda khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa dijadikan korban penyalahgunaan narkoba. Untuk itulah perlu dilakukan sosialisasi kepada generasi muda tentang bahaya narkoba.

Dengan kampanye antinarkoba seperti ini sangat efektif. Apalagi kegiatan ini juga menggugah generasi muda untuk berkreatifitas memberikan ide-ide yang positif," ungkapnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (28 Juni 2011)
Polres Tarakan Tanam 1.000 Pohon Magrove

Polres Tarakan Tanam 1.000 Pohon Magrove

TARAKAN - Puluhan anggota Polres Tarakan bersama-sama masyarakat mulai dari organisasi kepemudaan, seniman, dan Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Tarakan menanam pohon di Kawasan Konservasi Magrvove dan Bekatan (KKMB), Selasa (28/6/2011).

Penanaman sebanyak 1.000 pohon magrove ini dilakukan untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Bhayangkara, yang puncak acaranya akan diperingati 1 Juli 2011 dengan menyelenggarakan upacara dan syukuran.

Penanaman pohon dengan tema Lestarikan Lingkungan Untuk Selamatkan Bumi Paguntaka ini, terlebih dahulu dilakukan Walikota Tarakan Udin Hianggio bersama Kapolres Tarakan AKBP Budi Prasetyo, unsur muspida, dan diikuti seluruh anggota kepolisian, organisasi kepemudaan berserta Kepala SKPD.

Budi Prasetyo mengungkapkan, penananam pohon dilakukan sebagai wujud kepedulian terhadap alam sekitarnya. "Kegiatan ini juga untuk mendukung program Pemkot Tarakan yang menjadikan Kota Tarakan menjadi lahan hijau," ujarnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (28 Juni 2011)

Di Tarakan, Ribuan Obat Daftar G dan Miras Dimusnahkan

Di Tarakan, Ribuan Obat Daftar G dan Miras Dimusnahkan
TARAKAN - Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy bersama Walikota Tarakan Udin Hianggio dan Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto bersama-sama memusnahkan ribuan obat daftar G, dan beberapa gram sabu-sabu (SS) serta 1.500 botol minuman keras (miras) di Depan Stadion Datu Adil, Senin (27/6/2011).

Pemusnahan obat daftar G dan SS dilakukan dengan cara dibakar. Sedangkan botol miras berbagai merek, diantaranya topi miring, bir, vodka dihancurkan menggunakan eskavator.

Pemusnahan dilakukan dalam memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI). Ribuan obat daftar G, miras dan SS merupakan hasil tangkapan dari Kejaksaan Negeri Kota Tarakan selama enam bulan terhitung Januari hingga Juni 2011. Tersangka yang memiliki bukti narkoba ini pun telah dikenai hukuman tetap.

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews.com (27 Juni 2011)
Wagub Kaltim Hadiri Peringatan Hari Antinarkoba di Tarakan

Wagub Kaltim Hadiri Peringatan Hari Antinarkoba di Tarakan

Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy akan menghadiri Peringatan Hari Anti Narkoba Ineternasional (HANI) 2011 tingkat Provinsi Kaltim, Senin (27/6/2011), di Stadion Datu Adil Tarakan.

Dalam kegiatan ini tidak hanya digelar upacara. Ada pemberian penghargaan keluarga teladan yang anti narkoba, pengukuhan barisan anti narkoba hingga hiburan rakyat bagi masyarakat di Pasar Bom Panjang.

Ketua Badan Narkoba Kota (BNK) Tarakan, Suhardjo Trianto yang juga Wakil Walikota Tarakan ini mengungkapkan, pihaknya bangga dan sekaligus senang Kota Tarakan dipercaya sebagai tuan rumah penyelenggaraan HANI tingkat Provinsi Kaltim. Unuk itu pihaknya berharap pelaksanaan HANI dapat berjalan dengan lancar dan aman.

"Tentunya ini moment yang baik untuk memperlihatkan kepada tamu undangan tentang Kota Tarakan. Mudahp-mudahan pelaksanaan berjalan baik, karena ini membawa nama baik Kota Tarakan," ucapnya.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews.com (26 Juni 2011)
650 Orang di Tarakan Ikut Sepeda Santai

650 Orang di Tarakan Ikut Sepeda Santai

TARAKAN - Sebanyak 650 orang mengikuti sepeda santai yang digelar Polres Kota Tarakan, dalam memeriahkan HUT Bhayangkara ke- 65, Minggu (26/6/2011) di halaman Mapolres Tarakan. Mereka terdiri dari anggota Polri, TNI, masyarakat umum hingga komunitas sepeda di Tarakan.

Sepeda santai ini juga diikuti Walikota Tarakan Udin Hianggio, Wakil Walikota Tarakan Suhardjo Trianto, Danlanal Tarakan Kolonel (L) Taat Siswo Sunarto, Danlanud Tarakan Letkol Nav Budi Handoyo, Dandim Tarakan 0907 Tarakan Letkol Arm Andi Khairuddin, dan Kapolres Tarakan AKBP Budi Prasetyo.

Kapolres Tarakan AKBP Budi Prasetyo mengungkapkan, sepeda santai merupakan salah satu kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-65 Bhayangkara. "Kegiatan sepeda santai ini juga diadakan serentak di polres dan polda di seluruh Indonesia," ujarnya.(*)

Budi mengatakan, dengan kegiatan ini dapat mempersatukan warga Kota Tarakan dan memperat tali silahturahmi antara masyarakat dan anggota polri dan TNI. "Kegiatan ini juga mewadahi kegiatan komunitas sepeda di Tarakan," katanya.

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews.com (26 Juni 2011)

BAZ Tarakan Canangkan GIS

BAZ Tarakan Canangkan GIS - Ardiz Borneo
Media Center Diskominfo Tarakan,- Beberapa waktu lalu, Rabu (21/06) Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Tarakan melalui salah satu pegawainya, Syamsi sarman menggelar konfrensi pers dengan para awak media.

Tahun 2011 ini BAZ mencanangkan program moral bagi para siswa, mulai tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai dengan Sekolah Menengah Atas (SMA). Program tersebut adalah Gerakan Infaq Seribu (GIS).

Menurut Syamsi sarman, GIS tersebut merupakan murni ide dari BAZ Tarakan untuk diterapkan sedari dini bagi para siswa dengan tujuan untuk menanamkan kesadaran Infaq sejak dini agar peduli terhadap sesama yang kurang beruntung. Sehingga nantinya dana yang terkumpul dapat digunakan untuk membantu bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu.

“Mekanismenya setiap siswa ditanamkan untuk menyisihkan Rp.1000,- setiap bulannya untuk infaq,” jelasnya. GIS tersebut jangan dilihat dari nominalnya, namun resapi sisi pembelajaran moral bagi anak didik kita, yaitu membiasakan sedekah.

Saat ini menurut Syamsi jumlah siswa mulai dari SD s/d SMA tercatat kurang lebih 34.000 siswa. Dan untuk siswa yang beragama islam kurang lebih tercatat sekitar 25.000 orang, bila angka 25.000 siswa muslim dikalikan Rp. 1.000,-/bulan, maka setiap bulannya akan terkumpul dana Rp. 25.000.000,- (dua puluh lima juta rupiah) setiap bulannya.

“Rencananya GIS ini akan di launching di SMPN 1 dan SDN 018 dalam waktu dekat,” imbuhnya.

Untuk bulan Juli ini, BAZ Tarakan juga sudah mempersiapkan bantuan 400 paket peralatan sekolah bagi siswa yang tidak mampu untuk memasuki tahun ajaran baru. Ke 400 paket tersabut nantinya disalurkan kepada siswa yang berhak dengan cara di selektif dengan menunjukan kartu Jamkesmas/ Gakin/ Surat keterangan tidak mampu dari pejabat yang berwenang (red, pihak RT).

TT – OZ – DD, Diskominfo Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (27 Juni 2011)

Hamsyah : e-KTP, Multi Fungsi

Hamsyah : e-KTP, Multi Fungsi
Media Center Diskominfo Kota Tarakan, - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan pada Kamis (23/06) kemarin menggelar konfrensi pers dengan beberapa informasi tentang fungsi dan keunggulan e-KTP atau KTP elektronik.

Sekertaris Disdukcapil, Hamsyah, SE menegaskan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) akan berlaku seumur hidup dan dalam prosesnya hanya akan dilakukan perpanjangan selama lima tahun sekali dan e-KTP ini akan berlaku secara nasional.

“Semua data tersimpan di bank data pusat, jadi semua NIK akan berlaku di seluruh wilayah Indonesia,” tuturnya.

