D III Keperawatan Universitas Borneo Tarakan

Materi Etika Diberi Porsi 35 Persen

D III Keperawatan Universitas Borneo TarakanUNIVERSITAS Borneo Tarakan (UBT) memiliki enam fakultas dan dua diploma. Satu di antaranya, Diploma III Keperawatan. Gedung perkuliahan Diploma III (D-III) Keperawatan berbeda dengan fakultas lainnya. Pasalnya gedung perkuliahan terpisah dengan gedung lainnya yang berada di Pantai Amal Lama. Sedangkan gedung perkuliahan D-III Keperawatan ini berada persis di depan Rumah Sakit Umum (RSUD) Tarakan.

PAGI itu tampak ratusan mahasiswa dan mahasiswi D-III Keperawatan dengan mengenakan seragam kuliah sedang mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS). Di dalam ruangan kelas tersebut, mereka terlihat sibuk mengerjakan lembaran jawaban soal, dijaga dua orang pengawas.

Tak berapa lama kemudian, bel berbunyi panjang sebagai tanda UTS telah berakhir. Satu persatu mahasiswa dan mahasiswi pun tersebut keluar dari ruangan kelas masing-masing. Di luar, sebagian dari mereka asyik bercerita, ada pula yang membuka-buka kembali buku materi perkuliahan.

Gedung perkuliahan D-III Keperawatan yang memiliki tiga lantai ini mempunyai tujuh ruangan kelas. Setiap ruangan kelas memiliki kapasitas yang berbeda-beda. Ada satu ruangan kelas yang isinya 60 orang ada pula ruangan kelas yang hanya 31 orang. Setiap ruangan dilengkapi AC dan proyektor sebagai penunjang perkuliahan mahasiswa dan mahasiswi agar lebih nyaman mendapatkan materi perkuliahan yang diberikan dosen.

Sebagai penunjang proses perkuliahan D-III Keperawatan, dilengkapi berbagai sarana dan prasarana mulai dari memiliki enam laboratorium, perpustakaan yang dilengkapi dengan 3.000 buku dengan 1.035 judul buku tentang kesehatan, mushala hingga aula.

Menurut Wakil Direktur I Bidang Akademik dan Kemahasiswan Dewi Hariyanti, dalam memberikan materi perkuliahan kepada mahasiswa dan mahasiswi pihaknya tidak hanya memberikan teori dan praktik saja, melainkan pemberian materi etika.

"Materi etika di sini, kami mengajarkan bagaimana mahasiwa dan mahasiswi Keperawatan ini menjaga sikapnya dalam berkomunikasi. Mulai dari cara bicara, sikap yang memberikan perkataan yang jujur hingga memberikan senyuman. Sebab di sini perawat sebagai pelayanan masyarakat, sehingga harus ramah dalam bertutur kata," ungkapnya.

Dengan adanya materi perkuliahan etika ini, kata Dewi, pihaknya pun memberikan penilaian etika yang cukup besar yaitu sebesar 35 persen. "Untuk materi etika ini, masing-masing dosen dapat menilai etika mahasiswa dan mahasiwi saat berada di dalam ruangan kelas," katanya.

Tak hanya itu, D-III Keperawatan yang memiliki 336 mahasiswa dan mahasiswi serta 40 dosen dan staf ini juga memberikan penilaian keaktifan. Artinya apabila ada mahasiswa dan mahasiswi tersebut aktif dalam berdiskusi, bertanya kepada dosen hingga mengikuti kegiatan di kampus akan mendapatkan penilaian tersendiri.

Dengan sistem pembelajaran perkuliahan mulai dari mempelajari teori, praktik hingga etika, tidak heran apabila lulusan D-III Keperawatan ini selalu diterima bekerja di seluruh rumah sakit di wilayah utara, mulai dari Tarakan, Malinau, Bulungan, Nunukan hingga luar Tarakan, seperti Bali dan Lombok. Bahkan alumni dari Keperawatan ini pun dibekali sertifikat Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) dari pelatihan gawat darurat 118. (junisah)

Sumber : Tribun Kaltim (25 Maret 2010) Borneo

Lion Air Mulai Simulasi

Lion Air Mulai Simulasi Rute Tarakan – Jakarta dan Jakarta – TarakanRUTE Tarakan – Jakarta dan Jakarta – Tarakan direct menjadi idola baru bagi maskapai penerbangan di Indonesia. Setelah Batavia Air, kini menyusul Lion Air yang rencananya akan menerbangkan satu armadanya pada rute tersebut. Armada yang disiapkan tersebut dari jenis Boeing 737 - 900ER dengan jumlah penumpang sekitar 200-an orang.

