Kantor Cabang Bank CIMB Niaga Tarakan Diresmikan

Kantor Cabang Bank CIMB Niaga Tarakan Diresmikan - BorneoTARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio meresmikan pengoperasian Kantor Cabang CIMB Niaga di Jalan Mulawarman Tarakan, Rabu (19/1/2011). Ini merupakan kantor Bank Niaga ke-758 di Indonesia dan jaringan kantor bank ke- 40 di Indonesia bagian Timur.

Area Manager Indonesia Timur, Rahmat A Haris VP, mengungkapkan dipilihnya Tarakan sebagai salah satu daerah berdirinya kantor, karena Tarakan menyimpan peluang yang cukup menjanjikan yaitu menjadicenter poin di wilayah Kalimantan Timur bagian Utara. "Kami melihat pertumbuhkan perekonomian di Tarakan ini sangat maju, dan pendistribusian produk pun berjalan normal. Jadi kami yakin peluang untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Tarakan bisa berjalan dengan baik," ucapnya.

Rahmat mengatakan, sebagai bentuk mendukung pertumbuhan perekonomian di Tarakan pihaknya memanfaatkan sumber daya manusia (SDM) yang berasal dari Tarakan. (*)

Sumber : tribunkaltim (19 Januari 2011)

7 Rumah dan Kios di Tarakan Terbakar

7 Rumah dan Kios di Tarakan Terbakar - BorneoTARAKAN - Diperkirakan tujuh rumah dan kios yang berada di RT 8 Kelurahan Selumit ludes terbakar, si jago merah, pukul 18.00, Selasa (18/1/2011). Akibatnya satu petugas pemadam kebakaran terluka dikakinya karena tertusuk paku, saat akan memadamkan api.

Penyebab kebakaran diduga berasal dari kios bensin milik Agus. Api langsung menyambar cepat ke bangunan rumah dan kios yang berada disamping dan belakang. Sebanyak 12 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api begitu pula dengan 4 unit truk dari PDAM Tarakan. Akhirnya selama dua jam setengah api baru bisa dipadamkan.

Yono Suratin, salah satu korban yang rumahnya terbakar mengaku, api bermula dari kios bensin milik Agus. "Saya dengar mau mengisi bensin, ternyata bensinya tumpah, dan tiba-tiba saja ada percikan api, dan api langsung membesar, dan warga berusaha padamkan api, tapi api malah tambah besar," ujarnya.

Ketika melihat api membesar Yono, bersama, istri dan anaknya langsung berusaha menyelamatkan harta bendanya, namun sayang hanya surat-surat berharga dan satu unit mesin pendingin yang berhasil diselamatkan dan lainnya ludes terbakar.

"Semuanya habis terbakar, hanya surat-surat berharga yang bisa diselamatkan, tapi saya masih bersyukur keluarga saya semuanya selamat. Jadi untuk sementara ini saya tinggal di rumah keluarga dulu, sebab tidak tahu lagi harus kemana," katanya. (*)

Sumber : tribunkaltim (18 Januari 2011)

Warga Nonton Kebakaran Dari Atas Mobil Damkar

7 Rumah dan Kios di Tarakan Terbakar - BorneoTARAKAN - Kebakaran yang melanda rumah dan kios di RT 8 Kelurahan Selumit, Selasa (18/1/2011) pukul 18.00, menjadi tontonan ratusan warga. Tentunya ini sangat menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Bahkan ada warga yang nekat naik mobil pemadam kebakaran hanya untuk menonton si jago merah.

Melihat beberapa warga menonton kebakaran dari atas mobil, petugas pemadam kebakaran yang dibantu petugas kepolisian langsung mengusir warga, karena kehadiran warga menonton kebakaran menyulitkan petugas untuk memadamkan api.

Kepala Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Hariyanto mengaku, petugasnya kesulitan memadamkan api, karena banyaknya warga yang menonton. "Saya minta kepada warga kalau ada kebakaran jangan dijadikan tontonan, sebab kami yang ada di lapangan ini jadi kesulitan. Mobil kami yang datang untuk mengambil air pun menjadi lambat, karena banyaknya warga di jalan yang menyaksikan kebarakan," ungkapnya.