Hamsyah memaparkan, e-KTP juga nantinya bisa digunakan sebagai ATM (Anjungan Tunai Mandiri) dan Nomor klaim asuransi, namun pelaksanaanya masih dalam rancangan oleh kementrian Dalam Negri RI.

“Masih di rencanakan bekerjasama dengan jamsostek dan perbankan,” jalasnya.

Selain itu, ke depannya e-KTP juga difungsikan sebagai portal utama dalam pemasulan data atau pembuatan identitas ganda, hingga kecurangan dalam pembuatan passport.

“Dengan diberlakukannya e-KTP, akan meminimalisir pemalsuan data seseorang yang selama ini sering terjadi,” terang mantan Kepala Kantor Pengolahan Data Elektronik Kota Tarakan.

TT – OZ – DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (24 Juni 2011)
Sejak 24 Juni, Sudah 842 Rumah Teraliri Gas

Sejak 24 Juni, Sudah 842 Rumah Teraliri Gas

Perusda Tarakan Mulai Kewalahan

TARAKAN - Hingga kemarin, jaringan gas bumi (Gas In) yang sudah tersambung ke SR (sambungan rumah tangga) di dua kelurahan di Tarakan, yaitu Sebengkok dan Karang Balik, jumlahnya sudah mencapai 842 SR.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Tarakan, Tigor Nainggolan memprediksikan, pengaliran gas bumi untuk 3.366 SR yang direncanakan ini lebih cepat dari jadwal semula yaitu Agustus. Jika semuanya lancar, maka Perusda memastikan dalam sehari mereka bisa mengalirkan Gas In ke-100 SR. “Mungkin pertengahan Juli sudah mengalir semua,” kata Tigor Nainggolan.

Mantan anggota DPRD Tarakan itu menjelaskan, percepatan ini tentu akan meminimalisasi kerugian yang bisa dialami perusda ke depannya, seperti yang terjadi di Palembang, selama 12 bulan mengalami kerugian. Itu diakibatkan karena penyambungan jaringan pendistribusian gas bumi yang tidak secepat di Tarakan. “Kalau sudah tersambung semua tentu pemanfaatan gas kan banyak, apabila volume gas tersebut banyak dimanfaatkan masyarakat, maka akan mengurangi kerugian,” jelasnya.

Menurut Tigor, yang membuat kerugian tersebut adalah “Tekor P”, maksudnya pakai tidak pakai harus dibayar sejumlah yang ditentukan PJBG (perjanjian jual beli gas), yaitu 0,15 BBTU (Billion British Thermal Unit), sementara pemanfaatannya tidak sampai angka demikian dan tetap harus dibayarkan perusda.

“Semoga dengan percepatan ini tidak membuat terjadinya kerugian,” harap Tigor.

Terkait soal harga gas yang harus dibayarkan masyarakat kepada perusda, menurutnya sampai kemarin memang masih menunggu kepastian dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi. “Penentuan harga ada pada BPH Migas, dan harga tersebut kemungkinan tidak akan turun dari angka pengajuan perusda, yaitu Rp 2.883 sampai Rp.2.885,” ungkapnya.

Lalu bagaimana dengan tagihan warga yang sudah menikmati aliran gas in? Dikatakan Tigor, bagi yang sudah terpasang di bulan Juni ini, kemungkinan besar tagihan pembayaran baru akan diberikan sekaligus bersamaan dengan tagihan di bulan Juli mendatang sambil menunggu kepastian harga dari BPH Migas.

“Kami anggap ini ujicoba ke masyarakat, jadi tagihan Juni ini akan digabungkan dengan di bulan berikutnya,” kata dia.

Untuk proses pembayaran, sementara dilakukan di kantor perusda dulu. Namun ada wacana untuk memudahkan pelayanan di masyarakat, perusda akan membuka loket pembayaran di kantor-kantor kelurahan.

Diakuinya, dari target perusda untuk pemasangan gas in sebanyak 3.366 SR ini, ada 2 hal yang membuat keterlambatan pemasangan. Pertama karena spuyer kompor gas harus diperbesar agar bisa dialiri gas bertekanan rendah tersebut. Sementara persoalan lainnya, pada beberapa merek tertentu justru ada yang lubang spuyernya kebesaran sehingga harus dikecilkan atau diganti. “Ternyata ada juga yang kebesaran ada juga yang kekecilan spuyernya,” kata Tigor.

Meski demikian, sambungnya, respon masyarakat untuk permohonan pemasangan Gas In ini justru mengalami peningkatan. “Sekarang kami kewalahan karena banyak warga yang minta untuk dipasangkan gas kota di rumahnya,” pungkas Tigor seraya menambahkan saat ini telah terbuka 6 Regulator Station untuk memudahkan pengaliran Gas In.(ddq)

Sumber : radartarakan.co.id (25 Juni 2011)
Tarakan Tuan Rumah Peringatan HANI Tingkat Kaltim

Tarakan Tuan Rumah Peringatan HANI Tingkat Kaltim

TARAKAN - Kota Tarakan dipilih sebagai tuan rumah pelaksanaan Peringatan Hari Anti Narkoba (HANI) 2011 tingkat Provinsi Kaltim, yang akan diselenggarakan, Senin (27/6/2011) di Stadion Datu Adil. Rencananya Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim Awang Faroek dan Farid Wadjady akan hadir di kegiatan HANI ini.

Dalam kegiatan HANI tingkat Provinsi Kaltim 2011 ini digelar berbagai kegiatan. Mulai dari upacara peringatan HANI di Stadion Datu Adil, pemberian penghargaan bagi keluarga teladan yang anti narkoba hingga hiburan rakyat bagi masyarakat di Pasar Bom Panjang.

Ketua Badan Narkoba Kota (BNK) Tarakan, Suhardjo Trianto yang juga Wakil Walikota Tarakan ini mengungkapkan, sejauh ini persiapan pelaksanaan telah mencapai 90 persen, seperti persiapan tempat upacara hingga panggung hiburan rakyat.

"Bahkan rapat gabungan panitia antara panitia Tarakan dan Provinsi Kaltim sudah melakukan. Rapat ini gabungan ini kami lakukan agar dalam pelaksanannya dapat bersienergi dan lancar," ucapnya, Jumat (24/6/2011) di ruang kerjanya.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (24 Juni 2011)
Perusda Tarakan Luncurkan Situs Online Pengelolan Gas In

Perusda Tarakan Luncurkan Situs Online Pengelolan Gas In

TARAKAN - Guna memberikan transparansi data pengelolan gas in di Kota Tarakan, Perusda Kota Tarakan meluncurkan sebuah situs online yang dapat diakses steakholder atau pun masyarakat pengguna gas in di dua keluarahan masing-masing Karang Balik dan Sebengkok.

"Dengan situs online yang kami luncurkan ini steakholder seperti Dirjen Migas, BPH Migas PT MedcoE&P Indonesia hingga pengguna gas in di dua kelurahan bisa mengetahui informasi pengelolan gas yang kita lakukan. Seperti berapa sambungan rumah tangga yang sudah dialirkan gas ataupun pemakaian gas yang digunakan," ucap Direktur Utama Perusda Kota Tarakan, Tigor Nainggolan, Jumat (24/6/2011).

Saat ditanya tentang alamat situs online tersebut, Tigor mengaku lupa alamatnya. "Saya lupa alamat situsnya. Sebab yang tahu itu staf saya. Tapi nanti saya akan memberitahukan. Apalagi ini sangat penting untik diketahui steakholder dan pengguna gas in," ujarnya.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun KaltimSumber : kaltim.tribunnews.com (24 Juni 2011)
Walikota Tarakan Sarankan Pungutan Infaq Disosialisasikan

Walikota Tarakan Sarankan Pungutan Infaq Disosialisasikan

TARAKAN - Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Tarakan berencana tahun ajaran baru sekolah ini akan melaunching program Gerakan Infaq Seribu perSiswa (GISS).

Dalam program GISS ini setiap siswa dan siswi mulai dari SD, SLTP dan SLTA yang beragama islam dipungut infaq sebesar Rp 1.000 persiswa perbulan.

Terkait program GISS ini Walikota Tarakan Udin Hianggio mendukung. Hanya saja orang nomor satu di Tarakan ini berharap program GISS terlebih dahulu disosialisasikan kepada orangtua siswa, agar program ini dapat diketahui dan juga didukung orangtua siswa.

