2012, Wajah Bandara Juwata Tarakan Bakal Cantik

2012, Wajah Bandara Juwata Tarakan Bakal Cantik

Tambah Banyak Fasilitas Baru, Runway Dipanjangkan

Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau menargetkan, pada 2012 nanti wajah bandara akan berubah total. Hal ini terkait dengan pembangunan terminal baru lantai tiga yang akan dilengkapi garbarata (fasilitas seperti jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara menuju pesawat).

Salahsatu bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikelola Departemen Perhubungan (Dephub) ini juga sedang mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunan tower, gedung radar, gedung operasional dan beberapa fasilitas lainnya dengan luas lahan yang sekitar 30 hektare. “Saat ini kami sedang melakukan pematangan lahan. Insya Allah awal 2010 mendatang semua fasilitas tersebut akan mulai dibangun. Begitu juga runway (landasan pacu) baru saat ini juga masih dalam tahap pematangan lahan,” kata Husni Djau.

Ia juga menyampaikan, bangunan lama yang dianggap mengganggu penerbangan akan diratakan seperti kantor operasional, tower dan yang lainnya.

”Semua bangunan yang diratakan akan dipindahkan di tempat yang baru. Tepatnya di belakang Kantor Karantina Hewan, sementara lokasi lama akan dijadikan apron (tempat parkir pesawat terbang),” sebutnya.

Sementara terkait dengan anggaran yang disediakan pengembangan bandara untuk dua tahun mendatang, Husni belum bisa memastikan. Namun menurut mantan kepala Bandara Jalaluddin Gorontalo itu, dalam pembangunan bandara ini selain anggaran disiapkan dari pemerintah pusat, juga disiapkan dari provinsi. Proyek yang didanai APBD Kaltim dimaksud seperti pembangunan apron yang bisa menampung sekitar 14 pesawat berbadan lebar.

”Saya belum tahu pasti berapa besar anggarannya. Namun yang pasti pembangunan bandara juga dibantu provinsi,” ujar Husni Djau.

Selain pengembangan fasilitas bandara, Husni juga menargetkan ke depannya Bandara Juwata juga akan menjadi bandara kargo internasional.

Ia menjelaskan, jika selama ini produk perikanan Tarakan yang diekspor melalui Jakarta dan Surabaya, ke depannya langsung ke negara tujuan. Husni optimis, jika rencana ini dapat terealisasi diyakini roda perekonomian masyarakat Tarakan akan berputar dengan cepat.

”Sehingga kami mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Tarakan,” kata Husni Djau.(ian)

Sumber : Kaltim Post (26 Oktober 2009)

Tahun 2010, Pemkot Tarakan Bangun 13 Gedung Sekolah

Tahun 2010, Pemkot Tarakan Bangun 13 Gedung SekolahPada tahun 2010, pemerintah kota Tarakan berencana membangun dan merenovasi 13 gedung sekolah. Dana anggaran ratusan miliar rupaih kini telah disiapkan. Sementara, Pemkot Tarakan menargetkan pembangunan gedung baru SD 012 dan 041 Tarakan rampung tahun ini.

Gedung SD 009 Karang Anyar yang kurang layak tersebut adalah salah 1 dari 13 bangunan sekolah di Tarakan yang akan diperbaiki oleh dinas pendidikan. Rencananya, pembangunan sejumlah gedung baru sekolah tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2010. Selain SD 009 Karang Anyar, pembangunan gedung baru juga diperuntukkan bagi SD 013 Kampung 6, SD 003 Karang Anyar Pantai, SD 031 Simpang Amal Mamburungan, SD 021 Kampung 1 Skip dan Sd Negeri Utama 2 Pamusian.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama diantaranya SMP Negeri 7 Pamusian, SMP Negeri 4 Selumit, SMP Negeri 8 Karang Harapan, SMP Negeri 6 Juwata, SMP Negeri 10 pantai amal. Sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas antara lain SMA Negeri 1 Karang Balik dan SMA Negeri 3 di Juwata Kerikil.

Menurut Disdik Tarakan, pembangunan gedung sekolah tersebut untuk meningkat seluruh fasilitas pendidikan di Tarakan. Sehingga kedepannya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Pembangunan dan renovasi sejumlah sekolah setidaknya membutuhkan anggaran 102 miliar lebih. Oleh Pemkot Tarakan kebutuhan dana tersebut disiapkan pada APBD tahun 2010. (Jumadi, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (12 October 2009)
Status UB 100 Persen Jadi Negeri Tahun 2010

Status UB 100 Persen Jadi Negeri Tahun 2010

Keinginan pemerintah kota untuk mewujudkan Universitas Borneo (UB) sebagai perguruan tinggi negeri pertama di utara Kaltim segera terwujud. Itu setelah penegerian Universitas Borneo tinggal menunggu peraturan pemerintah.

Universitas Borneo hingga kini masih menyandang status Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP). Namun, status tersebut bakal segera berubah menjadi PTN setelah mendapat persetujuan dari Presiden. Syarat administrasi, ketentuan peraturan pemerintah dan syarat pendukung penegerian Universitas Borneo lainnya kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Dengan begitu, tak lama lagi UB mendapat legalitas sebagai Universitas Negeri.

Pengalihan status
Universitas Borneo menjadi negeri kini telah memasuki masa transisi sejak Pemkot menyerahkan aset Universitas Borneo pada bulan Februari lalu. Lambatnya penegerian Universitas Borneo karena Undang-Undang No 9 tahun 2009 tentang badan hukum pendidikan, sehingga perguruan tinggi yang beralih status harus menyesuaikan dengan Undang-Undang tersebut. (Sofyan Ali Mustofa)

Sumber : Tarakan TV (1 Oktober 2009)