Universitas Borneo Bakal Jalin Kerja Sama dengan Nihong University

Universitas Borneo Bakal Jalin Kerja Sama dengan Nihong University

DPRD Tarakan Setujui Pengalihan Aset Universitas Borneo

TARAKAN - Mendekati perubahan status menjadi negeri, Universitas Borneo (UB) semakin mantap menggagas perkembangan yang akan dilakukan ke depannya. Salah satunya adalah rencana lima tahun berupa riset di bidang pertanian, perikanan dan sosial.

Rektor Universitas Borneo Abdul Jabarsyah Ibrahim mengatakan, dengan perencanaan ini universitasnya tak lagi berusaha sendiri, tapi sudah memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan dan berperan besar pada community development (Comdev) yang akan dilakukan dengan optimal melalui program University Responsibility Comdev.

“Kami jadi punya rasa tanggung jawab atas apa yang berkembang di masyarakat. Untuk kegiatan yang dalam waktu dekat dilakukan adalah kerja sama dengan sebuah universitas di Jepang, Nihong University yang mencoba untuk mengembangkan kawasan hutan yang kita miliki untuk percontohan land use management for small scale agroforestriI,” sebut Jabarsyah.

Selain itu, Universitas Borneo juga akan mengembangkan marine (kelautan) dan civil engineering.

“Semisal di Fakultas Hukum (Fahum), akan coba mengamati kompleksitas permasalahan hukum yang ada di laut. Ini sudah berjalan,” lanjutnya.

Selain rencana pengembangan kemampuan ilmiah tersebut, mulai tahun ini Universitas Borneo juga berkembang menjadi sebuah universitas induk untuk seluruh guru di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) bagian utara yang ingin mengikuti program sertifikasi guru. Kata Jabarsyah, sebagai tindak lanjut perkembangan tersebut, pada tanggal 23 April mendatang akan ada pertemuan seluruh pimpinan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan Universitas Borneo diundang untuk menghadiri pertemuan yang akan berlangsung di Jakarta tersebut.

“Mulai tahun 2007 kita bermitra dengan Universitas Mulawarman (Unmul), jadi tahun 2009 kita sudah berdiri sendiri jadi sebagai induk. Kini kita melakukan sertifikasi tenaga guru di Kaltara sesuai standar nasional,” terangnya.

Sementara itu, Selasa (21/4) malam kemarin, 15 orang anggota DPRD Tarakan akhirnya menyetujui dan memberikan rekomendasi, atas pengalihan Universitas Borneo (UB) Tarakan kepada Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) untuk menjadi universitas negeri dalam rapat paripurna di gedung DPRD.

Ketua DPRD Tarakan H Hasyim mengatakan, Dewan sebagai lembaga wakil rakyat menyetujui pengalihan aset Universitas Borneo kepada Depdiknas untuk dinegerikan. “Kami (dewan) sudah setuju dan memberikan rekomendasi,” kata Hasyim singkat.

Berapa nilai aset yang diserahkan, Hasyim enggan berkomentar. “Nanti saja, masih dibukukan,” jawabnya.

Secara terpisah, anggota Komisi III DPRD Tarakan Abdul Khair membeberkan, pada prinsipnya Dewan setuju menyerahkan aset-aset tersebut kepada Depdiknas. Termasuk semua gedung yang ada di atas lahan UB, dan lahan yang sudah dibebaskan oleh pemkot, juga ikut diserahkan kepada Depdiknas.

“Tapi rincinya masih diinventarisir oleh DP2KA (Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset),” kata Ayung, panggilan akrab Abdul Khair.

Dijelaskan Ayung, langkah pemkot dengan menyerahkan Universitas Borneo kepada Depdiknas untuk dinegerikan ini merupakan salah satu langkah yang tepat. Pasalnya, aset yang dibangun dengan anggaran ratusan miliar dari APBD kota ini, hanya dapat dinikmati oleh beberapa ribu mahasiswa saja, dan ini sangat tidak seimbang. Belum lagi untuk biaya operasional yang disubsidi dari APBD setiap tahunnya mencapai sekitar Rp 4 miliar.

“Semoga dengan dinegerikannya Universitas Borneo ini, ada peningkatan jumlah mahasiswa dan biaya operasionalnya yang selama ini ditanggung APBD, akan hilang. Termasuk biaya perawatan gedung-gedung yang mahal,” jelas Ayung.

Setelah dinegerikan, lanjutnya, secara otomatis seluruh penggunaan anggaran dan operasional UB, terlepas dari ABPD Kota Tarakan dan menjadi tanggungan APBN, termasuk untuk perawatan gedung. “Ini kan untung, tapi kemungkinan untuk tahun 2009 ini masih dikelola dengan menggunakan APBD,” ujarnya.

Masih dikatakan Ayung, masyarakat di wilayah utara Kaltim tetap dapat menikmati pendidikan di Universitas Borneo seperti biasa. Hanya saja bedanya manajemen yang mengelola. Kalau dulu oleh pemerintah daerah, sekarang langsung dikelola oleh pemerintah pusat. “Pada prinsipnya sama untuk kepentingan masyarakat, tidak ada untung ruginya. Justru untungnya, kalau sudah jadi negeri, pasti ada peningkatan peminat mahasiswa yang masuk dibandingkan sekarang,” katanya. Untuk diketahui, komposisi daya tampung Universitas Borneo mencapai 6 ribu mahasiswa.

Meski sudah disetujui, kata Ayung, DPRD memberi beberapa catatan kecil. “Terjadi salah ketik, seperti gedung rektorat di dekan fakultas pertanian. Seharusnya gedung dekan sendiri, gedung rektorat sendiri dan laboratorium sendiri,” katanya.