"Saya mendukung program ini, karena ini mengajarkan dan membiasakan anak-anak sejak dini untuk berinfaq dan berbagai dengan sesama. Namun alangkah baiknya ini disosialisasikan dahulu dengan orangtua sebelum diberlakukan," ucapnya yang ditemui, di ruang kerjanya, Kamis (23/6/2011).

Rencananya program GISS akan dilaunching tepat di hari pertama dimulainya masuk sekolah tahun ajaran 2011/2012 tepatnya, Senin 11 Juli 2011. Rencananya untuk tingkat SD dilaunching di SDN 018, sedangkan SLTP dan SLTA di SMPN 1.

Penulis : Junisah
Editor : Adhinata Kusuma
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (23 Juni 2011)
Kembalikan Al Quran Salah Cetak, Gramedia Tarakan Siapkan Hadiah

Kembalikan Al Quran Salah Cetak, Gramedia Tarakan Siapkan Hadiah

TARAKAN - Store Manager Toko Buku Gramedia Tarakan Sujarno mengungkapkan, pihaknya pernah menjual Al Quran terbitan PT Pena Pundi Aksara, namun Al Quran tersebut telah habis terjual di masyarakat.

Bahkan pihaknya juga tidak mengetahui apabila Al Quran tersebut ada tulisan arabnya yang salah cetak.

Terkait adanya Al Quran yang salah cetak dan sudah telanjur diperjual belikan ke masyarakat. Sujarno meminta kepada masyarakat yang telah membeli Al Quran tersebut di Toko Buk Gramedia untuk dapat mengembalikannya.

"Karena sudah terlanjur dijual kepada masyarakat, jadi kami minta kepada masyarakat untuk mengembalikan Al Quran yang salah cetak tersebut. Kalau perlu yang telah mengembalikan Al Quran yang salah cetak ini akan kami berikan hadiah," ujarnya.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (23 Juni 2011)
MUI Tarakan Sidak Toko Buku Gramedia

MUI Tarakan Sidak Toko Buku Gramedia

TARAKAN - Dengan ditemukannya Al Quran salah cetak Ketua Ulama Indonesia (MUI) Kota Tarakan KH Zainuddin Dalila bersama stafnya, Kamis (23/6/2011) melakukan sidak ke Toko Buku Gramedia yang berada di lantai II Grand Tarakan Mall (GTM).

Saat melakukan sidak di Toko Buku Gramedia, ternyata tidak ditemukan adanya Al Quran salah cetak terbitan Pena Quran dari PT Pena Pundi Aksara yang beralamatkan di Jalan Cempaka Putih Tengah Nomor 18 Jakarta Pusat.

Zainuddin mengungkapkan, meskipun begitu tidak ditemukan adanya Al Quran terbitan Pena Quran yang salah cetak tersebut, Zainuddin tetap meminta kepada Store Manager Toko Buku Gramedia untuk berhati-hati menjual Al Quran yang salah cetak tulisan arab ataupun terjemahannya.

"Saya minta supaya toko buku yang menjual Al Quran untuk tetap melakukan pengawasan terhadap penulisan Al Quran yang salah. Kalau ditemukan ada yang tulisan arab dan terjemahanya yang salah, lebih baik dikembalikan kepada penerbitnya dan jangan dijual keapda masyarakat," ungkapnya usai melakukan sidak di Toko Buku Gramedia.

Zainuddin juga menghimbau kepada masyarakat yang merasa memiliki Al Quran terbitan Pena Pundi Aksara sebaiknya mengembalikan ke toko tempat dibelinya Al Quran tersebut atau laporkan kepada MUI dan Departamen Agama.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (23 Juni 2011)
Mahasiswa UBT Mengikuti Kuliah Umum Industri Hulu Migas

Mahasiswa UBT Mengikuti Kuliah Umum Industri Hulu Migas

TARAKAN - Sebanyak 300 mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) mengikuti kuliah umum tentang pengenalan kegiatan industri hulu migas, Rabu (22/6/2011) di lantai tujuh Gedung Perpustakaan UBT.

Kegiatan yang diselenggarakan PT Medco E&P Indonesia bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat ( LPPM) UBT baru pertama kalinya dilakukan. Di sini mahasiswa diberikan informasi mulai dari pencarian, pengeboran, pengolahan hingga pendistribusian migas.

Ketua LPPM UBT, Margiyono mengungkapkan, materi tentang kegiatan industri hulu migas ini sangat penting diketahui. Sebab dengan adanya materi ini setidaknya dapat memberikan pengenalan dan pemahaman mahasiswa UBT tentang kegiatan industri hulu migas.

"Kegiatan kuliah umum seperti ini sama saja seperti pengabdian masyarakat yang diberikan PT Medco. Karena PT Medco memberikan pencerahan dan memfasilitasi kegiatan ini. Sedangkan kami ini hanya sebagai mediator antara mahasiswa dan PT Medco," ujarnya.

Sementar itu, Manager External Relations& Communications Dept PT Medco E&P Indonesia, Arfiandy Djafaar mengungkapkan, kegiatan ini merupakan program yang sejalan dengan BP Migas yaitu memberikan pengenalan dan pemahaman tentang kegiatan industri hulus migas tidak hanya kepada pelaku-pelaku migas, namun juga lapisan masyarakat, seperti mahasiswa, wartawan hingga tokoh-tokoh masyarakat.

"Tujuan kita memberikan pengenalan dan pemahaman kegiatan ini, agar masyarakat mengetahui bahwa fasilitas produksi migas yang ada selama ini milik pemerintah, dan bukan milik PT Medco. Untuk itu fasilitas produksi migas harus dijaga bersama," ungkapnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (22 Juni 2011)

Walikota Tarakan Jabat Mabicab 2011 - 2016

Walikota Tarakan Jabat Mabicab 2011 - 2016
Tarakan,- Ketua Kwarda Kaltim, HM Hatta Zainal, Selasa kemarin (21/06) melantik Ketua Mabicab dan pengurus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Tarakan di SMPN 1 Tarakan.

Dalam acara tersebut, Walikota Tarakan, H.Udin Hianggio dilantik menjadi ketua Mabicab periode 2011-2016, sedangkan jabatan Wakil Mabicab di berikan kepada Ketua DPRD Kota Tarakan, dan Wakil Walikota sebagai sekretaris Mabicab.

Dalam sambutannya Walikota menjelaskan bahwa kegiatan pramuka saat ini, dapat menjadi sebuah gambaran tentang adanya kepedulian dan keseriusan dari para pengurus gerakan pramuka.

“Dengan melaksanakan acara ini, maka ada kontribusi positif dari Kwartib Kota Tarakan untuk membangun Kota Tarakan,” Ungkap H.Udin Hianggio dalam sambutannya.

Selain itu, Udin juga berpesan agar para pengurus Kwarcab yang baru dilantik tersebut, senantiasa membangun kinerja dan kegiatan yang positif serta bersinergi dengan pemerintah. Dan yang lebih penting adalah berpegang teguh kepada komitmen sebagai organisasi yang bermanfaat dan berguna pada seluruh lapisan masyarakat.

“Agar dapat membawa pesan perdamaian dan mampu menunjukkan jati diri bangsa pada masyarakat Kota Tarakan yang cinta damai dan menghargai, karena itu merupakan implementasi dari dharma-dharma pramuka,” Lanjutnya.

MT – OZ – DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (22 Juni 2011)

Cuaca Menjadi Kendala Kegiatan TMMD di Tarakan

Cuaca Menjadi Kendala Kegiatan TMMD di Tarakan
TARAKAN - Selama 21 hari melaksanakan kegiatan bhakti TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 86 di Kelurahan Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara, para personel TNI, Polri dan masyarakat menemui beberapa kendala di lapangan, salah satunya faktor cuaca.

"Harus kita akui faktor cuaca yang tidak menentu di Kota Tarakan ini yang tiba-tiba hujan menjadi hambatan dalam pengerjaan fisik seperti pembuatan jalan dan parit. Kalau sudah hujan anggota di lapangan ini kadang bekerja sampai malam agar target 21 hari ini dapat terpenuhi," ucap Dandim 0907 Letkol Arm Andi Khairuddin, usai penutupan TMMD, di halaman Kodim 0907 Tarakan, Selasa (21/6/2011).

Andi mengungkapkan, selesai TMMD ini pihaknya tidak begitu saja membiarkan pekerjaannya, namun akan melakukan pemeliharaan.

"Kami akan lakukan pemeliharaan, buktinya saja anggota masih ada di lapangan untuk melakukan finishing agar pengerjaannya benar-benar selesai," katanya.