Rachimsyah, Plt Station Manager Lion Air Tarakan menyebutkan saat ini perizinan terkait rencana penerbangan rute Tarakan – Jakarta direct tersebut sudah komplet. Kini, tinggal pelaksanaan persiapan internal yang dilakukan Lion Air baik di Jakarta maupun Tarakan. “Simulasi dimaksud dilaksanakan sambil jalan seperti mengalkulasikan kecepatan proses check in, lalu kesiapan perangkat teknologi IT. Untuk IT, kami mendatangkan teknisi yang akan menginstalasi line-nya,” ucap Boim, panggilan akrab Rachimsyah.

Proses tersebut, kata Boim dilakukan agar awak darat Lion Air tak kaget saat penerbangan perdana Jakarta – Tarakan mulai dilaksanakan. Untuk diketahui, Lion Air sebenarnya bukan maskapai penerbangan baru yang melayani kebutuhan transportasi udara di Tarakan. Sebab, di tahun 2007 sebelum vakum Lion Air menjadi salah satu maskapai penerbangan pilihan masyarakat Tarakan. “Untuk reservasinya sendiri, sebenarnya sudah dibuka namun sementara ini hanya beberapa agen yang bisa melihatnya (sekitar 5 agen,Red). Sementara sub agen, masih dalam proses penjajakan. Dari itu, kami akan datangi mereka langsung,” ujarnya.

Lion Air jenis Boeing 737 – 900ER tersebut, akan terbang dari Jakarta pukul 02.40 waktu setempat dan tiba di Tarakan pukul 06.15 waktu setempat. Sementara, take off dari Bandara Udara Internasional Kelas 1 Khusus Juwata Tarakan pukul 07.00 waktu setempat dan tiba di Jakarta pukul 08.30 waktu setempat. “Pastinya untuk penerbangan perdana ini, harganya promo. Dan, kisarannya tak jauh dari harga promo dari maskapai penerbangan lain yang melayani rute ini,” terang Boim kepada wartawan harian ini, kemarin.

Secara teknis, pesawat ini memiliki daya angkut sekitar 4 ton sudah termasuk bagasi dan kargo. Kelasnya ada dua, yakni business class dan ekonomi. Bisa mengangkut total penumpang 205 orang yang terdiri dari 195 sheet ekonomi dan 10 sheet bisnis. “Kenapa kami memilih rute ini? Tentunya karena prospeknya bagus, dan kenapa pagi lantaran kami mempertimbangkan kemudahan connecting flight yang akan dilakukan penumpang,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Udara Internasional Kelas 1 Khusus Juwata Tarakan H Husni Djau mengungkapkan, pesawat Lion Air Boeing 737 – 900ER tersebut akan memperbanyak pilihan bagi masyarakat Tarakan yang ingin bepergian ke Jakarta langsung tanpa harus transit dengan harga yang cukup bersaing. Selain itu, pesawat ini juga akan mencetak sejarah baru bagi penerbangan komersial di Tarakan khususnya bagi Bandara Udara Juwata Tarakan. “Pesawat ini adalah pesawat yang paling maksimal bisa mendarati bandara kita. Lantaran, panjang runway-nya masih 2.250 meter sementara untuk terbang atau landing, jenis ini butuh landasan sepanjang 1,8 kilometer (km),” imbuhnya.

Namun, setelah proses pengembangan runway menjadi 2.500 meter dengan lebar 45 meter usai di tahun 2012, bandara udara Juwata mampu didarati pesawat narrow body atau berbadan lebar seperti Airbus 330 atau Boeing 767.(ndy)

Sumber : Radar Tarakan (26 Maret 2010) Borneo
Pengumuman Penerimaan Tenaga Sukarela Pertolongan Bencana Kebakaran Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tarakan TA 2010

Pengumuman Penerimaan Tenaga Sukarela Pertolongan Bencana Kebakaran Kantor Pemadam Kebakaran Kota Tarakan TA 2010