Lalu bagaimana dengan status pegawai? Menurutnya, pegawai tetap di Universitas Borneo juga akan dinegerikan dan itu sudah berproses. “Yang umurnya 40 tahun keatas sudah dipensiunkan, karena sudah melewati batas usia pegawai negeri. Sementara yang lainnya, akan dinegerikan. Tapi itu masih diseleksi lagi nantinya,” sebut Ayung.

Sementara untuk yang honor, dewan belum dapat memastikan nasib mereka. “Itu nanti biar rektor yang urus,” tuturnya.

Lalu apakah mahasiswanya tetap membayar SPP? “Kemungkinan masih membayar untuk menutupi biaya operasional, karena sebenarnya yang terjadi sekarang Universitas Borneo mengalami defisit,” pungkasnya (ndy/ddq)

Sumber : SKH Radar Tarakan (23 April 2009)
DPRD Tarakan Setujui Penghapusan Aset Universitas Borneo

DPRD Tarakan Setujui Penghapusan Aset Universitas Borneo

TARAKAN - Aset Universitas Borneo (UB) akhirnya disetujui untuk dihapuskan dan dihibahkan pengelolaannya kepada Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Depdiknas. Persetujuan itu diputuskan dalam sidang paripurna yang dihadir 14 anggota Dewan, Selasa (21/4) malam. Anggota DPRD Tarakan Abdul Khair mengatakan, persetujuan diberikan karena akan ada nilai tambah yang dirasakan bagi dunia pendidikan dan masyarakat, terlebih setelah Universitas Borneo resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

"Di sisi lain daerah juga diuntungkan karena biaya operasional Universitas Borneo yang nilainya lumayan banyak tiap tahun akan diambil alih pusat. Dengan demikian dana yang ada bisa dipergunakan untuk kepentingan lain bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," ujar Khair.

Dia mengatakan, satu hal yang diharapkan siswa yang berminat kuliah di Universitas Borneo akan semakin banyak. Dengan demikian tiap tahun kuota yang dibutuhkan bisa terpenuhi agar beban operasional bisa tertutupi. Sebab selama ini untuk biaya operasional APBD Kota harus mengeluarkan dana sekitar Rp 4 miliar. Dengan demikian tahun depan beban operasional tidak lagi ditanggung APBD Kota.

Hal lain, lanjut Khair adanya penambahan jumlah penduduk di Tarakan. Itu bisa jadi peluang positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat karena mereka membutuhkan tempat tinggal, makan sekaligus keperluan lain seperti foto kopi, jasa pengetikan dan lainnya.

"Perubahan status Universitas Borneo menjadi PTN tentunya harus diikuti dengan peningkatan SDM dan jaringan agar diminati siswa yang akan kuliah dari seluruh Indonesia. Salah satunya lulusan Universitas Borneo harus mudah dan bisa diterima di lapangan kerja sesuai kebutuhan pasar. Dengan demikian kedepan perlu adanya penambahan fakultas," ujarnya. (drm)

Sumber : Tribun Kaltim (23 April 2009)

Aset Universitas Borneo Tarakan Rp 132 Miliar

Aset Universitas Borneo Tarakan Rp 132 Miliar
TARAKAN, SENIN - Rencana peresmian Universitas Borneo Tarakan menjadi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) 2 Mei mendatang berubah. Sebab penyerahan aset Universitas Borneo sebagai syarat utama yang rencananya dilakukan akhir bulan ini diundur menjadi 18 Mei mendatang.

Rektor Universitas Borneo Abdul Jabarsyah Phd mengatakan, pengunduran disebabkan Dirjen Dikti Depdiknas beserta tim yang akan datang ke Tarakan dalam rangka penyerahan aset Universitas Borneo memiliki kesibukan. Pasalnya mereka terlibat dalam pengawasan Ujian Nasional (UN) hingga ujian susulan awal Mei mendatang.

Aset Universitas Borneo Tarakan Rp 132 Miliar
"Adanya kesibukan mengawasi UN membuat jadwal kedatangan tim dari Depdiknas diundur hingga 18 Mei mendatang. Terkait peresmian Universitas Borneo apakah tetap tanggal 2 Mei berbarengan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) atau setelah penyerahan aset, itu belum kita dapatkan informasinya," ujar Jabarsyah, Senin (20/4).

Dia mengatakan, jika jadi diresmikan 2 Mei, maka peresmian Universitas Borneo sebagai PTN akan dilaksanakan di Bandung. Ada tiga perguruan tinggi (PT) lagi yang berubah statusnya menjadi PTN yaitu PT di Bangka Belitung, Papua dan Bandung.

Aset Universitas Borneo Tarakan Rp 132 Miliar
Terkait aset Universitas Borneo, lanjut Jabarsyah sejak awal terbentuk hingga sekarang telah dihitung nilainya oleh PT Sucofindo. Nilainya mencapai Rp 132 miliar mulai dari bangunan, tanah hingga aset bergerak seperti kendaraan. Ia mencontohkan saat ini ada 15 bangunan di kampus Universitas Borneo di Pantai Amal termasuk Akademi Keperawatan di depan RSUD Tarakan dengan menelan anggaran di bawah Rp 100 miliar. Sementara aset tanah Rp 30 miliar dan peralatan laboratorium sekitar Rp 7 miliar.

"Setelah jadi PTN ada beberapa sarana dan prasarana yang harus dilengkapi. Saat ini kami belum punya gedung rektorat, laboratorium dasar dan gedung serta fasilitas olahraga," ujarnya.

Aset Universitas Borneo Tarakan Rp 132 Miliar
Selain itu, lanjut Jabarsyah, pihaknya tengah merencanakan riset di bidang pertanian, perikanan dan kelautan serta sosial. Ia menyebutkan dalam waktu dekat bekerjasama dengan Nihong University akan melakukan riset di hutan milik Universitas Borneo seluas 5 ha. Riset itu diharapkan positif sehingga hutan bisa berfungsi untuk tanaman pertanian dan bersimbiosis dengan fungsi hutan. Sementara di bidang hukum dilakukan riset terkait kompleksitas masalah hukum yang terjadi di laut.