Tak hanya itu, kata Hariyanto pihaknya juga kesulitan air. Tapi pihaknya bersyukur dengan adanya bantuan 4 unit mobil PDAM yang membantu memadamkan api. "Syukur PDAM mau membantu jadi api bisa dipadamkan," katanya. (*)

Sumber : tribunkaltim (18 Januari 2011)

Perusda Tarakan Jadi Pengelola Gas Rumah Tangga

Perusda Tarakan Jadi Pengelola Gas Rumah Tangga - BorneoTARAKAN - Perusahaan Daerah (Perusda) Kota Tarakan, akhirnya dipilih Departamen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Direktorat Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi sebagai pengelola gas rumah tangga di Kota Tarakan, setelah mengikuti tender yang dilakukan Ditjen Minyak dan Gas Bumi di Jakarta.

Menurut Direktur Perusda Tarakan, Tigor Nainggolan, sebagai pengelola pihaknya akan segera melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya. "Tapi untuk saat ini kami belum langsung bekerja, karena masih menunggu Surat Keputusan (SK) resmi dari Menteri ESDM. Kalau kami sudah menerima SK barulah kami bekerja," ujarnya, Senin (17/1/2011)

Tigor mengaku, untuk melaksanakan tugas sebagai pengelola, pihaknya telah menyiapkan delapan orang tenaga ahli teknik. Mereka ini nantinya bertugas mulai dari mencatat meteran pemakaian, menerima keluhan masyarakat hingga melakukan perbaikan apabila ditemukan ada kerusakan.(*)

Sumber : tribunkaltim (17 Januari 2011)

BI akan Bentuk TPID Kota Tarakan

BI akan Bentuk TPID Kota Tarakan - BorneoTARAKAN - Untuk menjaga dan memelihara stabilisasi pergerakan inflasi daerah, Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan akan segera membentuk Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

TPID ini nantinya dipimpin oleh Walikota Tarakan dan dibantu beberapa anggotanya, diantaranya, Sekertaris Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Ekonomi dan BI. TPID bertugas untuk memonitor masalah inflasi yang terjadi di Kota Tarakan.

Peneliti Ekonomi Muda Senior BI Cabang Samarida, Sulistiyono mengungkapkan, pembentukan TPID di Tarakan sangat penting untuk dibentuk. Pasalnya nilai inflasi yang dimiliki Kota Tarakan sangat tinggi daripada kota lainnya di Kaltim.

"Tarakan ini nilai inflasinya paling tinggi di Kaltim yaitu 7,92 persen, sedangkan Samarinda hanya 7 persen, dan Balikpapan 7,38 persen. Untuk itu lah Tarakan harus memiliki TPID untuk dapat membentuk pengendalian inflasi di daerah," katanya usai bertemu Walikota Tarakan, Selasa (18/1/2011)

Sementara itu, Walikota Tarakan, Udin Hianggio mengatakan, pihaknya sangat mendukung dengan adanya rencana pembentukan TPID. "Kami sangat mendukung dibentuknya TPID. Tentunya ini langkah posisiti yang dapat membantu lajunya inflasi di Kota Tarakan," ujarnya. (*)

Sumber : tribunkaltim (18 Januari 2011)

Alicia Djohar Ingin Syuting Film di Pantai Amal Tarakan

Alicia Djohar Ingin Syuting Film di Pantai Amal Tarakan - BorneoAlicia Djohar yang menghibur keluarga besar RSUD Tarakan di Pantai Amal Baru Kota Tarakan, Minggu (16/1/2011) ternyata mengagumi keindahan pantai ini. Melihat pantai Amal dengan hamparan pasir putihnya ini, Alicia berkeinginan untuk syuting film di Pantai Amal.

"Pantainya bagus, karena saya lihat gelombang lautnya tidak terlalu besar, jadi cocok sekali untuk orang berenang dan cocok juga untuk syuting film disini. Saya harap keinginan saya ini dapat terwujud dan ada pihak-pihak yang mau mendukung. Kalau syuting di tempat ini, dapat sekaligus memperomosikan pariwisata di Kota Tarakan," ujarnya.