Andi menambahkan, pelaksanaan TMMD berjalan dengan tertib, lancar dan aman karena adanya kerjasama yang baik antara TNI, Polri bersama masyarakat yang telah membantu.

"Biasanya kalau sudah Sabtu dan Minggu masyarakat banyak yang membantu. Untuk itu kami mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu," ujarnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (21 Juni 2011)

Udin Hianggio Tutup TMMD ke 86 di Kodim 0907 Tarakan

Udin Hianggio Tutup TMMD ke 86 di Kodim 0907 Tarakan
TARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio menjadi inspektur upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 86 di Wilayah Kodam VI/ Mulawarman, Selasa (21/6/2011) di Halaman Kodim 0907 Tarakan.

Upacara penutupan TMMD ditandai dengan penadatanganan naskah proyek pelaksanaan kegiatan TMMD oleh Walikota Udin Hianggio bersama Dandim 0907 Tarakan Letkol Arm Andi Khairuddin.

TMMD ini dilaksanakan selama 21 hari mulai dari 1 Juni hingga 21 Juni 2011 di Kelurahan Juata Permai Kecamatan Tarakan Utara. Dalam kegiatan TMMD ini ada dua agenda yang dilakukan personel TNI AD ini yakni kegiatan fisik dan non fisik.

Kegiatan fisik, di antaranya meliputi pembuatan badan jalan, pembuatan parit kanan-kiri jalan, pembuatan jembatan permanen, dan pembuatan gorong-gorong.

Sedangkan kegiatan non fisik meliputi, ceramah bidang kesejahteraan masyarakat, ceramah bidang kesadaran bernegara, ceramah bidang kamtibmas, dan pengobatan massal.

Udin yang membaca sambutan Panglima Kodam VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Tan Aspan mengungkapkan, program TMMD ini merupakan program terpadu antara pemerintah daerah dan TNI serta instansi lintas sektoral di daerah. Progam ini telah berjalan setiap tahun untuik memotivasi dan menumbuhkembangkan kesadaran dan semangat masyarakat dalam membangun wilayahnya.

"Program ini juga merupakan kepedulian memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan, secara berkesinambungan sehingga tercipta serta terbinanya kemanunggalan TNI dan rakyat sebagai wujud terbentukanya ketahanan nasional yang diharapkan," ungkapnya.

Penulis : Junisah
Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews.com (21 Juni 2011)

Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan

ilustrasi landasan - Malaysia Uji Konstruksi Sarang Laba-laba di Tarakan
JAKARTA - Perusahaan konstruksi Malaysia, Scott Wilson Sdn Bhd, sedang menguji konstruksi sarang laba-laba di Bandara Udara Internasional Juwata, Tarakan , Kalimantan Timur untuk menetapkan pavement clasification number (PCN).

"PCN ini untuk menentukan jenis pesawat apa saja yang menggunakan konstruksi ini," kata anggota tim penguji, Harmein Rahman , Selasa (21/6/2011) saat dihubungi. Bandara Juwata Tarakan mengadopsi konstruksi sarang laba-laba untuk taxiway (tempat keluar dan masuk pesawat) dan apron (tempat parkir pesawat).

Saat ini, Bandara Juwata pun telah melayani pendaratan pesawat Boeing 737-900 ER milik Lion dan Sriwijaya.

"Nantinya, hasil uji akan menjadi pedoman bagi maskapai penerbangan untuk menentukan jenis pesawat yang dapat mendarat di Bandara Udara Juwata Tarakan. Besaran PCN harus lebih besar dari aircraft clasification number (ACN) yang dimiliki maksapai," kata Harmein.

Menurut Harmein, uji PCN dikerjakan dengan cara menghantam konstruksi itu dengan beban berkekuatan tertentu untuk kemudian direkam menggunakan peralatan yang dinamakan geophone yang terhubung dengan peralatan komputer.

Harmein mengatakan, secara logika, struktur konstruksi sarang-laba yang merupakan karya anak bangsa merupakan konstruksi yang sangat kuat. "Rangkaian segitiga yang disusun menyerupai sarang laba-laba merupakan konstruksi yang sangat kuat, segitiga sendiri dalam dunia konstruksi merupakan bentuk yang diklaim kokoh dibandingkan bentuk lainnya," jelas dia.

Terkait aplikasi konstruksi sarang laba-laba untuk bandara udara lainnya, Harmein berharap hasil ini dapat memberi kepercayaan kepada pemberi kerja terhadap kekuatan konstruksi ini. Meskipun, dibutuhkan waktu agar dapat dipakai bagi semua kalangan.

Harmein mengatakan, konstruksi beton memiliki keunggulan lebih kuat terhadap air, namun untuk dipakai sebagai runway (landasan pesawat) ada sejumlah pertimbangan sejumlah pengelola Bandara yakni usia landing gear pesawat lebih singkat ketimbang yang menggunakan aspal.

"Namun di sejumlah negara seperti Amerika Serikat mereka lebih suka menggunakan beton sebagai landasan, berbeda dengan Eropa yang lebih memilih perkerasan aspal. Pilihan ini tergantung kepada keputusan masing-masing pengelola," kata Harmein.

Sementara itu, tenaga ahli dari Scott Wilson, Farukh E Johri mengatakan, terkejut dengan kemampuan bangsa Indonesia menciptakan konstruksi sarang laba-laba. Dia sempat bertanya-tanya kepada tenaga ahli PT Katama Suryabumi perusahaan pemilik lisensi konstruksi sarang laba-laba karena tidak menemukan sambungan sama sekali, serta tidak percaya bahwa tebal beton itu hanya 17 centimeter. "Saya takjub kalau tebal beton itu hanya 17 sentimeter," ujar dia terheran-heran.

Sarang Laba-Laba merupakan konstruksi beton berbentuk segitiga dalam satu rangkaian yang di tengah segitiga tersebut diisi dengan tanah yang dipadatkan, setelah itu baru dilapisi beton.

Editor : Mathias Masan Ola
Sumber : Kompas.com

Sumber : kaltim.tribunnews.com (21 Juni 2011)

Desember, Masyarakat Tarakan Wajib Punya e-KTP

Desember, Masyarakat Tarakan Wajib Punya e-KTP
Tarakan, Pemerintah Kota Tarakan mulai mensosialisasikan penerapan Kartu Tanda Penduduk Elaktronik (e-KTP) kepada seluruh ketua RT se-Kecamatan Tarakan Barat di Ruang Seba Guna Kantor Walikota Tarakan, Senin (20/06).

Menurut rencana pembuatan KTP elektronik ini mulai dilaksanakan bulan Agustus sampai dengan Desember 2011, untuk semua warga Kota yang wajib memeiliki KTP. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Tarakan, H. Moch Noch Galeba M, SE, M.Si., menegaskan bahwa sosialisasi ini akan diterapkan kepada seluruh ketua RT diempat kecamatan yang berada di Kota Tarakan hingga 23 juni 2011.

“Secara serempak di Indonesia, pemberlakuan KTP elektronik akan diterapkan pada Agustus 2011,” jelas Nuch.

Asisten Pemerintahan Drs. Nasib, M.AP mengharapkan bahwa program KTP secara elektronik diharapkan dapat mencegah adanya KTP ganda yang dimiliki oleh warga Tarakan.

“Diharapkan kerjasama dari semua pihak sehingga program ini dapat berlajan dengan baik,” tututnya

Dengan adanya sosialisasi ini, Disdukcapil mengharapkan semua warga Kota Tarakan bisa memahami langkah-langkah yang harus ditempuh untuk memiliki E-KTP.

TT – OZ – DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (21 Juni 2011)

KTP Elektronik mulai Diperkenalkan ke Warga Tarakan

KTP Elektronik mulai Diperkenalkan ke Warga Tarakan
TARAKAN - Selama empat hari, Senin (20/6/2011) hingga Kamis (23/6/2011)di Gedung Serbaguna, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan, melakukan sosialisasi e-KTP kepada seluruh Ketua RT se Kota Tarakan.

Hari pertama sosialisasi Ketua RT di Kecamatan Tarakan Barat, selanjutnya hari kedua, ketiga dan keempat akan dilakukan di Tarakan Tengah, Tarakan Timur dan Tarakan Utara.

Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Muhammad Nuch Galeba, sosialisasi e-KTP ini tujuannya supaya masyarakat tahu arti pentingnya memiliki e-KTP ini. Karena E-KTP ini sudah berbasis nomor induk nasional dan menghindari kepemilikan KTP ganda.