"Kita berharap keberadaan Universitas Borneo tidak hidup sendiri tetapi memiliki kemampuan untuk mempengaruhi kebijakan dan memiliki peran besar dalam comdev. Kita memiliki program comdev sehingga punya rasa tanggung jawab atas apa yang bisa dikembangkan dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya. (drm)

Sumber : Tribun Kaltim (20 April 2009)

Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia

Ini adalah postingan ketiga mengenai keikut-sertaan saya dalam kontes Wisata SEO Sadau yaitu gabungan kata Wisata + SEO + Sadau. Perjuangan tetap sampe titik darah penghabisan untuk memenangkan kontes SEO ini sebagai promosi wisata pulau Sadau. Berbagai macam cara yang dilakukan oleh rival/pesaing, tapi semangat tetap bulat dan terus membara dalam diri saya. Tidak pernah luntur di telan waktu dan tenaga yang terkuras meskipun koneksi internet lagi sekarat dan selalu putus nyambung - putus nyambung seperti judul lagu BBB (Bukan Bintang Biasa). Dan dalam hal ini Sadau Island adalah merupakan bagian dari Tarakan City dan terletak di pulau Kalimantan tepatnya Kaltim dan Kalimantan itu sendiri adalah bagian dari pulau terbesar ke 4 (empat) di dunia yang bernama Borneo Island (mohon maaf kalo salah langsung saja beri komentarnya jika emang salah hehehe).

Dalam perjuangan kontes Wisata SEO Sadau kali ini saya akan memposting foto-foto Sadau Island dalam Sejarah Borneo Indonesia demi memenangkan perlombaan/kontes SEO tentang Wisata Sadau Island yang diadakan oleh bisnis online dan lowongan kerja. Sadau Island juga merupakan bagian dari sejarah Indonesia yang bisa dijadikan objek wisata dan pariwisata Tarakan City. Dibeberapa pencarian kata Sadau Island di google pada beberapa tahun yang lalu saya menemukan foto sejarah tentang pulau Sadau. Foto ini adalah foto dari tentara Australia dalam perjuangannya untuk merebut tanah Sadau Island yang telah di jadikan bagian dari markas oleh tentara Jepang pada tahun 1945 tepatnya 30 April 1945. Itu berarti 9 (sembilan) hari lagi akan berusia 64 tahun wah lumayan lama yah. Nah dari pada kita bertele-tele lebih jauh, alangkah baiknya kita langsung saja menikmati foto sejarah yang ada di bawah ini dan dijamin memuaskan buat Anda pecinta Sejarah Borneo Indonesia :

Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island Dalam Sejarah Indonesia - Ardiz Tarakan Borneo
Foto di atas bersumber di cas.awm.gov.au dan silahkan kunjungi alamat tersebut untuk melihat foto Tarakan Island lainnya. Dengan Adanya foto-foto di atas jelaslah sudah bahwa Tarakan Island sangat mendunia. Bahkan pulau kecil dengan nama Sadau Island juga diperebutkan wilayahnya 64 tahun yang lalu. Bisa dikatakan bahwa Sadau, Tarakan Island adalah BBB yang artinya Bagian Borneo Bangetttttt... hehehhe.

kota.tarakan@yahoo.com


Ada 9 (sembilan) foto Sejarah tentang Wisata Borneo kali ini dengan topik ulasan Wisata SEO Sadau Tarakan Island dalam Sejarah Indonesia. Klik pada gambar untuk melihat lebih besar.

Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island

Perjuangan Wisata SEO Sadau belum berakhir. Hari ini tanggal 21 April 2009 bertepatan dengan hari Kartini, saya akan memposting lagi berita tentang Wisata SEO Sadau yang terletak di Tarakan Island bagian dari Borneo Island. Foto Sadau Island ini udah lama tersimpan di hardisk saya, semoga aja bisa jadi kenangan dan informasi berharga buat teman-teman yg berada di luar Tarakan Island. Kalau penghuni atau warga pulau Sadau sendiri udah pasti mengenal dengan jelas foto ini, tapi tidak untuk masyarakat di luar Sadau Island. Langsung saja yah saya tunjukkan fotonya di bawah ini dan klik aja pada gambar untuk melihat lebih besar :

Wisata Borneo : Foto Wisata SEO Sadau Tarakan Island - Ardiz Sadau Tarakan Borneo
Sebagai mana yang namanya Wisata, maka foto Sadau Island diatas hanya menampilkan sebagian dari sisi/ruang Tarakan Island. Foto itu menunjukkan perkampungan nelayan pulau Sadau. Artinya sebagian besar warga Sadau Island adalah nelayan. Emang foto Sadau Island tersebut tidak begitu jelas sih karena hanya sebagian kecil yang dapat di ambil gambarnya. Tidak seperti postingan yang sebelumnya tentang Wisata SEO Sadau, yang mana foto terlihat dari atas. Semua ini dilakukan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk memenangkan hadiah yang telah di perebutkan dalam pertandingan/kontes Wisata SEO Sadau yang diadakan oleh bisnis online dan bersanding dengan lowongan kerja Kaltim. Semoga saja postingan saya ini selalu mendapatkan dukungan dari om google untuk menjadikan blog saya ini di halaman utama dalam pencarian kata Wisata SEO Sadau. Terima kasih om Google, i love u and wish me luck.

kota.tarakan@yahoo.com

Wisata Borneo : Wisata SEO Sadau di Tarakan Island

Baru hari ini dapat informasi tentang kontes SEO (busby SEO test) yaitu Kontes Wisata SEO Sadau. Itu juga setelah berselancar ke link teman. Kontes SEO Wisata ini bersumber dari bisnis online dengan judul postingan Kontes Wisata SEO Sadau. Bisnis Online ini juga bekerja sama dengan lowongan kerja. Kontes SEO Wisata SEO Sadau ini memberikan hadiah yang lumayan dari pada ga ada sama sekali. Ikutan kontes SEO ini juga ini udah terlambat, udah banyak yang start. Tapi mau gimana lagi udah kadong telat bacanya, maka dari itu sejak saat ini memfokuskan diri untuk membahas tentang Wisata SEO Sadau pada blog ini. Doakan saja saya dapat mendapat nomor dalam daftar hadiah yang telah di tawarkan oleh bisnis online.