Mendengar keinginan Alicia, Direktur RSUD Tarakan, Wiranegara Tan menyambut keinginan tersebut. "Saya kira ini ide menarik, dan tentunya akan saya dukung dan mencari beberapa pihak yang dapat mendukung ide ini, agar kota Tarakan juga dikenal masyarakat luas," katanya (*)

Sumber : tribunkaltim (16 Januari 2011)

Sebelumnya :

Artis Senior Alicia Djohar Meriahkan HUT ke 47 RSUD Tarakan

Artis Senior Alicia Djohar Meriahkan HUT ke 47 RSUD Tarakan - BorneoArtis senior Alicia Djohar hadir di acara family day yang digelar Keluarga Besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan, dalam Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-47 RSUD Tarakan, Minggu (16/1/2011) di Pantai Amal Baru.

Kehadiran Alicia Djohar yang merupakan artis film dan sinetron ini menghibur keluarga besara RSUD Tarakan lewat beberapa lagu yang dinyanyikannya. Meskipun bukan penyanyi, ternyata suara wanita berusia 56 tahun ini tetap asyik didengar.

Dalam kesempatan ini Alicia juga menyanyikan lagu Baik-Baik Sayang, salah satu soundtrack film Baik-Baik Sayang (BBS) yang diperankannya. Di film BBS ini, Alicia berperan sebagai ibunda dari Intan Nuraini yang berperan sebagai westi.
Direktur RSUD Tarakan Wiranegara Tan mengharapkan, dengan acara ini kedepannya dapat meningkatkan kerjasama dan kekompakkan di antara karyawan RSUD Tarakan.

Di family day ini digelar berbagai lomba, di antaranya lomba joget dangdut berpasangan, bakiak, dan tarik tambang. Tak hanya itu ada pula permainan flying fox. Permainan yang terbang menggunakan tali ini diikuti anak-anak, remaja hingga dewasa. (*)

Sumber : tribunkaltim (16 Januari 2011)

Staf Setwan Tarakan Sukses Berenang dari Nunukan ke Malaysia

Staf Setwan Tarakan Sukses Berenang dari Nunukan ke MalaysiaNUNUKAN - Ibrahim, staf Sekretariat DPRD Tarakan, Rabu (12/1/2011) hari ini berhasil mewujudukan ambisinya menyeberangi laut antara Pulau Sebatik hingga Tawau, Sabah, Malaysia. Ibrahim mampu menembus Malaysia selama sekitar empat jam dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer.

Kedalaman laut mencapai 32 meter dengan arus 80 knot perjam. Berbeda dengan aksinya yang lalu, kali ini Ibrahim harus mengenakan pakaian renang untuk menghindari sengatan ubur-ubur. Ia berenang tak henti-hentinya tanpa alat bantu.

Perenang yang pernah gagal melaksanakan misinya pada Agustus 2010 lalu ini, memulai persiapan sekitar pukul 06.00 pagi tadi dengan pemanasan. Selanjutnya ia berenang dan tiba di Pelabuhan Sabindo, Tawau ekitar pukul 10.30. Sesampainya di Tawau, Ibrahim disambut Kepala Konsulat Jenderal RI Tawau, Widoratno Rahendra Jaya, Presiden Majelis Perbandaran Tawau Ismail Mayakob, Wakil Menteri Keuangan Sabah. Pengalungan bendera merah putih pada lehernya mengakhiri aksi renang yang sudah dipersiapkannya selama berbulan-bulan. (*)

Sumber : tribunkaltim (12 Januari 2011)

Staf Setwan Tarakan Sukses Berenang dari Nunukan ke Malaysia

Staf Setwan Tarakan Sukses Berenang dari Nunukan ke MalaysiaNUNUKAN - Ibrahim, staf Sekretariat DPRD Tarakan, Rabu (12/1/2011) hari ini berhasil mewujudukan ambisinya menyeberangi laut antara Pulau Sebatik hingga Tawau, Sabah, Malaysia. Ibrahim mampu menembus Malaysia selama sekitar empat jam dengan jarak tempuh sekitar delapan kilometer.

Kedalaman laut mencapai 32 meter dengan arus 80 knot perjam. Berbeda dengan aksinya yang lalu, kali ini Ibrahim harus mengenakan pakaian renang untuk menghindari sengatan ubur-ubur. Ia berenang tak henti-hentinya tanpa alat bantu.