"Alasan kami mengundang ketua RT dalam sosialisasi e-KTP ini, karena kita tahu ketua RT garda terdepan dalam lingkungan masyarakat. Disini kami berharap ketua RT dapat memberitahuukan warga sekitarnya tentang penerapan e-KTP ini. Setelah ketua RT, tentunya semua warga yang terdaftar dalam pembuatan e-KTP akan kita undang sosialisasi," katanya. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews.com (20 Juni 2011)

Mulai Agustus Warga Tarakan Pakai KTP Elektronik

Mulai Agustus Warga Tarakan Pakai KTP Elektronik
TARAKAN, - Direncanakan mulai Agustus 2011, warga Kota Tarakan akan menggunakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik.

Terkait dengan pemberlakuan e-KTP ini Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tarakan, Senin (20/6/2011) melakukan sosialisasi kepada seluruh Ketua RT di Kecamatan Tarakan Barat.

Kepala Disdukcapil Kota Tarakan Muhammad Nuch Galeba menjelaskan, sesuai pemuktrahiran data September 2010, ternyata ada 158.000 lebih warga Tarakan yang akan memiliki e-KTP.

"Mereka yang terdaftar untuk mendapatkan e-KTP ini, warga yang telah memiliki KTP maupun masa berlaku KTP-nya telah habis. Namun yang belum memiliki KTP, dapat segera mendaftar ke Disdukcapil untuk pembuatan e-KTP," ujarnya, di sela-sela sosialisasi e-KTP di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan

Bentuk e-KTP akan berbeda dengan KTP yang ada saat ini. KTP elektronik ini nantinya memiliki nomor induk yang berlaku seumur hidup. Di bagian depan akan ada foto dan tanda tangan yang berada di bagian belakang kartu akan hilang digantikan dengan chip yang memuat data sidik jari. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Sumarsono

Sumber : kaltim.tribunnews.com (20 Juni 2011)

Dendi Wahyudi Baru 3 Bulan di Tarakan, Sudah Tangani 500 Pasien

Lebih Dekat dengan Dokter Spesialis Jantung Dendi Wahyudi

Dendi Wahyudi  Baru 3 Bulan di Tarakan, Sudah Tangani 500 Pasien
ITA RAHMAWATI - Stroke dan serangan jantung menjadi penyebab kematian tertinggi seluruh dunia, termasuk Indonesia, untuk kategori penyakit tidak menular. Sayangnya data Menteri Kesehatan RI menyebutkan, dengan jumlah penduduk Indonesia kurang lebih 240 juta jiwa, hanya memiliki 500 dokter spesialis jantung dan pembuluh darah. Kebanyakan juga memilih praktik di kota besar, wilayah Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek). Beruntungnya Tarakan tahun ini juga memilikinya yakni dr. Dendi Wahyudi. Apa yang mendorong ia mengabdi ke daerah?

TIDAK dapat dipungkiri, profesi dokter menjadi profesi membanggakan dan masih menjadi cita-cita banyak orang. Namun setelah dinyatakan lulus dari fakultas kedokteran dan mengenakan jas putih “kebesaran” seorang dokter, kebanggaan baru muncul dari perjuangan mengabdi untuk kesehatan masyarakat. Inilah yang membuat dokter Dendi Wahyudi memilih hijrah ke kota Tarakan. Padahal setelah lulus sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/ Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (2005-2011), ada tawaran kerja di Solo bahkan di kota kelahirannya, Bandung, Jawa Barat.

Mengaku mengetahui Tarakan kekosongan dokter jantung padahal jumlah penduduk mencapai 200 ribu jiwa, begitu ada tawaran kerja meski termasuk kota kecil ujung Kaltim, ia langsung antusias. Benar saja, lebih 3 bulan mengabdi di Tarakan, sekitar 500 pasien telah ditanganinya, baik dalam perawatan di RSUD, poliklinik maupun check-up rutin di tempat praktik di Apotik Anda Jalan Mulawarman.

“Risiko penyakit jantung di manapun daerahnya pasti ada, di Tarakan juga lumayan besar. 500 lebih pasien inipun memang mayoritas penduduk Tarakan, tapi ada beberapa dari Kabupaten Bulungan, Malinau dan sekitarnya,” sebut dokter Dendi Wahyudi.

Dikatakan, jantung menjadi organ vital manusia dengan bentuk hanya sekepal tangan pria dewasa, baik untuk penyakit jantung dan serangan jantung, menyerang tak hanya pada usia lanjut, namun kerap terjadi pada usia di bawah 40 tahun. Penyakit faktor risiko serangan jantung sebut dokter Dendi untuk Tarakan paling banyak karena hipertensi, diabetes, dan kolesterol.

“Untuk kegawatan jantung seperti serangan jantung dengan populasi Tarakan masih kecil, seminggu sekali juga jarang pasien datang yang benar-benar serangan jantung. Tapi saya sudah menangai pasien fase lanjut sekitar 5 orang yang perlu tindakan agresif,” kata pria berkacamata ini.

Dokter Dendi juga menyampaikan, menangani penyakit jantung dan serangan jantung ini cukup dramatis. Perlu tindakan agresif semisal pembuluh darah pasien tersumbat, harus dibuka secara cepat berkejaran dengan waktu. Bahkan diceritakannya dalam penanganan pasien fase lanjut selama 3 bulan ini, ada pasien yang membaik namun tiba-tiba meninggal, padahal keesokan harinya akan dirujuk ke Rumah Sakit Jantung Harapan Kita, Jakarta.

“Bagi saya dramatis, ada yang terkena serangan jantung dan meninggal padahal tidak ada keluhan. Dalam perawatan tiba-tiba memburuk juga bisa, tidak terprediksi. Tapi banyak pula yang tertangani dan senang sekali melihat pasien kembali ke keluarga dengan kondisi membaik,” ujar pria kelahiran 27 Desember, 34 tahun lalu ini.

“Pengalaman juga dulu, sewaktu masih dokter umum di Subang, ada pasien serangan jantung, meninggal dengan waktu sangat cepat, padahal ada tindakan, keluhan hanya nyeri ulu hati (maag). Penasaran, saya berniat memperdalam spesialis jantung ini,” imbuh lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (1995-2002) ini.

Maka dari itu, ia berpesan untuk sayangi jantung dengan lakukan beberapa pencegahan menjauhi pola hidup tidak sehat. Di antaranya, penyakit jantung koroner lantaran penyempitan pembuluh darah koroner, disebabkan penumpukan lemak, diabetes, merokok, kolesterol tinggi dan prosesnya degeneratif berjalan dari usia muda hingga lanjut.

“Bisa dari bergejala sampai tidak ada keluhan. Agar terhindar, kurangi makanan berlemak, tekanan darah harus terkontrol, dan terpenting jika orang tua terkena penyakit jantung atau diabetes, maka si anak dari muda harus hidup sehat. Umur 40 tahun, rutin check up meski merasa sehat atau tidak ada gejala. Apalagi jantung koroner dominasi diderita laki-laki,” saran dokter Dendi Wahyudi.

“Khusus penduduk Tarakan saja, kunjungan sehari di poliklinik 15-25 pasien, di praktek variasi rata-rata 4-5 orang perhari. Maka sadar kesehatan jantung harus sejak dini. Untuk peralatan, di Tarakan sudah ada Echocardiografi (USG jantung) dan treadmill test (latihan treadmill dengan pemasangan alat pengukur respon jantung, di RSUD ada juga dipraktik tersedia. Harapan saya, untuk menjangkau daerah lain butuh sistem rujukan yang baik dan semoha RSUD menjadi pusat pelayanan jantung di Kaltara,” pungkasnya. (***)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)

DKPP dan Alumni ESQ Tarakan Gelar Pengobatan Gratis Pasukan Kuning

DKPP dan Alumni ESQ Tarakan Gelar Pengobatan Gratis Pasukan Kuning
Tarakan,- Alumni ESQ 165 Kota Tarakan bersama dengan Dinas Kebersihan, Pertamanan dan Pemakaman (DKPP) mengadakan pengobatan gratis dan pembagian sembako kepada seluruh petugas kebersihan (pasukan kuning) Kota Tarakan, di depan halaman kantor DKPP, Sabtu (11/06) lalu.

Selain sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan para pengurus serta alumni ESQ dengan para petugas kebersihan Kota Tarakan, acara ini juga bertujuan sebagai ajang silaturahmi antara para pengurus dan alumni ESQ Kota Tarakan dengan para petugas kebersihan.