Dalam permulaan saya pasangkan foto pulau Sadau dan dipercobaan kali ini saya segera memperbanyak postingan tentang Wisata SEO Sadau dalam setiap blog. Saya juga telah memasang logo untuk kontes Wisata SEO Sadau dihalaman ini dan halaman utama. Nantikan aja yah postingan selanjutnya. Ayo dukung saya dengan sering-sering mengunjungi blog saya ini. Siapapun yang telah berkunjung akan sangat saya hargai dan ucapan terima kasih banyak atas kunjungan rutin Anda selajutnya. Wish me luck.

Wisata Borneo : Wisata SEO Sadau di Tarakan Island - Ardiz Sadau Tarakan Island
Syafruddin : “Hasil Penghitungan Molor, Anggaran membengkak”

Syafruddin : “Hasil Penghitungan Molor, Anggaran membengkak”

Wisma Patra Tarakan Borneo, - Pelaksanaan Pemilu Legislatif 2009 di Kota Tarakan dan daerah lainnya di Indonesia menjadi salah satu sorotan Ketua KPU Kota Tarakan, Syafruddin, SH. M.Hum, saat berbicara pada Bimtek Penyusunan Daftar Pemilih Tetap (COKLIT DPT) Pemilu Presiden Dan Wakil Presien 2009, Selasa (14/04).

Dikatakan Syafruddin, pelaksanaan pemilu 2009 ini sangat berbeda dengan pemilu-pemilu sebelumnya yang hanya mencoblos lambang parpol dan jumlah suara untuk kursi dewan berdasarkan nomor urut, sedangkan pemilu 2009 ini mekanismenya dicontreng pada nama caleg untuk mendapatkan suara terbanyak sebagai syarat untuk duduk di kursi dewan. Otomatis hal tersebut memakan waktu yang cukup lama untuk rekapitulasi penghitungan suara di tingkat PPK.

Selain itu, waktu pendaftaran DPT yang diberikan sangat singkat hanya sampai dengan jam 12.00 siang, selain itu faktor alam (red, hujan) yang tidak bisa ditebak. Hal ini sangat berpengaruh pada jumlah pemilih yang datang ke TPS – TPS. Namun untuk Kota Tarakan hal tersebut tidak terlalu signifikan.

“Ada yang perlu diketahui realita dilapangan bahwa di salah satu TPS, kegiatan pencontrengan dimulai jam 12.00 siang dan penghitungan suaranya baru berakhir jam 12.00 keesokan harinya,” ujar syafruddin berapi-api.

Dan yang perlu diingat dengan molornya penghitungan suara di TPS – TPS dan tingkat PPK otomatis akan menambah budget, sementara anggaran sudah dipatok dari pusat.

“Untuk menyiasati kekurangan anggaran operasional kami mohon bantuan dari pemerintah daerah, karena untuk mengajukan anggaran ke pusat sudah tidak mungkin, dan mumpung disini ada bapak Wakil Walikota,” imbuh Syafruddin setengah berkelakar dan disambut senyum dan applause peserta Bimtek.

Dari pantauan dilapangan untuk tingkat PPK, memang terlihat sampai dengan tanggal 16 April panitia masih terlihat menginput data suara dari masing – masing TPS. (DD – MR, Humas & Informatika.)

Sumber : TarakanKota.Go.Id (20 April 2009)
Siswa SMK 1 Tarakan Wakili Kaltim Borneo ke LKS Nasional

Siswa SMK 1 Tarakan Wakili Kaltim Borneo ke LKS Nasional

Prestasi yang sangat membanggakan diraih siswa SMK 1 Tarakan. Pada Lomba Keterampilan Siswa (LKS) se-Kaltim Borneo, Nova Ariyanto, Irawati dan Suryani menoreh prestasi gemilang.

SENYUM bangga yang terpancar dari ketiga siswa SMK 1 Tarakan. Hal itu karena mereka baru saja berhasil mencetak sejarah sekolah dan membawa nama baik Kota Tarakan dengan memboyong tiga buah tropi tetap dalam LKS se-Kaltim Borneo yang digelar di SMK 3 Balikpapan pada 13 hingga 15 April lalu. Nova Ariyanto yang meraih juara I akomodasi perhotelan, Irawati yang meraih juara II Akuntansi dan juara III Tourist Industry diraih oleh Suryani. Yang semuanya adalah siswa siswi kelas 12.

Ketiga siswa ini berhasil memboyong piagam penghargaan juara umum dalam lomba yang diikuti 139 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Kaltim Borneo. Dalam lomba itu, mereka masing-masing ditemani guru pembimbing yakni Irwan, Usman dan Syarifah Zainab.

Pencapaian prestasi yang membanggakan itu bukannya faktor keberuntungan. Pihaknya sekolah sudah mempersiapkan secara matang jauh-jauh hari sebelumnya.

“Yang diberangkatkan dalam lomba LKS yakni siswa yang lolos seleksi yang telah kami lakukan sebelumnya,” tutur Direktur SMK 1 Milson Milkias kepada Radar Tarakan Sabtu (18/4).

Menurut Milson, prestasi ini sangat amat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi siswa lainnya maupun guru yang membimbing agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih gemilang lagi. “Kami optimis siswa SMK 1 Tarakan mampu bersaing baik untuk seluruh SMK se-Kaltim Borneo maupun setingkat nasional dalam mempertahankan prestasi yang diraih saat ini,” ujarnya.