Perenang yang pernah gagal melaksanakan misinya pada Agustus 2010 lalu ini, memulai persiapan sekitar pukul 06.00 pagi tadi dengan pemanasan. Selanjutnya ia berenang dan tiba di Pelabuhan Sabindo, Tawau ekitar pukul 10.30. Sesampainya di Tawau, Ibrahim disambut Kepala Konsulat Jenderal RI Tawau, Widoratno Rahendra Jaya, Presiden Majelis Perbandaran Tawau Ismail Mayakob, Wakil Menteri Keuangan Sabah. Pengalungan bendera merah putih pada lehernya mengakhiri aksi renang yang sudah dipersiapkannya selama berbulan-bulan. (*)

Sumber : tribunkaltim (12 Januari 2011)

Dua Kali Kebakaran dalam Sehari di Tarakan

Dua Kali Kebakaran dalam Sehari di Tarakan - BorneoTARAKAN - Dalam sehari terjadi dua kali kebakaran di lokasi berbeda di Kota Tarakan, Senin (10/1/2011). Dua lokasi tersebut di rumah Laode Jalan Mulawarman RT 45 dan belakang gedung Diploma III Keperawatan Universitas Borneo di Jalan Pulau Irian.

Dua kali kebakaran ini tidak menimbulkan korban jiwa hanya saja harta benda yang habis terbakar. Kebakaran yang terjadi dua kali di Kota Tarakan dengan hari yang sama tentunya membuat kaget masyarakat Kota Tarakan.

Bagaimana tidak, pukul 10.00 terjadi kebakaran yang menimpa rumah Laode. Saat terjadi kebakaran, Laode bersama keluarganya tidak berada di rumah, karena sedang berada di Jawa, sehingga rumah Laode yang terbuat dari kayu pun habis terbakar.


Sore harinya pukul 16.30 kembali terjadi kebakaran di belakang gedung Diploma III Keperawatan. Tentunya kebakaran ini membuat kepanikan bagi mahasiswi-mahasiswa yang sedang mengikuti perkuliahan dan langsung berlari keluar gedung. (*)

Sumber : tribunkaltim (10 Januari 2011)

Tarakan Termasuk Kota Kecil Nyaman Huni

Kota-kota Kecil Nyaman Huni

by TOKOH ARSITEKTUR TEMPO 2010


Tarakan Termasuk Kota Kecil Nyaman Huni - Kaltim BorneoMengapa Tempo memilih tema "Kota kota Kecil Nyaman Huni" untuk Tokoh Arsitektur 2010? Bermula dari makin bertumpuknya persoalan di Ibu Kota Jakarta. Sepanjang 2010, praktis tak ada kabar baik tentang Jakarta. Kemacetan semakin kronis, yang pada akhirnya membuat pemerintah pusat mengambil alih upaya mengatasinya. Wakil Presiden Boediono pun membentuk tim khusus.

Banjir. Cerita lama yang makin membebat Jakarta karena dampaknya yang makin kompleks-ditambah faktor perubahan iklim yang mengacaukan musim. Banjir juga mengakibatkan kemacetan kian tak terurai. Orang marah dan frustrasi karena harus menghabiskan waktu dan energi di jalan.

Jakarta seperti masalah yang tanpa penyelesaian. Hingga muncul wacana pemindahan ibu kota ke luar Jakarta. Berbagai ahli mengajukan usul. Bahkan seminar dan diskusi berlangsung dalam berbagai tataran: lokal hingga nasional.

Yang lebih parah, ibu kota negara seluas 740,28 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, serta intensitas kepadatan 14.464 per kilometer persegi itu berjalan tanpa arah. Rencana Tata Ruang dan Wilayah 2010 2030 hingga akhir 2010 masih berupa draf, belum disetujui sebagai produk hukum yang mengikat.

Daripada terus menggerutu dan mengkritik, toh Jakarta tidak juga berubah menjadi baik, lebih baik mencari alternatif. Inilah yang menjadi bahan diskusi kami dengan tim juri pemilihan Tokoh Arsitektur Tempo 2010, yaitu arsitek pengurus Ikatan Arsitek Indonesia, Bambang Eryudhawan; ahli lanskap dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga; dan arsitek yang seniman, Yori Antar. Akhirnya, kami sepakat mengusung tema "Kota kota Kecil Nyaman Huni".

Pilihan itu bukannya tanpa landasan pertimbangan kehangatan.

Pertama, tema besar Hari Tata Ruang Kota Sedunia adalah smart green city planning, kota hijau yang cerdas. Ini sekaligus menjadi alasan kami "menghindari" kota besar, seperti ibu kota negara atau provinsi. Sebab, di Indonesia tidak akan ada contoh kota besar yang masuk kategori terencana dengan cerdas. Kalaupun ada, mungkin hanya satu atau dua.