“Tujuan kami menggalakkan pengobatan ini, bukan berarti langkah sia-sia, tapi kami melakukan ini karena kami ingin melakukan sebuah langkah antisipasi, karena kami tau lebih baik kita mencegah daripada mengobati,” Jelas ketua ESQ Kota Tarakan dalam sambutannya yang dihadiri kurang lebih 165 orang petugas kebersihan tersebut. Kegiatan juga dihadiri oleh kepala Dinas DKPP Kota Tarakan, Ir.Subono,MT ini,

MT – IQ – DD, Diskominfo Kota Tarakan

Sumber : tarakankota.go.id (17 Juni 2011)

LPSE Tarakan Berikan Pelatihan E-Proc Untuk Penyedia

LPSE Tarakan Berikan Pelatihan E-Proc Untuk Penyedia
Tarakan, Lelang Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Tarakan kembali melakukan pelatihan lelang E-Proc untuk para penyedia jasa pada Kamis (17/06) untuk yang ke enam kalinya. Dalam proses pelatihan ini para penyedia di bimbing dan dilatih untuk bisa melakukan beberapa proses dalam system E-Proc, mulai dari melakukan pendaftaran secara online, pengisian data perusahaan, proses lelang seperti penjelasan dokumen (aanwijzing), edit data kualifikasi, upload dokumen penawaran, proses sanggah hingga penentuan pemenang lelang.

Serketaris LPSE Kota Tarakan, Drs. Tarmiji mengatakan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada penyedia tentang proses lelang secara elektronik sehingga diharapkan kelak tidak ada lagi penyedia yang kesulitan dalam megikuti lelang E-proc.

“pelatihan ini merupakan langkah kongkrit dari LPSE untuk memberikan gambaran kepada penyedia mengenai proses lelang secara elektronik, sehingga kelak diharapkan tidak ada lagi penyedia yang tidak mengerti” tuturnya.

Pada setiap pelatihannya, terdapat 10 penyedia yang diundang secara langsung oleh LPSE Kota Tarakan dan sebelumnya telah mendaftarkan diri kantor LPSE Kota Tarakan Gedung Gadis II latai dasar. (TT Diskominfo Tarakan)

Sumber : tarakankota.go.id (20 Juni 2011)
Dirwan dan Ni Putu Eka Duta Anti Narkoba 2011 Tarakan

Dirwan dan Ni Putu Eka Duta Anti Narkoba 2011 Tarakan

TARAKAN, tribunkaltim.co.id - Dirwan Maikasih dan Ni Putu Eka Sri Wahyuni meraih juara umum Pemilihan Putra Putri Duta Anti Narkoba yang diselenggarakan Badan Narkotika Kota (BNK) Tarakan, Sabtu malam (18/6/2011) di Balroom Swissbell-hotel.

Dirwan bersyukur atas prestasi yang telah diraihnya. Sebagai duta, ia telah berkomitmen untuk menyosialisasikan dan mengampanyekan bahaya narkoba di lingkungan masyarakat.

"Saya akan memulai dari diri saya sendiri dan kemudian kepada keluarga dan masyarakat. Mengingat saat ini di Indonesia perkembangan penggunan narkoba di kalangan remaja sangat memperihantikan. Untuk itu dengan saya menyosialisasikan dan mengkampanyekan bahaya narkoba di kalangan lingkungan saya sendiri, setidaknya dapat meminimalkan penyalahgunaan narkoba di masyarakat," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ni Putu Eka Sri Wahyuni. Wanita kelahiran 30 Maret 1990 ini mengaku senang dan bercampur kaget bisa juara. Ia merasa persaingan dengan peserta lainnya sangat ketat. Sehingga saat namanya disebutkan ia sempat terkejut dan bercampur senang.

Wanita yang bekerja sebagai presenter di Tarakan TV, stasiun televisi miliki Pemkot Tarakan ini mengatakan, sebagai duta anti narkoba ia akan melakukan hal yang sama seperti rekannya Dirwan yaitu melakukan sosialisasi dan kampanye bahaya narkoba kepada masyarakat. (*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews.com (19 Juni 2011)
Medco Tarakan Beri Pelatihan Budidaya Ikan Lele Organik

Medco Tarakan Beri Pelatihan Budidaya Ikan Lele Organik

TARAKAN - Sukses memberikan pelatihan pengembangan padi organik kepada petani padi di kawasan Mamburungan dan Juata Kerikil, PT Medco E&P Indonesia kembali memberikan pelatihan tentang pengembangan organik. Kali ini yang dipilih yakni pelatihan usaha budidaya ikan lele organik.

Selama tiga hari 16 hingga 18 Juni 2011, sebanyak 30 petani ikan lele diberikan pelatihan budiya ikan lele organik di Balai Desa Kampung Empat. Disini berbagai tahapan dan proses pembudidayaan ikan lele organik hingga tipsnya dipaparkan.

Tutor Comdev Officer PT Medco E&P Indonesia, Mukhtasor mengungkapkan, bisnis budidaya ikan lele ini pun akan menguntungkan. Hal ini karena semakin meningkatnya kesadaran masyarakat akan ikan sebagai sumber protein yang tinggi.

Mukhtasor menambahkan, keuletan dan kesabaran sangat dibutuhkan dalam budidaya ikan lele organik. Sebab akan melalui beberapa proses. salah satunya penebaran benih lele pada kolam berisi air dan pemberian organik.(*)

Penulis : Junisah
Editor : Fransina

Sumber : kaltim.tribunnews.com (19 Juni 2011)
100 Siswa Tarakan Ikut Khitanan Massal PT Medco E&P Indonesia

100 Siswa Tarakan Ikut Khitanan Massal PT Medco E&P Indonesia

TARAKAN - Di liburan sekolah PT Medco E&P Indonesia Tarakan melakukan sosialisasi budaya hidup sehat dengan menggelar khitanan massal bagi siswa kelas 5 dan 6 SD. Khitanan massal secara gratis ini diadakan, Minggu (19/6/2011) di SDN 006 Kampung Empat.

Khitanan massal diikuti lebih dari 100 siswa, padahal panitia hanya menargetkan 100 peserta dari enam kelurahan di Kota Tarkan. Diantaranya Kampung Empat, Kampung Enam, Kampung Satu dan Mamburungan Timur.

Menurut Humas, PT Medco E&P Indonesia Tarakan, Arin Safarina, mengungkapkan, membludaknya peserta khitanan massal, karena beberapa masyarakat baru ada yang mengetahui apabila ada kegiatan khitanan massal gratis yang diadakan PT Medco.

"Mereka tahunya yah baru hari ini pada saat pelaksanaan. Mengetahui ada khitanan massa, orangtua langsung mendaftarkan anaknya untuk mengikuti kegiatan ini. Khitanan massal ini kami lebih utamakan kepada anak-anak yang keluarganya kurang mampu," ungkapnya.

Khitanan massal ini dibantu 12 tenaga medis dari Puskesmas Mamburungan serta dokter dan perawat dari PT Medco. Dua orang tenaga medis melayani satu orang peserta. Disini panitia menyiapkan enam tempat tidur untuk melayani peserta yang mengikuti khitanan massal.

Penulis : Junisah
Editor : Reza Rasyid Umar
Sumber : Tribun Kaltim

Sumber : kaltim.tribunnews (19 Juni 2011)
5,5 Bulan, 33 Kasus Narkoba, 50 Tersangka

5,5 Bulan, 33 Kasus Narkoba, 50 Tersangka

TARAKAN - Sepanjang Januari hingga pertengahan Mei lalu, Satuan Narkoba Kepolisian Resor Tarakan menangani 33 kasus dengan jumlah tersangka 50 orang. “Jumlah tersebut merupakan tangkapan Satnarkoba, KSPK dan sebagiannya dari polsek,” jelas Kapoles Tarakan AKBP Drs Agustinus Budi Prsetyo SH MH melalui Kasubag Humas AKP Subarjo.

Subarjo merincikan, sebanyak 33 kasus yang masuk itu dalam penyidikan ada 47 berkas perkara, masing-masing lima perkara sedang ditangani penyidik narkoba, 10 perkata sudah masuk tahap I dan 32 perkara sudah tahap II atau sedang dalam proses persidangan.

“Secara keseluruhan jumlah perkara ini merupakan tangkapan Satnarkoba, KSKP dan polsek yang dalam proses penyidikannya diserahkan ke penyidik narkoba,” tandasnya.

Selain mengamankan 50 orang tersangka, kata Subarjo lebih lanjut, ada sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, di antaranya sabu 20,81 gram, dobel L 2.526 butir, handphone sebanyak 41 buah yang digunakan sebagai alat komunikasi antara tersangka dengan penjual atau pembeli dalam melakukan transaksi, 13 unit sepeda motor juga sebagai sarana atau transportasi. Barang bukti lainnya, bong 15 buah, uang tunia yang diduga hasil penjualan sabu dengan total keseluruhan Rp8.990.000, timbangan digital 4 buah, gunting 7 buah, celana tas, dan lainnya.

