Potensi Jamur di Tarakan Borneo


Salah satu potensi alam terselip di hutan kota Pantai Amal Tarakan Borneo; jamur. Ditemukan belum lama ini, jamur berwarna putih ini menurut Arizono, pengajar di Universitas Borneo (UB) Tarakan, bisa dimakan. Ia sendiri pernah mencoba memasaknya seperti jamur tiram (oyster mushroom). “Seperti jamur tiram tapi sedikit berbeda. Ini masih kita teliti,” ujarnya.

Jamur kini jadi bahan penelitian yang diyakini bisa dikembangkan di Tarakan Borneo. Selain enak dikonsumsi juga mengandung berbagai macam asam amino essensial, lemak, mineral, dan vitamin. Juga mengandung zat penting yang berpengaruh terhadap aspek medis. Di Jerman jamur seperti itu pernah ditemukan.

Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi akan menggandeng UB. Baik untuk penelitian rendemen yang terkandung dalam pohon kayu putih yang tumbuh di berbagai tanah di Tarakan, mau pun untuk penelitian lainnya.

“Jadi nanti akan kita ambil beberapa daun kayu putih yang tersebar di Tarakan untuk melihat kadar minyak kayu putihnya,” kata Zaini staf rehabilitasi hutan dan lahan Dinas Kehutanan, Pertambangan dan Energi Tarakan.

Penelitian lain yang dilakukan Arizono terkait kekayaan hutan di Tarakan adalah pohon agathis. Agathis di tanam di kawasan Pasir Putih yang kondisi tanahnya berbeda dengan tanah hutan. “Kalau oke kita coba di Bunyu yang kondisi tanahnya berbeda lagi,” kata Arizono. (*/rt-4)

Sumber : Kaltim Post (16 Februari 2009)

Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan Borneo Jadi Ikon Kaltim

Puskesmas Gunung Lingkas Tarakan Borneo Jadi Ikon Kaltim. - Ardiz Tarakan Borneo
BAKAL BUKA LAYANAN 24 JAM

Awal April nanti direncanakan gedung baru Puskesmas Gunung Lingkas dioperasikan. Gedung yang dibangun tiga lantai tersebut kini pengerjaannya dalam tahap finishing.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tarakan dr Khairul menyampaikan, Puskesmas Gunung Lingkas itu akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti ruang radiologi serta klinik berbagai penyakit.

“Ke depan puskesmas tersebut akan kami operasikan selama 24 jam. Di situ nanti kami juga lengkapi dengan unit gawat darurat (UGD),” ujar Khairul kepada Radar Tarakan kemarin.

Karena dinilai sebagai terobosan baru dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, lanjut dia, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyatakan siap hadir untuk meresmikannya.

“Gubernur Kaltim siap datang, sebab program puskesmas 24 jam itu nantinya akan menjadi ikon Kaltim,” jelasnya.

Khairul menyampaikan, selain dilengkapi fasilitas rawat inap, dalam pengoperasian selama 24 jam dibutuhkan biaya tidak sedikit. Tak kalah pentingnya juga kesiapan sumber daya manusia (SDM)-nya.

“Memang kami ada penambahan tenaga dari rekruitmen PNS tahun lalu, namun kayaknya tidak mencukupi. Untuk itu, baru-baru ini kami telah merekrut tenaga kontrak meliputi 15 perawat, 5 bidan dan 5 dokter. Namun untuk dokter baru ada dua orang. Mereka ini nantinya akan ditempatkan di puskesmas Gunung Lingkas dan puskesmas yang lain agar pelayanan kesehatan semakin baik,” sebut Khairul.

Ia mengakui, selama ini pelayanan puskesmas yang ada di kota ini masih kurang baik. Hal tersebut disebabkan karena terbatasnya tenaga yang ada, sehingga pelayanan kurang maksimal.

“Petugas yang ada di puskesmas itu juga harus melakukan pelayanan luar ruangan seperti ke sekolah-sekolah, atau penyuluhan kepada masayarakat. Sehingga mereka harus buru-buru dan hanya memberikan pelayanan setengah hari saja. Nah, ke depan kami upayakan ada tim yang menangani pelayanan luar gedung dan di dalam puskesmas sendiri,” ujarnya.

Ia juga berharap, jika puskesmas dengan pelayanan 24 jam, keberadaan rumah sakit benar-benar hanya sebagai pusat rujukan.

“Bukan seperti saat ini, rumah sakit menjadi puskesmas raksaksa yang harus menangani semua penyakit. Itu pula yang menjadikan pelayanan RSU kurang baik,” kata Khairul.

“Untuk itu, kami akan kembalikan fungsi puskesmas sebagai pusat kesehatan masyarakat dengan cara meningkatkan pelayanan dan fasiltas yang baik. Sehingga anggapan masyarakat selama ini bahwa puskesmas hanya sebagai tempat berobat orang masuk angin dan batuk pilek bisa dibuang jauh-jauh,” tandasnya.

Selain membangun Puskesmas Gunung Lingkas, juga akan dibangun Puskesmas Jauta Laut. “Di sana (Juata Laut) kan ada pelabuhan ferry, jadi selain melayani masyarakat Juata laut, nanti juga bisa dimanfaatkan bagi masyarakat luar daerah yang datang melalui pelabuhan itu. Fasilitasnya juga sama dengan puskesmas Gunung Lingkas,” tambahnya.

DISERAHKAN AKHIR MARET

Secara terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), Marzuki mengaku saat ini pembangunan Puskesmas Gunung Lingkas sudah memasuki tahap finishing. “Sudah memasuki tahap finishing, seperti pemasangan kaca, pembersihan lantai maupun halaman gedung. Kalau nggak ada halangan akhir Maret ini akan kami serahkan kepada Dinkes,” ujar Marzuki.