Kedua, mempertimbangkan kehadiran korupsi. Kota nyaman huni (livable) tidak mungkin atau sangat sulit terwujud bila pemangkunya korup. Sulit menemukan kota besar yang bersih dari korupsi. Untuk itu, kami menengok hasil survei indeks persepsi korupsi Transparency International Indonesia terhadap 50 kota di Indonesia. Kota yang masuk urutan 1 25 kota terkorupsi dicoret.

Nirwono Joga, yang banyak menjadi juri dalam lomba perencanaan kota, memperkuat alasan kedua dengan tiga ukuran untuk memilih kota: segi ekologi, ekonomi, dan sosial. "Ini entry point. Yang kami pilih kota kota bersih dalam arti bersih dalam penyelenggaraan pemerintahan, bersih kotanya, dan roda perekonomiannya berjalan," katanya.

Ketiga, seperti yang ditulis dalam kolom "Berpaling ke Kota Nyaman Huni" oleh Eko Budihardjo, guru besar arsitektur dan perkotaan Universitas Diponegoro, Semarang. Tren dunia kini bukan lagi membahas kota kota besar seperti New York dan Los Angeles, karena di tempat tempat seperti itu sudah terlalu banyak keburukan yang menurunkan kualitas hidup manusia. Tata kota dunia sedang berfokus pada kota kota kecil nyaman huni, karena selain lebih ditata secara manusiawi dan demokratis, bisa menjadi alternatif orang untuk tinggal dan hidup sejahtera.

Setelah sepakat dengan tema, yang ditentukan berikutnya adalah zonasi, karena tidak mungkin membandingkan ukuran Jawa dengan kota di luar Jawa. Maka dibagilah menjadi barat, tengah, dan timur. Akhirnya terpilih kota kota kecil yang dipimpin oleh wali kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Masing masing kota pilihan punya ciri khas dan kekuatan. Dari semua pilihan berdasarkan debat, amatan, reportase, dan wawancara berbagai sumber, tersaringlah delapan kota: Sawahlunto di Sumatera Barat, Tegal dan Surakarta di Jawa Tengah, Blitar di Jawa Timur, Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Balikpapan dan Tarakan di Kalimantan Timur, serta Bau bau di Sulawesi Tenggara.

Penghargaan Tokoh Arsitektur kali ini kami berikan kepada para pemangku daerah, yaitu wali kota dan timnya, yang berhasil menjadikan kota mereka nyaman huni.

TIM ARSITEKTUR TEMPO 2010
Penanggung Jawab: Bina Bektiati, Koordinator: Ahmad Taufik, Penulis: Ahmad Taufik, Adek Media, Harun Mahbub, Tito Sianipar, Reporter: Tito Sianipar (Banjarbaru), Harun Mahbub (Baubau), Imran Ma (Lhokseumawe), Soetana Monang Hasibuan (Sibolga/Siantar), Febrianti (Sawahlunto), Arif Ardiansyah (Pagaralam), Jayadi Supriyadin (Tasikmalaya), Edi Faisol dan Sohirin (Tegal), Hari Tri Wasono (Blitar), Sri Gunawan Wibisono (Balikpapan), Suherman Madani (Parepare), Fotografi : Aryus P. Soekarno (koordinator) Desain: Ehwan Kurniawan (koordinator), Agus Darmawan Setiadi, Kiagus Auliansyah, Tri Watno Widodo. Bahasa: Sapto Nugroho, Dewi Kartika Teguh.

Sumber : Majalah Tempo (3 Januari 2011)

Tarakan Termasuk Kota Kecil Nyaman Huni

Kota-kota Kecil Nyaman Huni

by TOKOH ARSITEKTUR TEMPO 2010


Tarakan Termasuk Kota Kecil Nyaman Huni - Kaltim BorneoMengapa Tempo memilih tema "Kota kota Kecil Nyaman Huni" untuk Tokoh Arsitektur 2010? Bermula dari makin bertumpuknya persoalan di Ibu Kota Jakarta. Sepanjang 2010, praktis tak ada kabar baik tentang Jakarta. Kemacetan semakin kronis, yang pada akhirnya membuat pemerintah pusat mengambil alih upaya mengatasinya. Wakil Presiden Boediono pun membentuk tim khusus.