FORMASI :
1. Tenaga Pemadam. Minimal SLTA / SEDERAJAT. Jumlah : 18 ORANG
2. Tenaga Operator Fire Truck. Minimal SLTA / SEDERAJAT. Jumlah : 6 ORANG
3. Tenaga Mekanik. Minimal SMK / SEDERAJAT. Jumlah : 3 ORANG
4. Tenaga Bantuan Medis / Rescue. Minimal SMK PERAWAT. Jumlah : 3 ORANG
JUMLAH TOTAL : 30 ORANG

PERSYARATAN :
1. Warga Negara Indonesia
2. Sehat jasmani dan rohani
3. Tidak menggunakan kaca mata plus / minus
4. Batas usia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 40 (empat puluh) tahun, khusus untuk Tenaga Mekanik usia serendah-rendahnya 18 (delapan belas) tahun dan setinggi-tingginya 50 (lima puluh) tahun
5. Melampirkan foto copy ijazah terakhir yang dilegalisir / disahkan oleh pejabat berwenang sebanyak 1( satu ) lembar.
6. Melampirkan foto copy Kartu Tanda Penduduk ( KTP ) yang masih berlaku serta dilegalisir / disahkan oleh pejabat berwenang sebanyak 1 ( satu ) lembar.
7. Melampirkan pas foto berwarna dengan background warna merah ukuran 4X6 sebanyak 3 ( tiga ) lembar.
8. Melampirkan Surat Keterangan Pengalaman Kerja (jika ada)
9. Khusus Formasi Tenaga Operator Fire Truck Melampirkan Fotocopy SIM B dan Surat Keterangan Pengalaman Kerja Operator Truck Minimal 2 (dua) tahun
10. Khusus Formasi Tenaga Mekanik Melampirkan Surat Keterangan Pengalaman Kerja Mekanik Minimal 2 (dua) tahun untuk lulusan SMK Otomotif dan minimal 3 (tiga) tahun untuk lulusan SMU/sederajat lainnya
11. Khusus Formasi Tenaga Bantuan Medis Melampirkan Surat Keterangan Pengalaman Kerja perawat/tenaga medis Minimal 1 (satu) tahun

Untuk informasi selengkapnya silahkan download disini

Sumber : TarakanKota.Go.Id
SDN 024 Tarakan Wakili Kaltim

SDN 024 Tarakan Wakili Kaltim

TARAKAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarakan di Kelurahan Karang Anyar berhasil mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke Tingkat Nasional dalam Final Lomba Gugus Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Departemen Pendidikan Nasional.

SDN yang berada di Kampung Bugis ini, akan bersaing dengan peserta dari 32 provisi lainnya di Indonesia. Berkaitan dengan lomba ini, rencananya tim penilai dari Direktorat Pembinaan TK dan SD - Depdiknas April mendatang akan berkunjung ke SDN 024 Tarakan untuk memberikan penilaian.

Yang dinilai dalam Lomba Gugus SD ini adalah seluruh aspek yang tercakup dalam lingkungan sekolah, antara lain adalah administrasi sekolah, isi, proses, sarana dan prasarana sekolah, SKL, tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, manajemen gugus (ilmu manajemen dan manajemen berbasis sekolah)), KBM (kegiatan belajar mengajar), serta partisipasi masyarakat (Komite Sekolah).

Kepala SDN 024 Tarakan, Ridwan Amana mengatakan bersyukur atas terpilihnya SDN 024 mewakili Kaltim ke Tingkat Nasional. Sebab keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan Disdik Tarakan, guru, siswa dan komite sekolah.

"Kami bersyukur atas keberhasilan ini. Sebab di lomba ini bukan kami sendiri saja, tapi ada lima sekolah imbas yang berperan. Seperti SDN Utama I, SDN 009, SDN 011, SDN 034 dan Tunas Kasih. Sehingga di sini tim penilai bukan hanya menilai kami, sebagai sekolah inti, tapi juga sekolah imbas lainnya," ucap Ridwan di ruang kerjanya, Senin (15/3).

Ridwan mengungkapkan, untuk persiapan kedatangan tim penilai dari tingkat nasional, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sekolah imbas. "Kami sudah persiapkan segala sesuatunya mulai dari manjemen sekolah hingga komite sekolahnya," katanya.

Untuk target di final ini, Ridwan berharap dapat keluar sebagai juara. "Kami semua berharap dapat juara pertama. Sebab kami berkeyakinan bisa menjadi juara, karena dukungan dari guru, siswa, komite sekolah dan Disdik Tarakan sangat besar," ungkapnya.