Marzuki juga menyampaikan, untuk pengoperasian Puskesmas Gunung Lingkas memerlukan listrik yang cukup besar yakni sekitar 150 ampere. Sebab pada puskesmas ini dilengkapi dengan berbagai ruangan yang memerlukan listrik yang besar seperti ruang radiologi. Sedangkan untuk air bersih hingga kini belum bisa mendapat layanan air bersih dari PDAM, namun pada puskesmas ini telah dilengkapi dengan tandon air yang besar di dalam tanah.

“Kalau listrik sudah oke, dan untuk air kami telah ada tandon yang besar. Nanti airnya bisa dinaikan ke profil tank yang ada di atas gedung,” jelas Marzuki.

Terkait wacana pembangunan Puskesmas Juata Laut, ia mengaku hingga saat ini pihaknya masih merencanakan gedung tersebut lebih matang. “Masih dalam perencanaan, kalau model dan fasilitasnya tidak jauh berbeda dengan Puskesmas Gunung Lingkas yang sebentar lagi selesai itu,” pungkas Marzuki.(dio)

Sumber : Radar Tarakan (12 Maret 2009)

Netpark Pemicu Tarakan Cyber City (TCC)

Tarakan Menuju Cyber City Dengan Netpark - Internet Parking - Komunitas Blogger Tarakan
Gambar ini telah lama berada di pinggiran jalan Halmahera sekitar Kantor Kecamatan Tarakan Tengah dan Kantor Satpol PP Tarakan, yang diperuntukkan untuk informasi kepada masyarakat Tarakan bahwa di daerah tersebut terdapat hotspot gratis. Antena wireless yang terpasang pada tower Kecamatan Tarakan Tengah tersebut mengarah ke Taman Oval Ladang. Hotspot netpark (internet parking) telah aktif sejak Nopember 2004 dan sampai saat ini telah digunakan masyarakat Tarakan.

Dengan slogan jelajahi dunia tanpa batas berarti 24 jam penuh sehari semalam masyarakat dapat memanfaatkannya. Logo Pemkot Tarakan mengartikan bahwa netpark tersebut dikelola oleh Pemerintah Kota Tarakan melalui instansi khusus yaitu Bagian Humas dan Informatika yang dulunya masih dikelola oleh Kantor Pengolahan Data (PDE dilikuidasi sejak 1 Januari 2009). Papan board ini telah 2 kali berganti wajah yang sebelumnya bergambar seperti di bawah ini.

Tarakan Menuju Cyber City Dengan Netpark - Internet Parking - Komunitas Blogger Tarakan

Slogan Tarakan Cyber City ditambahkan sendiri oleh admin sebelum di upload (hehehe). Dengan slogan ini, harapannya hotspot netpark terpasang di semua lokasi publik/umum dan bukan hanya di taman oval ladang. Sehingga masyarakat Tarakan dapat mengunjungi lokasi hotspot tersebut untuk mengakses internet secara gratis. Dengan netpark pada akhirnya dapat menjadikan Tarakan Cyber City, dan cita-cita Tarakan The New Singapore benar-benar dapat terwujud. Aminnnn....

NB : klik pada gambar untuk melihat lebih besar.

Baca juga NetPark (Internet Parking) Wifi 24 Jam Koneksi Gratis Untuk Masyarakat Tarakan

Tarakan Borneo menuju Cyber City dengan Netpark

Tarakan Borneo Menuju Cyber City Dengan Netpark - Internet Parking - Ardiz Borneo
Gambar ini telah lama berada di pinggiran jalan Halmahera sekitar Kantor Kecamatan Tarakan Tengah dan Kantor Satpol PP Tarakan, yang diperuntukkan untuk informasi kepada masyarakat Tarakan bahwa di daerah tersebut terdapat hotspot gratis. Antena wireless yang terpasang pada tower Kecamatan Tarakan Tengah tersebut mengarah ke Taman Oval Ladang. Hotspot netpark (internet parking) telah aktif sejak Nopember 2004 dan sampai saat ini telah digunakan masyarakat Tarakan.

Dengan slogan jelajahi dunia tanpa batas berarti 24 jam penuh sehari semalam masyarakat dapat memanfaatkannya. Logo Pemkot Tarakan mengartikan bahwa netpark tersebut dikelola oleh Pemerintah Kota Tarakan melalui instansi khusus yaitu Bagian Humas dan Informatika yang dulunya masih dikelola oleh Kantor Pengolahan Data (PDE dilikuidasi sejak 1 Januari 2009). Papan board ini telah 2 kali berganti wajah yang sebelumnya bergambar seperti di bawah ini.

Tarakan Borneo Menuju Cyber City Dengan Netpark - Internet Parking - Ardiz Borneo

Slogan Tarakan Cyber City ditambahkan sendiri oleh admin sebelum di upload (hehehe). Dengan slogan ini, harapannya hotspot netpark terpasang di semua lokasi publik/umum dan bukan hanya di taman oval ladang. Sehingga masyarakat Tarakan dapat mengunjungi lokasi hotspot tersebut untuk mengakses internet secara gratis. Dengan netpark pada akhirnya dapat menjadikan Tarakan Cyber City, dan cita-cita Tarakan The New Singapore benar-benar dapat terwujud. Aminnnn....

NB : klik pada gambar untuk melihat lebih besar.

Baca juga NetPark (Internet Parking) Wifi 24 Jam Koneksi Gratis Untuk Masyarakat Tarakan

Wisata SEO Sadau