Banjir. Cerita lama yang makin membebat Jakarta karena dampaknya yang makin kompleks-ditambah faktor perubahan iklim yang mengacaukan musim. Banjir juga mengakibatkan kemacetan kian tak terurai. Orang marah dan frustrasi karena harus menghabiskan waktu dan energi di jalan.

Jakarta seperti masalah yang tanpa penyelesaian. Hingga muncul wacana pemindahan ibu kota ke luar Jakarta. Berbagai ahli mengajukan usul. Bahkan seminar dan diskusi berlangsung dalam berbagai tataran: lokal hingga nasional.

Yang lebih parah, ibu kota negara seluas 740,28 kilometer persegi, dengan jumlah penduduk sekitar 9,5 juta jiwa, serta intensitas kepadatan 14.464 per kilometer persegi itu berjalan tanpa arah. Rencana Tata Ruang dan Wilayah 2010 2030 hingga akhir 2010 masih berupa draf, belum disetujui sebagai produk hukum yang mengikat.

Daripada terus menggerutu dan mengkritik, toh Jakarta tidak juga berubah menjadi baik, lebih baik mencari alternatif. Inilah yang menjadi bahan diskusi kami dengan tim juri pemilihan Tokoh Arsitektur Tempo 2010, yaitu arsitek pengurus Ikatan Arsitek Indonesia, Bambang Eryudhawan; ahli lanskap dari Universitas Trisakti, Nirwono Joga; dan arsitek yang seniman, Yori Antar. Akhirnya, kami sepakat mengusung tema "Kota kota Kecil Nyaman Huni".

Pilihan itu bukannya tanpa landasan pertimbangan kehangatan.

Pertama, tema besar Hari Tata Ruang Kota Sedunia adalah smart green city planning, kota hijau yang cerdas. Ini sekaligus menjadi alasan kami "menghindari" kota besar, seperti ibu kota negara atau provinsi. Sebab, di Indonesia tidak akan ada contoh kota besar yang masuk kategori terencana dengan cerdas. Kalaupun ada, mungkin hanya satu atau dua.

Kedua, mempertimbangkan kehadiran korupsi. Kota nyaman huni (livable) tidak mungkin atau sangat sulit terwujud bila pemangkunya korup. Sulit menemukan kota besar yang bersih dari korupsi. Untuk itu, kami menengok hasil survei indeks persepsi korupsi Transparency International Indonesia terhadap 50 kota di Indonesia. Kota yang masuk urutan 1 25 kota terkorupsi dicoret.

Nirwono Joga, yang banyak menjadi juri dalam lomba perencanaan kota, memperkuat alasan kedua dengan tiga ukuran untuk memilih kota: segi ekologi, ekonomi, dan sosial. "Ini entry point. Yang kami pilih kota kota bersih dalam arti bersih dalam penyelenggaraan pemerintahan, bersih kotanya, dan roda perekonomiannya berjalan," katanya.

Ketiga, seperti yang ditulis dalam kolom "Berpaling ke Kota Nyaman Huni" oleh Eko Budihardjo, guru besar arsitektur dan perkotaan Universitas Diponegoro, Semarang. Tren dunia kini bukan lagi membahas kota kota besar seperti New York dan Los Angeles, karena di tempat tempat seperti itu sudah terlalu banyak keburukan yang menurunkan kualitas hidup manusia. Tata kota dunia sedang berfokus pada kota kota kecil nyaman huni, karena selain lebih ditata secara manusiawi dan demokratis, bisa menjadi alternatif orang untuk tinggal dan hidup sejahtera.

Setelah sepakat dengan tema, yang ditentukan berikutnya adalah zonasi, karena tidak mungkin membandingkan ukuran Jawa dengan kota di luar Jawa. Maka dibagilah menjadi barat, tengah, dan timur. Akhirnya terpilih kota kota kecil yang dipimpin oleh wali kota di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Masing masing kota pilihan punya ciri khas dan kekuatan. Dari semua pilihan berdasarkan debat, amatan, reportase, dan wawancara berbagai sumber, tersaringlah delapan kota: Sawahlunto di Sumatera Barat, Tegal dan Surakarta di Jawa Tengah, Blitar di Jawa Timur, Banjarbaru di Kalimantan Selatan, Balikpapan dan Tarakan di Kalimantan Timur, serta Bau bau di Sulawesi Tenggara.