Menurut Subarjo, tingginya pengungkapan kasus narkotika ini karena menjadi program prioritas Polda dan juga program prioritas polres. “Karena menjadi program prioritas maka setiap bulan selalu ada target, sehingga selalu ada kasus yang terungkap setiap bulannya,” timpalnya.(noi)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)
Soal Rencana Perusda Alih Kelola Tengkayu I Tarakan

Soal Rencana Perusda Alih Kelola Tengkayu I Tarakan

Walikota: Jangan Terlalu Bernafsu

TARAKAN – Kontrak kerja pengelolaan Pelabuhan Tengkayu I yang berakhir pada 31 Juni ini besar kemungkinan diperpanjang hingga akhir tahun 2011. Walikota Tarakan H Udin Hianggio menyampaikan, saat ini masih ada beberapa pekerjaan rumah bagi pihak Perusda Tarakan yang perlu diselesaikan sebelum benar-benar mengelola pelabuhan tersebut.

“Kami menginginkan biarlah pengelola saat ini diberi kesempatan lagi hingga akhir tahun karena masih ada beberapa pekerjaan Perusda yang harus diselesaikan. Sambil kita coba pelajari hal-hal apa yang perlu dibenahi. Saya sudah instruksikan dengan kepala Bagian Ekonomi untuk mengkaji hal ini dan mempelajari ini hal-hal yang perlu dibenahi sebelum kita ambil alih,” kata Walikota Udin Hianggio kepada Radar Tarakan kemarin (16/6). “Sehingga pada saat kita ambil alih kita benar-benar sudah lebih siap,” sambungnya.

Menurut walikota, perpanjangan kontrak kerja ini juga diperlukan karena menyangkut pelayanan umum yang harus dipersiapkan lebih matang. Pertimbangan-pertimbangan inilah yang menjadi catatannya untuk memberikan kebijakan perpanjangan kontrak kerja kepada CV Camfilo yang mengelola pelabuhan tersebut selama ini.

“Perhatian saya bukan semata-mata dari sisi penghasilan ke pemerintah. Masalah pelayanan ini saya lihat mulai sejak saya masih di dewan begitu semrawut. Makanya, kita mengharapkan jangan sampai peralihan pengelola ini malah akan berdampak kepada pelayanan masyarakat,” terang mantan ketua DPRD Tarakan itu.

Udin Hianggio mengatakan, kontrak kerja kepada CV Camfilo ini merupakan kontrak kerja yang memang diberikan oleh Perusda. Meski begitu, kata walikota, kebijakan Perusda tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah. Apalagi tujuannya untuk kepentingan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau dipertanyakan perpanjangan ini, kan cuma 6 bulan saja. Selama perpajangan ini, Perusda bisa menyelesaikan beberapa pekerjaan yang memang harus diselesaikan segera. Menurut saya, kita jangan terlalu bernafsu tapi mari kita berpikir demi pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Mengenai keinginan perpanjangan ini, pemerintah kota akan mengomunikasikannya dengan pihak DPRD. Dikatakan walikota, pihak DPRD belum mengetahui keinginan memperpanjang tugas CV Camfilo ini. “Nanti kita komunikasikan. Memang dari awal DPRD itu mempertanyakan pengelolaan oleh Perusda. Jadi nanti akan dikomunikasikan,” ujarnya.

Selain pengelolaan pelabuhan Tengkayu I, kebijakan ingin memperpanjang kontrak juga diberikan kepada pengelola pelabuhan Pamusian hingga akhir tahun. Sejatinya kontrak kerja pengelola ini akan berakhir pada 30 Juli mendatang.

“Setelah diambil alih penuh pada 2012, kita akan serahkan kepada Perusda, tidak ke pihak ketiga lagi,” jelas Udin Hianggio.

Mengenai rencana ini, Wakil Ketua Komisi II Fadlan Hamid mengaku tidak mempermasalahkan keingingan pemerintah memperpanjang kontrak kerja dua pengelola pelabuhan tersebut, mengingat perpanjangan ini hanya dibatasi hingga akhir tahun 2011. “Kalau hanya setengah tahun tidak masalah. Ini kebijakan bagus. Sehingga memang ada waktu persiapan dari Perusda dan juga persiapan pengelola untuk mengakhiri kerja,” kata Fadlan. “Kalau ingin ditambah lagi setahun, 2 tahun atau bahkan 4 tahun tentu saja kami tidak setuju lagi. Apalagi jika dilihat dari pemasukan ke pemerintah yang rendah jika dilihat dari pendapatan aset pelabuhan,” ujarnya.

Menurutnya, persiapan dari pengelola di masa tugas akhirnya ini memang seharusnya sudah dipersiapkan jauh-jauh waktu sebelumnya, sehingga saat waktu kontrak habis sudah siap melepasnya, dan tidak perlu lagi ada perpanjangan waktu. Hanya saja, menurut Fadlan, ada hal-hal yang menjadi pertimbangan pemerintah dalam memutuskan hal ini. “Ibaratnya menarik rambut dari dalam tumpukan tepung, tepungnya tidak terhambur dan rambutnya tidak putus. Apalagi dalam pengelolaan ini juga berkaitan dengan buruh dan aktivitas pelabuhan lainnya,” kata Ketua PPP Tarakan tersebut.

Mengenai keinginan pemerintah berkomunikasi formal dengan DPRD, diharapkan Fadlan dapat berjalan. “Kami harapkan pemerintah mengkomunikasikan hal ini dan ada kerjasama yang baik antara eksekutif dan legislatif,” harap Fadlan.(ash)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)
Gerhana Bulan Total Terlihat Sempurna di Wilayah Utara

Gerhana Bulan Total Terlihat Sempurna di Wilayah Utara

TARAKAN – Gerhana bulan total juga terlihat sempurna di wilayah utara, khususnya di Tarakan. Sejumlah warga rela bangun tidur lebih awal atau bahkan ada yang memilih bergadang hanya untuk menyaksikan fenomena alam tersebut.

Tini misalnya, warga Jalan Aki Balak mengaku bangun tidur lebih awal untuk menyaksikan gerhana bulan total. “Tidak sia-sia menahan kantuk setelah melihat indahnya gerhana bulan tadi,” katanya.

Terpisah, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bulungan Armunanto mengatakan, gerhana bulan yang terjadi dini hari kemarin hanya berdampak pada pasang surut air laut, tidak ada pengaruh secara signifikan terhadap cuaca. Terlebih akan datangnya bencana seperti di percaya sebagian masyarakat Indonesia. Sebenarnya, meski tidak terjadi gerhana, tetap ada pengaruh pasang surut, pasalnya gerhana terjadi pada bulan purnama yang selama ini mempengaruhi pasang surut air laut.

“Kalau secara teoritis atau ilmiah, pengaruh gerahana bulan hanya pasang surut pada saat terjadinya gerhana dan purnama, soal bertambah atau berkurang pasang surutnya, saya kurang tahu. Kalaupun ada yang mengkait-kaitkan dengan datanganya bencana itu, hanya pengalaman tempo dulu,” kata Armunanto kepada Radar Tarakan kemarin.

Termasuk juga cuaca cerah kemarin. Menurut Armunanto, bukan pengaruh dari adanya gerhana bulan. Untuk diketahui, Rabu (15/6) kemarin, Tanjung Selor dan sekitarnya diselimuti awan mendung. Namun, pasca gerhana bulan kemarin, kondisi cuaca di Tanjung Selor jadi cerah. ”Tidak ada pengaruhnya gerhana bulan dengan cuaca,” tegasnya.

Dari pengamatan wartawan koran ini, gerhana bulan terjadi mulai sekitar pukul 02.30 Wita. Puncaknya sekitar pukul 03.30. Pukul 05.05, totalitas pun berakhir dan bulan mulai menampakkan dirinya.

Armunanto menjelaskan, saat terjadi gerhana, bulan, bumi, dan matahari terletak dalam satu garis lurus. Saat gerhana bulan total, seluruh permukaan bulan benar-benar tertutup oleh Bumi. Meskipun demikian, bulan tidak akan berwarna gelap seperti matahari ketika mengalami gerhana. Jika bulan terlihat berwarna merah karena pengaruh atmosfer. Ini bisa jadi juga indikator polusi. Kalau polusinya makin tinggi, warna merahnya makin pekat.(ian)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)
Sopir Taksi Bandara Tarakan Resmi Berseragam

Sopir Taksi Bandara Tarakan Resmi Berseragam

TARAKAN - Bandara Juwata sebagai pintu gerbang utama Kota Tarakan terus melakukan pembenahan. Kemarin (16/6), seluruh sopir taksi khusus yang melayani rute bandara mulai menggunakan seragam khusus.