Nova Ariyanto, yang menjadi juara I LKS kategori Akomodasi Perhotelan mengaku bangga bisa mengangkat kota Tarakan dalam memenangkan lomba tingkat provinsi ini. Dirinya optimis bahwa kedepannya ia pasti bisa meraih lagi juara ke tingkat nasional. “Ya kalau bisa ke tingkat ASEAN atau lebih tinggi lagi ke tingkat dunia,” harapnya.

Untuk meraih semua ini, kata Nova memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi perlombaan ini mendekati hari Ujian Nasional (UN). Ia harus mengejar target bagaimana bisa membagi waktu untuk mempersiapkan lomba dan sekaligus mempersiapkan UN.

Namun pihak sekolah terus memberikan semangat dan dorongan agar tidak merasa pesimis dengan adanya persaingan ketat baik UN maupun pada lomba LKS. Yang menjadi bangga, dirinya akan menjadi wakil Kaltim Borneo di ajang nasional akhir Mei mendatang, jika berhasil ketingkat nasional, bukan tidak mungkin akan mewakili Indonesia ke tingkat Asian Skill. “Untuk persiapan ke tingkat nasional saya berpatokan pada kekurangan yang kemarin terutama sikap kerja, hasil kerja, dan efesiensi waktu,” ungkap Nova optimis.

Guru Pembimbing, Irwan menuturkan pihaknya memiliki dua strategi dalam membimbing siswanya yakni internal dan eksternal. Secara internal dilakukan oleh pihak sekolah, sementara eksternal dilakukan semacam program pelatihan yang bekerjasama dengan pihak Swissbel Hotel selama 2 minggu.”Persiapan tingkat nasional pun akan ada lagi pelatihan di sana (Swissbel Hotel) untuk mempertajam skillnya,” kata Irwan.

“Persiapan ini akan lebih diperkuat lagi yang difokuskan pada speedy time (kecepatan waktu) dalam bekerja dan english-nya juga dipertajam,” tambahnya.

Tidak kalah menariknya dengan prestasi Irawati dan Suryani. Meski mereka tidak ikut mewakili lomba nasional nanti namun semangat juang mereka dalam meraih prestasi ini memang patut diacungi jempol. Dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah untuk mendukung persiapan lomba. Mereka tetap mampu meraih juara I dan II di tingkat provinsi.”Ini adalah pengalaman berharga. Tidak hanya itu kami juga bisa banyak teman diberbagai daerah,” ungkap Suryani bangga.

Mengenai kurangnya fasilitas, kata Guru pembimbing Syarifah Zainab, memang kami masih kekurangan tenaga pengajar dalam bidang pariwisata serta kurangnya laboratorium Hotel dan Usaha Perjalanan Wisata. “Keberhasilan ini merupakan usaha yang maksimal walaupun dalam keterbatasan,” katanya.

Diharapkan, pihak pemerintah dapat membantu terwujudnya fasilitas yang masih minim untuk menunjang pendidikan siswa kedepannya.”Semoga ke depannya kami dapat mempersiapkan lebih baik lagi dan tentunya dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait,” harap Syarifah.(***)

Sumber : Radar Tarakan (19 April 2009)

Siswa SMK 1 Tarakan Wakili Kaltim Borneo ke LKS Nasional

Siswa SMK 1 Tarakan Wakili Kaltim Borneo ke LKS Nasional
Prestasi yang sangat membanggakan diraih siswa SMK 1 Tarakan. Pada Lomba Keterampilan Siswa (LKS) se-Kaltim Borneo, Nova Ariyanto, Irawati dan Suryani menoreh prestasi gemilang.

SENYUM bangga yang terpancar dari ketiga siswa SMK 1 Tarakan. Hal itu karena mereka baru saja berhasil mencetak sejarah sekolah dan membawa nama baik Kota Tarakan dengan memboyong tiga buah tropi tetap dalam LKS se-Kaltim Borneo yang digelar di SMK 3 Balikpapan pada 13 hingga 15 April lalu. Nova Ariyanto yang meraih juara I akomodasi perhotelan, Irawati yang meraih juara II Akuntansi dan juara III Tourist Industry diraih oleh Suryani. Yang semuanya adalah siswa siswi kelas 12.

Ketiga siswa ini berhasil memboyong piagam penghargaan juara umum dalam lomba yang diikuti 139 peserta dari 12 kabupaten dan kota di Kaltim Borneo. Dalam lomba itu, mereka masing-masing ditemani guru pembimbing yakni Irwan, Usman dan Syarifah Zainab.

Pencapaian prestasi yang membanggakan itu bukannya faktor keberuntungan. Pihaknya sekolah sudah mempersiapkan secara matang jauh-jauh hari sebelumnya.

“Yang diberangkatkan dalam lomba LKS yakni siswa yang lolos seleksi yang telah kami lakukan sebelumnya,” tutur Direktur SMK 1 Milson Milkias kepada Radar Tarakan Sabtu (18/4).

Menurut Milson, prestasi ini sangat amat memberikan kontribusi yang luar biasa bagi siswa lainnya maupun guru yang membimbing agar ke depan bisa meraih prestasi yang lebih gemilang lagi. “Kami optimis siswa SMK 1 Tarakan mampu bersaing baik untuk seluruh SMK se-Kaltim Borneo maupun setingkat nasional dalam mempertahankan prestasi yang diraih saat ini,” ujarnya.

Nova Ariyanto, yang menjadi juara I LKS kategori Akomodasi Perhotelan mengaku bangga bisa mengangkat kota Tarakan dalam memenangkan lomba tingkat provinsi ini. Dirinya optimis bahwa kedepannya ia pasti bisa meraih lagi juara ke tingkat nasional. “Ya kalau bisa ke tingkat ASEAN atau lebih tinggi lagi ke tingkat dunia,” harapnya.