Sebelumnya SDN 024 Tarakan telah keluar sebagai Juara I Lomba Gugus SD se-Kalimantan Timur. Untuk itu SDN 024 Tarakan berhak maju ke babak final ke tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan pada Juli mendatang. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (15 Maret 2010) Borneo

SDN 024 Tarakan Wakili Kaltim

SDN 024 Tarakan Wakili Kaltim
TARAKAN - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 024 Tarakan di Kelurahan Karang Anyar berhasil mewakili Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) ke Tingkat Nasional dalam Final Lomba Gugus Sekolah Dasar (SD) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pembinaan Taman Kanak-kanak dan Sekolah Dasar Departemen Pendidikan Nasional.

SDN yang berada di Kampung Bugis ini, akan bersaing dengan peserta dari 32 provisi lainnya di Indonesia. Berkaitan dengan lomba ini, rencananya tim penilai dari Direktorat Pembinaan TK dan SD - Depdiknas April mendatang akan berkunjung ke SDN 024 Tarakan untuk memberikan penilaian.

Yang dinilai dalam Lomba Gugus SD ini adalah seluruh aspek yang tercakup dalam lingkungan sekolah, antara lain adalah administrasi sekolah, isi, proses, sarana dan prasarana sekolah, SKL, tenaga pendidik dan kependidikan, pengelolaan, pembiayaan dan penilaian pendidikan, manajemen gugus (ilmu manajemen dan manajemen berbasis sekolah)), KBM (kegiatan belajar mengajar), serta partisipasi masyarakat (Komite Sekolah).

Kepala SDN 024 Tarakan, Ridwan Amana mengatakan bersyukur atas terpilihnya SDN 024 mewakili Kaltim ke Tingkat Nasional. Sebab keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta dan dukungan Disdik Tarakan, guru, siswa dan komite sekolah.

"Kami bersyukur atas keberhasilan ini. Sebab di lomba ini bukan kami sendiri saja, tapi ada lima sekolah imbas yang berperan. Seperti SDN Utama I, SDN 009, SDN 011, SDN 034 dan Tunas Kasih. Sehingga di sini tim penilai bukan hanya menilai kami, sebagai sekolah inti, tapi juga sekolah imbas lainnya," ucap Ridwan di ruang kerjanya, Senin (15/3).

Ridwan mengungkapkan, untuk persiapan kedatangan tim penilai dari tingkat nasional, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sekolah imbas. "Kami sudah persiapkan segala sesuatunya mulai dari manjemen sekolah hingga komite sekolahnya," katanya.

Untuk target di final ini, Ridwan berharap dapat keluar sebagai juara. "Kami semua berharap dapat juara pertama. Sebab kami berkeyakinan bisa menjadi juara, karena dukungan dari guru, siswa, komite sekolah dan Disdik Tarakan sangat besar," ungkapnya.

Sebelumnya SDN 024 Tarakan telah keluar sebagai Juara I Lomba Gugus SD se-Kalimantan Timur. Untuk itu SDN 024 Tarakan berhak maju ke babak final ke tingkat nasional yang rencananya akan diselenggarakan pada Juli mendatang. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (15 Maret 2010) Borneo
Tawarkan Potensi Wisata Tarakan ke Investor

Tawarkan Potensi Wisata Tarakan ke Investor

Gubernur Siap Jadi Sales

TARAKAN - Wali Kota Tarakan H Udin Hianggio berharap, pada anggaran perubahan (APBD-P) Kaltim yang kemungkinan disahkan pertengahan tahun ini, ada kucuran dana untuk proyek pembangunan di Kota Tarakan. Pasalnya, beberapa proyek pemerintah yang sedang dikerjakan, sempat terhenti lantaran anggaran yang tidak mencukupi lagi.

“Mudah-mudahan saja bisa dibantu. Karena ada beberapa proyek lain seperti ring road, dan pembangunan RSUD Kaltim yang belum selesai,” kata Udin Hianggio di depan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, saat berkunjung ke Tarakan beberapa waktu lalu.

Dikatakan Udin, untuk mendukung permohonan kucuran dan dari APBD perubahan Kaltim ini, beberapa waktu lalu Pemkot Tarakan juga sudah melapor kepada komisi II dan komisi IV DPRD Kaltim. Terutama terkait pembangunan RSUD Tarakan.

“Harapan kami minimal di 2011 bisa terlaksana. Kami selalu siap berkoordinasi dengan gubernur dan DPRD Kaltim untuk hal ini,” jelasnya.