Kepala Bandara Juwata Tarakan H. Husni Djau mengatakan, pemberian seragam khusus untuk sopir taksi bandara ini adalah untuk peningkatan pelayanan yang prima di semua sektor. Untuk itu, siapapun yang terlibat di dalamnya, baik itu operator penerbangan, petugas bandara, sekuriti maupun sopir taksi dituntut untuk melakukan pelayanan dengan tulus, ikhlas, dan selalu senyum.

“Minimal dua centimeter kiri dan dua centimeter kanan, karena itu adalah bagian dari kesan pertama pengunjung ketika memasuki kota Tarakan,” kata Husni.

Karena itu kata Husni, cara-cara petugas dalam melakukan pelayanan di bandara harus terus dilakukan peningkatan. “Bagaimana cara membuka pintu, bagaimana cara menyapa penumpang, menerima uang, mengucapkan terima kasih dan lainnya,” ungkap Husni.

Khusus untuk petugas sopir taksi tersebut, semuanya diwajibkan menggunakan ID Card khusus dan menggunakan seragam. Tujuannya agar penumpang bisa mengetahui bahwa mereka adalah sopir taksi resmi dan telah terorganisir sebagai bagian dari Bandara Juwata. Saat ini, jumlah taksi yang beroperasi di bandara sebanyak 33 unit.

“Seragam ini akan digunakan setiap hari, dengan tujuan agar mereka memiliki identitas resmi, mudah dikenal penumpang, sehingga jika terjadi sesuatu hal maka supir taksi tersebut bisa segera dihubungi,” tuturnya.

Untuk diketahui, para sopir angkot ini tergabung dalam Koperasi Sopir Taksi yang dibentuk tiga tahun lalu. Meski baru 33 taksi, pihak bandara tetap memikirkan untuk dilakukan penambahan mengingat jumlah penumpang saat ini lebih banyak dari tiga tahun lalu. “Kalau memang harus diadakan penambahan taksi maka akan dilakukan penambahan armada. Kita upayakan penumpang yang masuk di Bandara Juwata Tarakan ini seimbang dengan jumlah armada taksi yang ada,” kat Husni.

Dulu, jumlah penumpang di Tarakan hanya 300-400 penumpang perhari, namun sekarang jumlah penumpang sudah diatas seribu dalam sehari. Selain taksi bandara, nantinya juga ada mobil-mobil rental dan berkoordinasi dengan taksi bandara agar diberi kesempatan masuk bandara.

“Namun tidak mengambil penumpang, karena penumpang resmi hanya boleh diambil taksi bandara. Tapi kalau ada yang menyewa perhari atau perjam, kami upayakan untuk memberi kesempatan kepada mobil rental untuk masuk di bandara dan secara resmi diberi kesempatan untuk penumpang carteran,” jelasnya.(ddq)

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)
Soal Eksekusi Pengelolaan GTM, Steven Anggap Sewenang-wenang

Soal Eksekusi Pengelolaan GTM, Steven Anggap Sewenang-wenang

Kasusnya Masih Tahap PK di Mahkamah Agung

TARAKAN - Pelaksanaan eksekusi manajemen pengelolaan Grand Tarakan Mall (GTM) oleh Pengadilan Negeri Tarakan pada Rabu (8/6) lalu yang selama ini dikelola PT Sukses Aman Sejahtera (PT SAS) ke PT Gusher Tarakan mendapat tanggapan balik dari Steven Hakim selaku termohon eksekusi.

Menurutnya Steven, pembacaan amar putusan oleh juru sita PN Tarakan berdasarkan penetapan nomor 15/Pdt.G/2007/PN Trk sebagaimana putusan PN Tarakan tanggal 6 Mei 2007 jo putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda tanggal 28 Januari 2009 nomor 91/PDT/2008/PT.KT.SMDA jo putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 31 Mei 2010 nomor 2295 K/Pdt/2009.

Dalam perkara antara Gusti Sjaifuddin SH dan Deny Mardani BBA, selaku pemohon kasasi I (sekarang sebagai pemohon eksekusi) melawan Hendrik Hakim, Steven Hakim selaku termohon kasasi (sekarang termohon eksekusi), Setiawan SH selaku turut termohon kasasi, Ny Susanna Tanu SH (notaris) selaku termohon kasasi IV dan pimpinan BNI Jakarta c/q pimpinan kantor kantor wilayah 09 Banjarmasin selaku turut tergugat, adalah menyalahgunakan atau mendompleng pembacaan amar keputusan pengadilan untuk mengambil alih dengan paksa pengelolaan GTM.

Bahkan menurutnya, tindakan eksekusi yang dilakukan pada Rabu (8/6) merupakan tindakan arogansi dan sewenang-wenang. Ditegaskannya tindakan ini merupakan pengambil alihan secara paksa GTM, dengan memanipulasi pembacaan amar keputusan PN atas keputusan Mahkamah Agung. Yang sebenarnya bukan bersifat eksekusi, tetapi dibelokkan oleh pemohon eksekusi untuk menguasai secara paksa GTM, baik dari penguasaan fisik maupun manajemennya.

Padahal lanjut Steven, saat ini status perkara sengketa antara pemohon eksekusi dengan termohon eksekusi masih tahap peninjauan kembali (PK) di tingkat Mahkamah Agung. Dia pun merincikan, dalam perjalanannya PT Gusher Tarakan telah mengubah kepengurusannya sejak tahun 2006 yang dipimpin oleh Steven Hakim (selaku Presiden Direktur). Sebagaimana tertera dalam akte perubahan yang telah menjadi Tambahan Berita Negara Republik Indonesia No. W13-00167 HT.01.04-TH 2006, yang telah di sah kan oleh Departemen Hukum dan HAM. Bahkan dalam perubahan tersebut kedua pemohon eksekusi (Gusti Sjaifuddin maupun saudara Deny Mardani) namanya tidak lagi tertera di dalam kepengurusannya PT Gusher Tarakan.

Soal keberadaan PT SAS, dijelaskan Steven, hadirnya PT SAS ditunjuk oleh PT Gusher Tarakan (Kubu Hendrik Hakim) sebagai Badan Pengelola untuk mengelola GTM secara profesional, dan PT SAS sendiri tidak mempunyai hak apapun di luar pengelolaan. Misalnya, di dalam penjualan, penyewaan dan sebagainya. “Intinya PT SAS adalah sebagai ketua RT di dalam lingkungan mall tersebut yang menarik iuran dari penghuninya dan membayarkan kewajiban pengelolaan seperti halnya listrik, air dan sebagainya,” rinci Steven.

Diberitakan sebelumnya, perseteruan panjang antara pemegang saham PT Gusher Tarakan, yang berbuntut pada pengelolaan GTM, akhirnya mendapat kekuatan hukum tetap dari Mahkamah Agung RI. Rabu (8/6), juru sita Pengadilan Negeri (PN) Tarakan melakukan eksekusi di GTM. Eksekusi ini berdasarkan penetapan nomor 15/Pdt.G/2007/PN Trk sebagaimana putusan PN Tarakan tanggal 6 Mei 2007 jo putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda tanggal 28 Januari 2009 nomor 91/PDT/2008/PT.KT.SMDA jo putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia tanggal 31 Mei 2010 nomor 2295 K/Pdt/2009.

Dari pelaksanaan eksekusi tersebut, bukan dilakukan terhadap fisik maupun fasilitas yang ada di dalamnya sebagaimana eksekusi perkara lainnya. Akan tetapi hanya dilakukan terhadap pengelolaan GTM. Yang selama ini dikelola oleh PT Sukses Aman Sejahtera (PT SAS), maka terhitung Rabu (8/6) manajemen pengelolaan GTM beralih ke PT Gusher Tarakan dengan Direktur Perseroan Deny Mardani.

Sementara itu dalam surat berita acara eksekusi yang dibacakan RD Budiharjo SH dari PN Tarakan menyatakan, segala bentuk pinjaman yang dilakukan termohon eksekusi (Hendrik Hakim cs) menjadi tanggungjawab pribadi. Untuk itu tergugat I dan tergugat II secara tanggung renteng untuk membayar secar

Sumber : radartarakan.co.id (17 Juni 2011)