Untuk meraih semua ini, kata Nova memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi perlombaan ini mendekati hari Ujian Nasional (UN). Ia harus mengejar target bagaimana bisa membagi waktu untuk mempersiapkan lomba dan sekaligus mempersiapkan UN.

Namun pihak sekolah terus memberikan semangat dan dorongan agar tidak merasa pesimis dengan adanya persaingan ketat baik UN maupun pada lomba LKS. Yang menjadi bangga, dirinya akan menjadi wakil Kaltim Borneo di ajang nasional akhir Mei mendatang, jika berhasil ketingkat nasional, bukan tidak mungkin akan mewakili Indonesia ke tingkat Asian Skill. “Untuk persiapan ke tingkat nasional saya berpatokan pada kekurangan yang kemarin terutama sikap kerja, hasil kerja, dan efesiensi waktu,” ungkap Nova optimis.

Guru Pembimbing, Irwan menuturkan pihaknya memiliki dua strategi dalam membimbing siswanya yakni internal dan eksternal. Secara internal dilakukan oleh pihak sekolah, sementara eksternal dilakukan semacam program pelatihan yang bekerjasama dengan pihak Swissbel Hotel selama 2 minggu.”Persiapan tingkat nasional pun akan ada lagi pelatihan di sana (Swissbel Hotel) untuk mempertajam skillnya,” kata Irwan.

“Persiapan ini akan lebih diperkuat lagi yang difokuskan pada speedy time (kecepatan waktu) dalam bekerja dan english-nya juga dipertajam,” tambahnya.

Tidak kalah menariknya dengan prestasi Irawati dan Suryani. Meski mereka tidak ikut mewakili lomba nasional nanti namun semangat juang mereka dalam meraih prestasi ini memang patut diacungi jempol. Dengan keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolah untuk mendukung persiapan lomba. Mereka tetap mampu meraih juara I dan II di tingkat provinsi.”Ini adalah pengalaman berharga. Tidak hanya itu kami juga bisa banyak teman diberbagai daerah,” ungkap Suryani bangga.

Mengenai kurangnya fasilitas, kata Guru pembimbing Syarifah Zainab, memang kami masih kekurangan tenaga pengajar dalam bidang pariwisata serta kurangnya laboratorium Hotel dan Usaha Perjalanan Wisata. “Keberhasilan ini merupakan usaha yang maksimal walaupun dalam keterbatasan,” katanya.

Diharapkan, pihak pemerintah dapat membantu terwujudnya fasilitas yang masih minim untuk menunjang pendidikan siswa kedepannya.”Semoga ke depannya kami dapat mempersiapkan lebih baik lagi dan tentunya dengan dukungan pemerintah dan instansi terkait,” harap Syarifah.(***)

Sumber : Radar Tarakan (19 April 2009)
Mei 2009, Barongsai Tarakan Borneo Tarung di Shanghai

Mei 2009, Barongsai Tarakan Borneo Tarung di Shanghai

TARAKAN - Barongsai Tarakan kembali akan bertarung memperebutkan gelar juara Mei mendatang di Kota Shanghai, China. Adalah suatu kebanggaan, Barongsai Tarakan didaulat mewakili Indonesia dalam kejuaraan tersebut. Nah, sebelum bertolak ke sana, mereka akan mengadakan pertunjukan gratis untuk warga, di Lapangan Tennis Indoor Telaga Kramat, Sabtu malam minggu ini (18/4), pukul 19.30 Wita.

“Selama ini kami sering tampil dan berlaga di kejuaraan dunia. Tetapi sangat jarang yang benar-benar tampil untuk warga. Paling-paling outdoor bukan indoor. Inilah penampilan perdana kami di lapangan indoor di Tarakan Borneo,” kata Sekretaris Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Tarakan, Hengdy Leonardo, kepada Radar Tarakan, kemarin.

Hengdy –panggilan akrabnya—mengimbau kepada warga Tarakan untuk beramai-ramai menonton pertunjukan barongsai tersebut. “Pertunjukan ini gratis. Pokoknya tak dipungut biaya-lah. Mohon doanya saja, supaya pertunjukan lancar, selancar pertunjukan kami nanti di kejuaraan barongsai dunia yang ke-4 di Shanghai,” harapnya.

Dia menambahkan, dalam pertunjukan nantinya ada tiga tim barongsai binaan PSMTI yang akan tampil. “Paling mendebarkan adalah pertunjukan tonggak. Kita akan lihat bagaimana singa menari-nari dan meliuk-liuk serta melompat di atas tonggak-tonggak besi. Reaksi penonton pastinya tak kalah seru,” tutur Hengdy lagi.

DIUNDANG DAHLAN ISKAN

Usai tampil di Tarakan, awal Mei nanti Barongsai Tarakan juga akan mengadakan pertunjukkan serupa khusus untuk masyarakat di Surabaya, Jawa Timur. Kali ini mereka tampil atas undangan CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan yang juga ketua Persatuan Seni dan Olahraga Barongsai Indonesia (Persobarin).

“Kebetulan di Surabaya ada kejuaraan barongsai juga. Kami tak ikut lomba, hanya show saja. Karena kami dianggap sudah juara dunia,” kata Hengdy lagi.

Desember 2006 lalu, di kota inilah untuk kali pertama Barongsai Tarakan meraih juara dunia mengalahkan tim barongsai dari Hongkong, Thailand, Malaysia, Singapura dan negara lainnya. Barongsai Tarakan sempat menjadi kebanggaan warga Tarakan dan Indonesia. Sejak itulah barongsai ini laris manis tampil di berbagai acara.