Menanggapi keinginan Pemkot Tarakan ini, Awang Farouk mengaku potensi-potensi yang dimiliki Kota Tarakan ini harus didukung oleh pemerintah provinsi, terutama untuk revetment Pantai Amal.

“Mengapa provinsi mendukung, karena sejak dulu Pantai Amal sudah sangat terkenal. Waktu kecil dulu saya mainnya di sini,” kata Awang yang sempat mengenyam pendidikan sekolah rakyat di Tarakan pada 1959-1961. “Potensi yang besar ini seiring dengan Tarakan sebagai daerah tujuan wisata,” tambahnya.

Oleh karena itu, sambung gubernur, semua infrastruktur yang dapat menarik wisatawan, harus disiapkan dengan sebaik-baiknya. “Apalagi ini merupakan pintu gerbang utama untuk wilayah Utara,” sambung Awang.

Menurut Awang, orang datang ke Tarakan karena ada yang menarik untuk dikunjungi di kota ini. Meskipun Tarakan lebih dikenal sebagai pelabuhan transit untuk ke kabupaten lain di sekitarnya. Atau sebagai akses ke Malaysia melalui Nunukan.

“Dengan adanya objek ini, tentu akan menarik orang untuk datang kemari (Tarakan,Red.). Mari kita benahi Tarakan ini dan pemerintah provinsi pasti akan mendukung. Asalkan dilaksanakan dengan perencanaan yang baik,” pesan gubernur.

Dijelaskan gubernur, konsep pembangunan di Pantai Amal ini, tidak boleh setengah-setengah. Kalau perlu di lokasi Pantai Amal ini dibangun hotel-hotel di sepanjang pantai. “Yang pasti semua harus ditangani secara profesional,” kata gubernur mengingatkan.

Kaltim, sambung Awang Farouk, saat ini sedang mengembangkan PPP (Public Privat Partnership). “Kita akan bekerjasama dengan pihak-pihak swasta nasional (investor), bahkan internasional untuk datang ke Tarakan. Saya siap memfasilitasi dan saya siap menjadi salesman-nya Tarakan,” tuturnya.

Mengapa harus jadi salesman? “Karena potensi seperti ini kalau tidak ada salesman-nya percuma, tidak ada orang yang akan melirik. Apalagi disini terkenal dengan kepiting saos untuk wisata kulinernya. Saya juga usul kalau bisa ada pariwisata konvensi,” ungkapnya.

Jika pemasaran dan promosinya bagus, sambung gubernur lagi, pastinya orang-orang akan datang ke Tarakan. Baik hanya untuk berkunjung, hingga menggelar seminar-seminar internasional di Tarakan. “Saya yakin Tarakan akan jadi tujuan wisata yang berkembang,” yakinnya.(ddq)

Sumber : KaltimPost (12 Maret 2010) Borneo
Siapkan Bandara Juwata Tarakan Jadi Ikon Kaltara

Siapkan Bandara Juwata Tarakan Jadi Ikon Kaltara

BORNEO - Bandara Juwata Tarakan sebagai satu-satunya bandara internasional kelas 1 khusus di utara Kaltim terus berbenah. Kemarin (2/3), sesaat setelah mendarat di Bandara Juwata, Wakil Wali Kota (Wawali) Tarakan Suhardjo Trianto didampingi Kepala Bandara Juwata H. Husni Djau SE MM sempat meninjau beberapa fasilitas yang ada. Seperti ruang VIP, ruang VVIP (lounge), terminal keberangkatan dan perkantoran bandara.

Menurut Suhardjo, dengan kemajuan pembangunan yang cukup pesat di Bandara Juwata, tidak menutup kemungkinan bandara terbesar di utara Kaltim ini akan menjadi ikon di Kaltara, bahkan di Kaltim. “Saya yakin ke depan bandara ini akan lebih baik,” kata Wawali Suhardjo Trianto.

Mengenai status bandara internasional kelas 1 khusus yang disandang Bandara Juwata saat ini, menurut Suhardjo perlu dilakukan penyesuaian dengan statusnya sebagai bandara internasional.

“Namanya bandara internasional arahnya pasti keluar negeri, paling tidak ada standard minimalnya terutama dari sisi pelayanan,” kata Suhardjo.