Penghargaan Tokoh Arsitektur kali ini kami berikan kepada para pemangku daerah, yaitu wali kota dan timnya, yang berhasil menjadikan kota mereka nyaman huni.

TIM ARSITEKTUR TEMPO 2010
Penanggung Jawab: Bina Bektiati, Koordinator: Ahmad Taufik, Penulis: Ahmad Taufik, Adek Media, Harun Mahbub, Tito Sianipar, Reporter: Tito Sianipar (Banjarbaru), Harun Mahbub (Baubau), Imran Ma (Lhokseumawe), Soetana Monang Hasibuan (Sibolga/Siantar), Febrianti (Sawahlunto), Arif Ardiansyah (Pagaralam), Jayadi Supriyadin (Tasikmalaya), Edi Faisol dan Sohirin (Tegal), Hari Tri Wasono (Blitar), Sri Gunawan Wibisono (Balikpapan), Suherman Madani (Parepare), Fotografi : Aryus P. Soekarno (koordinator) Desain: Ehwan Kurniawan (koordinator), Agus Darmawan Setiadi, Kiagus Auliansyah, Tri Watno Widodo. Bahasa: Sapto Nugroho, Dewi Kartika Teguh.

Sumber : Majalah Tempo (3 Januari 2011)

Walikota Tarakan Resmikan Masjid Jami Hidayatullah

Walikota Tarakan Resmikan Masjid Jami Hidayatullah - BorneoTARAKAN - Walikota Tarakan Udin Hianggio meresmikan Masjid Jami Pondok Pesantren Hidayatullah di Karungan, Minggu (2/1/2011). Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan prasasti pembangunan Masjid Jami.

Udin berharap dengan dibangunnya masjid Jami ini dapat mendukung kelancaran dan kegiatan pondok pesantren, salah satunya meningkatkan kelancaran dalam membaca alquran bagi putra- putri pondok pesantren Hidayatulah.

"Saya juga berharap di Pesantren Hidayatullah ini dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik agar nantinya dapat membawa nama Pemkot Tarakan ditingkat provinsi Kaltim. Sebab beberapa waktu lalu di ajang MTQ tingkat provinsi Kaltim kita sempat diurutan ke 12. Saya harap kedepannya peringkat di MTQ ini dapat diperbaiki," ujarnya.

Ketua Pembangunan Masjid Jami, Salman mengungkapkan, pembangunan masjid Jami yang berlantai II tersebut belum selesai 100 persen. Hingga saat ini pembangunannya baru selesai 70 persen dan masih kurang 30 persen lagi.

"Karena masih kurang 30 persen ini, kami berharap adanya bantuan lagi dari Pemkot Tarakan. Sebab saat ini Pemkot Tarakan sudah membantu sekitar 200 juta dari Rp 2 miliyar lebih dana yang kami anggarkan untuk pembangunan masjid ini," ucapnya. (*)

Sumber : tribunkaltim (2 Januari 2011)

Agus Adnan Jabat Dirut PDAM Kota Tarakan

Agus Adnan Jabat Dirut PDAM Kota Tarakan - BorneoTARAKAN - Tim Panitia Seleksi PDAM Kota Tarakan, akhirnya menetapkan Agus Adnan sebagai Direktur Utama PDAM Kota Tarakan. Terpilihnya Agus Adnan, setelah panitia melakukan rapat pleno dan adanya pertimbangan dari badan pengawas PDAM.

Walikota Tarakan Udin Hianggio pun, dalam waktu dekat ini akan segera mengeluarkan surat keputusan pengangkatan dan pelantikan Agus Adnan. "Insyallah Januari ini juga akan segera pengangkatan dan pelantikan. Hanya tinggal menunggu surat keputusan dari Walikota Tarakan," ujar Ketua Tim Panitia Seleksi, Badrun,yang juga Sekertaris Kota Tarakan, Senin (3/12/2011) di ruang kerjanya.

Agus Adnan terpilih setelah menyingkirkan rivalnya Agus Salim. Dalam berbagai rangkaian tes, mulai dari tes visi dan misi PDAM di depan tim panitia seleksi dan anggota DPRD Tarakan, tes psikologi dan tes tertulis nilai Agus Adnan lebih tinggi dari Agus Salim.(*)

Sumber : tribunkaltim (3 Januari 2011)