Dari Surabaya nantinya, rombongan Barongsai Tarakan yang berjumlah sekitar 20-an orang akan bertolak ke Shanghai setelah transit di Kuala Lumpur. Dari Kuala Lumpur lalu ke Hangzhou. Dari sini rombongan naik bus kurang lebih selama 2 jam menuju Shanghai tempat kejuaraan dunia berlangsung. Kejuaraan di Shanghai adalah kali pertama tuan rumah China menetapkan aturan standar, barongsai untuk even olimpiade.

“Apapun itu Barongsai Tarakan siap bertarung. Mohon doanya agar kami bisa mengharumkan nama bangsa dan negara khususnya Kota Tarakan menuju prestasi barongsai dunia,” pinta Hengdy lagi.(dhe)

Sumber : Radar Tarakan (Jumat, 17 April 2009)

Obyek Dan Daya Tarik Tarakan Borneo

Apa yang disebut dengan obyek dan daya tarik Wisata itu? Istilah yang menjadi sasaran perjalanan wisata yang meliputi :
  1. Ciptaan Tuhan Yang Maha Esa yang berwujud keadaan alam serta flora dan fauna seperti : Pemandangan alam, panorama indah, Hutan rimba dengan tumbuhan hutan tropis, serta binatang-binatang langka. Kota Tarakan salah satu kota yang memiliki hutan kota (hutan Mangrove) dengan terdapat Species Bekantan di dalamnya sebagai hewan langka saat ini yang perlu di lestarikan.
  2. Pertanian, Wisata Tirta (Air), Wisata petualangan, taman rekreasi dan tempat hiburan.
  3. Sasaran wisata minat khusus seperti : berburu, mendaki gunung, gua, industri dan kerajinan, tempat perbelanjaan, sungai air deras, tempat-tempat ibadah, tempat-tempat ziarah dan lain-lain.
Obyek Wisata Air Terjun
Obyek Dan Daya Tarik Tarakan BorneoObyek Wisata Air Terjun yang berlokasi di Karungan kelurahan Mamburungan Kecamatan Tarakan Timur. Waktu tempuh dengan kendaraan roda dua dari tengah kota 10 menit, yang lebih menariknya lagi disekitar areal air terjun Karungan ini terdapat Agro Wisata kebun Salak, Nanas dan Sayuran lainya.

Wana Wisata Persemaian
Obyek Dan Daya Tarik Tarakan BorneoWana Wisata Persemaian berlokasi di Kelurahan Karang Harapan Kecamatan Tarakan Barat dengan luas 95 ha yang Di kelola PT.INHUTANI kota Tarakan terdapat berbagai jenis pohon pohon yang bermacam-macam.

Wisata Hutan Mangrove
Obyek Dan Daya Tarik Tarakan BorneoWisata hutan Mangrove merupakan salh satu penawaran alternatif jika berkunjung ke kota Tarakan.Di dalam kawasan ini terdapat berbagai jenis biota laut dan darat yang cukup menawan. kawasan Mangrove luasnya 8,5 ha juga terdapat jenis monyet berhidung panjang atau di sebut Bekantan ( Nasalis Lavartus ) yang berjumlah 42 ekor yang dilindungi dan menjadi penghuni abadi di kawasan ini. Untuk mencapai lokasi ini tidak terlalu sulit karena dekat dari pusat kota 300m sebelah Barat pusat perbelanjaan Gusher jl.Gajah Mada Tarakan Barat.

Wisata Kebun Anggrek
Obyek Dan Daya Tarik Tarakan BorneoObyek wisata ini terletak di kawasan hutan kota, merupakan perkebunan anggrek pertama di wilayah utara Kalimantan Timur berbagai macam varietas anggrek yang di budidayakan di sana untuk kebutuhan industri bunga potlen sebagai tanaman hias yang dapat di beli dengan wadah potnya dilengkapi dengan sarana bermain anak-anak jalan setapak dan dapat di jangkau karena letaknya di pinggir jalan poros yang menghubungkan kawasan obyek wisata Pantai Amal.

Pantai AMAL
Obyek Dan Daya Tarik Tarakan BorneoObyek Wisata Pantai Amal berlokasi dikelurahan Pantai Amal Tarakan Timur dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Pantai Amal terletak ± 11 km dari pusat kota dan dapat ditempuh dengan waktu ± 30 menit dari pusat kota. Obyek Wisata Pantai Amal dengan nuansa panorama alamnya sangat potensial untuk ditata dan dikembangkan.

Peninggalan Sejarah Kota Tarakan Borneo

Peninggalan Sejarah Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan BorneoTugu Perabuan Jepang
Tugu perabuan Jepang terletak di jalan Markoni Gg.III dengan jarak 4 km dari pusat Kota Tarakan (Borneo), tugu ini merupakan saksi sejarah kehadiran orang-orang Jepang ini berbentuk segi empat pipih di lengkapi dengan tulisan kanji. Tinggi bangunan 2 m, lebar 50 cm bagian dasarnya di buat tiga tingkatan di lengkapi dengan 2 lubang kecil berdiameter 5 cm hal terdapat tulisan kanji yang terdapat pada bagian depan sisi kiri tugu, bangunan persegi ini sebagai tempat upacara penguburan abu jenazah orang-orang Jepang yang meninggal, tugu ini di bangun tahun 1933, hal ini merupakan bukti sejarah awal kedatangan orang-orang jepang di Trakan yang kemungkinan sebagai pedagang dan selanjutnya Trakan di jadikan rute ekspansi tentara Jepang bagian Timur Indonesia pada masa Perang dunia II.

Peninggalan Sejarah Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan Borneo
Tugu Australia
Tugu australia merupakan salah satu bukti sejarah pergolakan politik perang dunia II di Tarakan (Borneo), Berlokasi di jalan pulau Kalimantan Kp.Satu 5 km dari pusat Kota atau sekitar 400 meter sebelah timur Kantor Walikota Tarakan (Borneo). tugu ini dibangun untuk mengenang 225 tentara australia Bridge ke-26 devisi 9 yang gugr dalam peperangan pembebasan Tarakan (Borneo) dari tuga kesatuan Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, berasal dari negara bagian Victoria dan Australia Selatan. Banguna ini berbentuk persegi panjang dan pada awalnya monumen tersebut juga difungsikan sebagai tanda pintu gerbang memasuki komplek makam yang berada di bagian utara, Atas permintaan Pemerintah Australia seluruh makam di pindahkan ke negara asalnya.