Namun yang penting sekarang, sambung wawali, adalah bagaimana pemerintah kota bersama Departemen Perhubungan bisa memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada masyarakat yang menggunakan jasa penerbangan udara. Untuk mendukung pesatnya pembangunan di Bandara Juwata, Suhardjo memastikan pemerintah kota melalui APBD kota akan mendukung pembangunannya.

“Tentunya ada support dari pemerintah daerah, baik berupa anggaran maupun moril untuk mendukung pembangunan bandara,” katanya.

Salah satu pembangunan infrastruktur bandara yang akan didukung melalui APBD adalah pembangunan terminal cargo. “Justru kalau bisa yang bangun terminal cargo itu adalah pemerintah daerah. Sementara untuk pembangunan runway, apron dan terminal penumpang dibebankan ke APBN melalui Departemen Perhubungan karena itu instansi vertikal,” katanya.

Menanggapi hal ini, Kepala Bandara Juwata H. Husni Djau mengatakan, guna mendukung bandara Juwata menjadi bandara internasional, selain melakukan pembangunan di bidang fisik dan infrastruktur, Bandara Juwata juga terus melengkapi kemampuan sumber daya manusianya.

“Kita upayakan tiga tahun ke depan kita tingkatkan kinerjanya,” kata Husni, kemarin.

Yang pertama menjadi perhatian Husni Djau adalah bagaimana agar bandara Juwata ini menjadi lebih bersih dari sebelumnya. “Setelah bersih kita tingkatkan ke asri atau indah,” sebutnya.

Menurut Husni Djau, pembangunan di Bandara Juwata itu belum apa-apa karena masih banyak yang harus dilakukan pembenahan. “Insya Allah dalam waktu dekat kita sudah ada jalur penerbangan Malaysia Airlines yang akan menerbangi Tarakan-Tawau-Sandakan sampai Kinabalu,” ujar Husni. Dengan harapan, jalur penerbangan dari Tarakan menuju Malaysia ini, bisa membuka jalur-jalur penerbangan internasional lainnya. “Kalau sudah ke Malaysia, tentu bisa melanjutkan penerbangan ke Singapura atau negara lainnya,” bangganya.(ddq)

Sumber : Radar Tarakan (3 Maret 2010) Borneo

Blog Borneo ini Mendukung Terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara (KALTARA) di Borneo Indonesia ~ Bulungan, Malinau, Nunukan, Tarakan, dan Tanah Tidung Bersatu Menuju Kalimantan Utara. KALTARA Solusi Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Bagian Utara Kalimantan serta Mengatasi Perbatasan dan Kedaulatan RI Demi Indonesia Yang Lebih Baik. KALTARA YES !

Batavia Air Buka Rute Tarakan-Jakarta Tanpa Transit

Batavia Air Buka Rute Tarakan-Jakarta Tanpa TransitTarakan - Mulai hari ini managemen Batavia Air membuka jalur penerbangan baru, pulang-pergi (pp) Tarakan – Jakarta tanpa transit atau singgah. Kepala Distrik Perwakilan Tarakan Batavia Air Yunianto mengatakan, untuk melayani rute baru tersebut pihaknya menggunakan armada pesawat type Boing 737-300, dengan kapasitas penumpang sekitar 144 orang dengan jalur tempuh sekitar 2,5 jam.
“Jalur baru ini, kita lakukan dengan pesawat yang lama” ucapnya kepada Reporter Grass FM Tarakan tadi siang rabu, (03/02/2010).

Sementara upaya tersebut dilakukan, karena besarnya jumlah seat atau kursi yang terisi, yang mencapai 80 persen setiap harinya, “Saat low sesion atau waktu hari biasa, mencapai 80 persen, ini jumlah yang cukup besar, jadi kita buka jalur baru Tarakan – Jakarta” ucapnya menambahkan.

Menurutnya, dengan penambahan armada tersebut, pihaknya dapat bersaing dengan maskapai lain. Baik dari persaingan harga hingga penyedia pelayanan yang maksimal. “Kita yakin aja, yang jelas dengan cara ini sedikitnya mampu bersaing dengan maskapai lain” ucapnya menambahkan.

Selain itu, Batavia Air juga berencana mengganti armada dengan type Air Bus, pada 6 maret 2010 mendatang. “Sambil menunggu persiapan lainnya, kita akan ganti jadi nanti type Air Bus” ucapnya.

Sementara itu, Walikota Tarakan H. Udin Hianggio yang menghadiri acara penerbangan perdana tersebut mengungkapkan, pihaknya memberikan apresiasi pada manajemen Batavia Air, karena transportasi di Kota Tarakan, semakin banyak pilihan. “Kita dukung untuk Batavia Air, karena ini kan suatu hal kemajuan dalam dunia transportasi kita” ucapnya menjelaskan. (spn – grass fm tarakan)

Sumber : Grass FM (3 Maret 2010) Borneo
Perenang Tarakan Boyong 23 Emas

Perenang Tarakan Boyong 23 Emas

Dalam kejuaraan renang President Cup di Balikpapan, kontingan Tarakan berhasil meraih prestasi cemerlang. Setidaknya 23 medali emas berhasil diraih dan menempati peringkat ke 3. Pada kejuaraan renang President Cup di Balikpapan 26 sampai 28 Februari lalu kontingen Tarakan menurunkan 2 klub yakni Yus Swimming dan Tirta Sakti.

Meski demikian, Tarakan berhasil memperoleh 23 emas, 23 perak dan 15 perunggu. Tak hanya itu, Tarakan juga mampu menempati peringkat ke 3 di bawah Balikpapan dan Makassar. Bahkan, 4 perenang Tarakan mampu menyabet penghargaan perenang terbaik dari 10 penghargaan yang diperebutkan.

Sementara, pada Porprov 2010 di Bontang nanti, PRSI Tarakan selaku induk cabang olahraga renang hanya menargetkan 1 medali emas. Kemungkinan akan diperoleh dari cabang spesialis gaya dada 50, 100 dan 200 meter serta pada gaya kupu-kupu 50 dan 100 meter. (Sukma Ardiansyah, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (3 Maret 2010) Borneo

Perenang Tarakan Boyong 23 Emas

Perenang Tarakan Boyong 23 Emas
Dalam kejuaraan renang President Cup di Balikpapan, kontingan Tarakan berhasil meraih prestasi cemerlang. Setidaknya 23 medali emas berhasil diraih dan menempati peringkat ke 3. Pada kejuaraan renang President Cup di Balikpapan 26 sampai 28 Februari lalu kontingen Tarakan menurunkan 2 klub yakni Yus Swimming dan Tirta Sakti.

Meski demikian, Tarakan berhasil memperoleh 23 emas, 23 perak dan 15 perunggu. Tak hanya itu, Tarakan juga mampu menempati peringkat ke 3 di bawah Balikpapan dan Makassar. Bahkan, 4 perenang Tarakan mampu menyabet penghargaan perenang terbaik dari 10 penghargaan yang diperebutkan.

Sementara, pada Porprov 2010 di Bontang nanti, PRSI Tarakan selaku induk cabang olahraga renang hanya menargetkan 1 medali emas. Kemungkinan akan diperoleh dari cabang spesialis gaya dada 50, 100 dan 200 meter serta pada gaya kupu-kupu 50 dan 100 meter. (Sukma Ardiansyah, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (3 Maret 2010) Borneo
Tarakan Utara Pantas Dijadikan The New Town

Tarakan Utara Pantas Dijadikan The New Town

24 Persen Lahan Warga untuk Fasilitas Umum

TARAKAN – Kecamatan Tarakan Utara sangat pantas dijadikan sebagai The New Town (Kota Baru) di Kota Tarakan. Camat Tarakan Utara Jarkasih, mengatakan, lahan yang berada di Tarakan Utara masih banyak yang belum dibangun. Sehingga untuk ke depannya Tarakan Utara sangat cocok dijadikan sebagai kota baru. “Yang jelas untuk Tarakan Utara telah diwacanakan menjadi new town,” beber Jarkasih.

Ia mengemukakan alasannya, karena dengan 600 hektare lahan milik masyarakat yang ada di Tarakan Utara yang sebagian besar belum dibangun akan lebih mudah ditata dan diatur sesuai dengan mekanisme kemajuan pembangunan di segala bidang sektor. “Selain itu akses jalan yang tersedia sekarang meskipun belum sepenuhnya bagus, namun jika hal ini menjadi konsep ke depan maka dalam jangka 3 sampai 4 tahun Tarakan Utara sudah memiliki akses jalan yang memadai,” terangnya kepada Radar Tarakan.

Perencanaan ke depan yang ada di masterplan yang telah dibuat sudah nampak jelas. Luas lahan 600 hektare yang dimiliki masyarakat, kata dia 24 persennya akan digunakan sebagai fasilitas umum, seperti jalan, drainase dan lainnya.