Wisata Borneo Tarakan Tugu Australia - Ardiz

Gambaran Umum Kota Tarakan Borneo

Gambaran Umum Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan Borneo
Selamat datang di bumi : " PAGUNTAKA " inilah kesan pertama sambutan keramah tamahan yang mengantarkan kita untuk mengenal/mengetahui lebih dekat tentang Pulau Tarakan (Borneo) yang sesungguhnya. Bumi Paguntaka diambil dari bahasa penduduk asli Pulau Tarakan (Borneo) (suku Tidung) yang berarti "Bumi kita" suatu slogan yang demokratis, mencerminkan keterbukaan bagi siapa saja yang ingin membangun dan meningkatkan pembangunan Kota Tarakan (Borneo).

Derap langkah pembangunan Kota Tarakan (Borneo) secara perlahan tapi pasti mengejar ketinggalan. Pembangunan dan pemberdayaan potensi sumber daya manusia, alam dan budaya terus ditingkatkan dalam meraih predikat Tarakan (Borneo) sebagai pengembangan kawasan terpadu wilayah utara Kalimantan Timur. Bahkan kedepan oleh Pemerintah Daerah menjadikan Tarakan (Borneo) " The New Singapore " karena letaknya cukup startegis dan didukung beberapa beberapa potensi serta berdekatan dengan negeri Jiran Malaysia Timur adalah hal yang cukup menjanjikan, Tarakan (Borneo) memegang peranan penting disamping sebagai pintu gerbang wilayah utara juga sebagai pusat industri perdagangan dan jasa baik skala regional maupun internasional.

Gambaran Umum Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan Borneo
Tarakan (Borneo) sebagai kota kecil "Kota Pulau" kini semakin ramai dikunjungi orang, menjadi kota tumpuan dan harapan siapa saja. Tarakan (Borneo) telah menjadi kota Multietnik, berdomosili dan bebaur dengan penduduk asli "Etnik Tidung" mereka hidup rukun dan damai serta konsisiten dalam komitmen dalam mewujudkan Tarakan (Borneo) sebagai tempat tinggal yang aman, damai dan sejahtera.

Tidak dapat disangkal bahwa Tarakan (Borneo) juga menyimpan sejuta misteri yang kini belum terpecahkan, kisah sejarahnya yang begitu panjang belum banyak terungkap. Sebagai daerah pulau yang dhuni pertama kali oleh masyarakat etnik tidung tentunya memiliki adat istiadat, seni dan budaya khas yang juga belum diketahui masyarakat luas . Hal itu masih dapat kita jumpai dan tetap lestari ditengah-tengah kemajuan abad modern. Inilah salah satu identitas Tarakan (Borneo) yang terus diupayakan pelestarian dan dipublikasikan melalui pertunjukan tari, drama dan Pesta Kolosal Iraw Tengkayu. Tariannya juga masih dipertunjukan baik itu penyambutan tamu-tamu asing maupun acara-acara Welcome Party yang dilaksanakan pemerintah daerah.

Gambaran Umum Kota Tarakan Borneo - Ardiz Tarakan Borneo
Pada zaman Belanda sekitar awal abad 19, Belanda menganggap Tarakan (Borneo) sebagai pulau kecil yang menyimpan banyak harapan dan impian-impian yang tidak kalah menarik dengan daerah-daerah jajahan lainnya, impian dan harapan Belanda tentang Tarakan (Borneo) yang tidak ingin dirusak oleh siapa pun mengharuskan mereka membanguna beberapa fasilitas termasuk saran pertahanan yang kini masih dapat dinikmati. Belanda banyak sekali meweriskan sejumlah bangunan penting bernilai sejarah dan patut dijaga serta dirawat dan menjadi dokumen Tarakan (Borneo) "Tempoe Doeloe" . Tidak hanya Belanda yang banyak meninggalkan sejarahnya di Tarakan (Borneo), Jepang dan Australia juga punya kenangan tersendiri buat Tarakan (Borneo).Orang-orang jepang dimasa silam juga banyak yang meninggal dan dikebumikan di Tarakan (Borneo), mereka ingin tetap mengenang leluhurnya hingga akhir masa dengan membangun tugu/monumen yang kini juga dapat kita jumpai di Kota Tarakan (Borneo). Kini Kota Tarakan (Borneo) telah memasuki abad modern, dengan sejumlah kemajuan-kemajuan kelancaran pembangunan seperti Bandar Udara, Pelabuhan, dan pusat perbelanjaan yang mampu memenuhi dan mengimbangi kebutuhan asyarakat Tarakan (Borneo), sekalipun disadari kekurangan dan keterbatasan fungsi peran fasilitas tersebut, masih perlu peningkatan pengembangan yang sudah barang tentu turut menunjang kemajuan kepariwisataan Kota Tarakan (Borneo). keterlibatan pihak swasta dan segenap lapisan masyarakat merupakan kunci utama meraih kesuksesan pembangunan Kota Tarakan (Borneo) dimasa mendatang.

Tarakan (Borneo) merupakan kota kecil yang kini sedang mengalami pertumbuhan ekonomi dan pengembangan pembangunan yang cukup pesat, letaknya yang strategis menjadikan Kota Tarakan (Borneo) semakin berperan penting dalam jalur perhubungan laut dan udara. Disamping itu Tarakan (Borneo) juga memegang peran sebagai jalur lalu lintas barang dan jasa yang mampu menghubungkan serta mendistribusikan barang dan jasa diwilayah Utara Kalimantan Timur.