“Dengan catatan kompensasi dari pemerintah dengan memberikan sertifikat kepada masyarakat yang memiliki lahan sebagai bukti akan kepedulian masyarakat terhadap perkembangan pembangunan daerah,” jelasnya.

Sesuai dengan data-data yang ada di Kecamatan Tarakan Utara, 30 persen masyarakat Tarakan Utara telah mendukung pembangunan Tarakan Utara sebagai kota baru. Kenapa 30 persen ? Jarkasih menjelaskan, karena sebagian besar lahan milik masyarakat Tarakan Utara berada di luar Tarakan Utara.

“Meskipun ketika mendata kami sempat mengalami kesulitan karena tanah mereka banyak yang di luar (Tarakan Utara) namun sejauh ini masyarakat mendukung sepenuhnya,” tegasnya kemarin (1/3).

Di wilayah Tarakan Utara juga ada pelabuhan ferry. Dengan pelabuhan itu, maka roda perekonomian masyarakat khususnya di wilayah utara akan semakin berkembang pesat. “Juga pasar Juata Laut, yang akan dijadikan sebagai pasar tradisional yang lengkap dengan terminal akan meningkatkan dan menambah income masyarakat. Begitu pula jika Puskesmas 24 jam Juata Laut telah selesai,” sambungnya.(*/jaj)

Sumber : Radar Tarakan (2 Maret 2010) Borneo
52 Kota Inflasi, Tertinggi Tarakan

52 Kota Inflasi, Tertinggi Tarakan

JAKARTA - Berdasarkan hasil pantauan Badan Pusat Statistik (BPS) di 66 kota pada bulan Februari 2010, disebutkan bahwa 52 di antaranya mengalami inflasi, sedangkan 14 kota sisanya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat terjadi di Tarakan, yakni sebesar 1,82 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 135,68. Sedangkan yang terendah terjadi di Jember, sebesar 0,04 persen dengan IHK 118,93.

Sementara itu, deflasi tertinggi terjadi di Maumere, sebesar 1,30 persen dengan IHK 128,79, dan yang terendah tercatat terjadi di Ternate, sebesar 0,07 persen dengan IHK 122,13. Secara keseluruhan, BPS menyatakan bahwa pada bulan Februari 2010, terjadi inflasi sebesar 0,30 persen dengan IHK sebesar 118,36.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga, yang ditunjukkan oleh kenaikan indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 0,86 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,40 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 0,20 persen, kelompok kesehatan 0,18 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,07 persen, serta pada kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,11 persen,” ungkap Kepala BPS Pusat, Rusman Heriawan, dalam jumpa persnya di Kantor BPS, Senin (1/3).

Sedangkan kelompok sandang, sebut Rusman pula, pada bulan Februari 2010 mengalami penurunan indeks sebesar 0,47 persen. Disebutkan lagi, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama bulan Februari 2010, antara lain adalah beras, cabe rawit, daging ayam ras, tomat sayur, bawang merah, bubur nasi, nasi dengan lauk, gula pasir, rokok kretek, rokok kretek filter, kontrak rumah, sewa rumah, upah tukang bukan mandor, bahan bakar rumah tangga, upah pembantu rumah tangga, serta sepeda motor. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga, di antaranya adalah emas, perhiasan, ikan segar, telur ayam ras, kentang, jeruk, minyak goreng dan telepon seluler.

“Kelompok komoditi yang memberikan andil inflasi pada bulan Februari 2010, masing-masing kelompok bahan makanan (sebesar) 0,18 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,07 persen, kelompok perumahan air, listrik, gas dan bahan bakar 0,05 persen, kelompok kesehatan 0,01 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,01 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen. Sedangkan kelompok sandang pada bulan Februari 2010 memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,04 persen,” ujar Rusman lagi.

Grafik lonjakan inflasi pada Januari mulai melandai di Februari. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi sepanjang bulan lalu sebesar 0,30 persen. Kepala BPS Rusman Heriawan mengatakan, inflasi maupun indeks harga konsumen (IHK) pada Februari memang lebih kondusif. “Jauh lebih rendah dari inflasi Januari yang sebesar 0,84 persen,” ujarnya di Kantor BPS kemarin (1/3). (yud/owi)

Sumber : Radar Tarakan (2 Maret 2010) Borneo