Pengumuman Pelelangan Umum Penyewaan Internet VSAT 2010

Pengumuman Pelelangan Umum Penyewaan Internet VSAT 2010

PENGUMUMAN LELANG
Nomor: 01/ PL - PI /HMS/SEKDA


Dengan ini disampaikan bahwa Panitia Lelang Pengadaan Barang / Jasa Sekretariat Daerah Kota Tarakan Tahun Anggaran 2010 akan mengadakan Pelelangan Umum (Pasca Kualifikasi) dengan kegiatan Penyewaan Internet VSAT Sekretariat Daerah Kota Tarakan. Pagu Anggaran Rp. 2.400.000.000,-. Dengan syarat ; SIUP Besar, Bidang Perdagangan Barang dan Jasa, Jenis Barang/Dagangan Utama Telekomunikasi.

Sumber Dana : APBD Kota Tarakan Tahun Anggaran 2010.

Lokasi : Kota Tarakan

Pendaftaran :
Tanggal : 29 Desember 2009 s/d 11 Januari 2010
Pukul : 09.00 – 16.00 Bwita.
Tempat : Kantor Bagian Humas & Informatika
Sekretariat Daerah Kota Tarakan Jl. Kalimantan No.1 Telp (0551) 21620-21622, Fax. 21622 Tarakan – Kalimantan Timur

Persyaratan
1. Dilakukan oleh:
- Direktur Utama/Wakil Direktur/Perusahaan atau dapat dikuasakan kepada pengurus perusahaan yang tercantum dalam akta notaris pendiri perusahaan dengan menunjukkan surat kuasa Asli bermaterai Rp.6000,-
- Menunjukkan Identitas Asli (KTP) dan menyerahkan copynya.
2. Menunjukkan Dokumen Perusahaan (ASLI dan menyerahkan FOTOCOPY) meliputi:
- Akte Pendirian Perusahaan dan Perubahan Akhir
- SIUP

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Panitia Lelang Pengadaan Barang/Jasa Kegiatan Penyewaan Internet VSAT. Dan dapat di download di sini

Tarakan, 28 Desember 2009

TTD

PANITIA LELANG

Tarakan Expo Diramaikan 176 Stan

Tarakan Expo Diramaikan 176 Stan

Tarakan Expo 2009 yang diselenggarakan Pemkot Tarakan untuk memeriahkan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Pemkot Tarakan, Rabu (16/12) pukul 10.00 di Stadion Datu Adil, secara resmi dibuka Wakil Walikota Tarakan, Suhardjo. Expo yang diikuti sebanyak 176 stan ini tidak hanya diisi para pengusaha industri kecil, namun juga perusahaan-perusahaan besar di Tarakan. Di antaranya, PT Medco E&P Indonesia, PT Pertamina UBEP Sanga Sanga-Tarakan, PT PLN, Telkomsel dan Indosat.

Dalam pameran 16-23 Desember, masing-masing stan memajang aneka ragam produk unggulan masing-masing. Seperti Stan Pekalongan memamerkan aneka baju batik Pekalongan. Telkomsel, Indosat dan Telkom memperlihatkan produk blackberry dan handphone merek Cina. Tak hanya itu, pameran yang dibuka mulai pukul 09.00 hingga pukul 22.00 menyediakan pula stan makanan dan minuman. Misalnya kerak telor dari Betawi, roti karebosi dari Makassar dan lainnya. Kegiatan ini diramaikan pula dengan berbagai aneka permainan anak-anak, hiburan band hingga musik keroncong.

Yang menarik, di pameran ini disediakan andong yang didatangkan langsung dari Sumbawa. Dengan andong ini pengunjung berkesempatan berkeliling di lokasi pameran untuk melihat-lihat produk yang dipajang di berbagai stan. Ketua Panitia Penyelenggara, Sopian Raga mengungkapkan, dalam expo ini jumlah perusahaan besar dan usaha industri kecil berimbang. "Saya melihat berimbang, karena dua-duanya harus didorong, supaya investasi bisa masuk," ucapnya.

Mengenai target anggaran yang ingin dicapai dalam pameran ini, kata Sopian belum dapat diketahui. Pasalnya hal ini baru diketahui setelah kegiatan selesai. "Setelah kegiatan selesai baru bisa kami sampaikan, tapi intinya jumlahnya untuk tahun ini akan lebih besar daripada tahun lalu," katanya. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (16 Desember 2009)

Semarak 12 Tahun Kota Tarakan

Semarak 12 Tahun Kota Tarakan
Tema : Dengan Semangat Kebersamaan, Kita Tingkatkan Solidaritas dan Intelektual Kebangsaan Yang Berbudaya Menuju Tarakan Kota BAIS.

Visit Tarakan, tepatnya 15 Desember 2009 pada Hari Ulang Tahun Kota Tarakan. Momen ini telah direspon pemerintah daerah dengan ditetapkan perayaannya dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali dirangkaikan dengan peringatan hari jadi Kota Tarakan (Borneo). Secara nasional Iraw Tengkayu juga telah menjadi calender of event pada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Info Lebih lanjut mengenai Iraw Tengkayu :
1. Parade nusantara (karnaval budaya)
2. Penurunan padaw tuju dulung
3. Tarakan expo
4. Parade musik dan tari
5. Olahraga tradisional
6. Festival masakan laut dan bakar ikan
7. Olahraga prestasi
8. Pentas musik akhir tahun dan pesta kembang api

Pantai Amal Jadi Andalan Pariwisata Tarakan

Pantai Amal (Amal Beach) TarakanPemerintah Kota Tarakan telah menetapkan wilayah kawasan Timur Pulau Tarakan sebagai daerah pengembangan Pariwisata. Termasuk diantaranya Pantai Amal yang akan menjadi tempat tujuan wisata adalan di Tarakan.

Selain sebagai kota perdagangan dan jasa, Tarakan kini dinilai perlu mengembangkan kawasan Pariwisata untuk menunjang perekonomian. Secara bertahap, Pemkot kini telah melaksanakan revetment Pantai Amal sepanjang 2,4 kilometer yang akan dijadikan andalan Pariwisata di Tarakan. Adanya pembangunan tersebut Pantai Amal diharapkan lebih representatif.

Setelah menyelesaikan revetment, Pemkot akan membangun falitas penujang lain salah satunya Water Park. Sehingga akan menjadi magnet wisatawan luar daerah datang ke Tarakan dan mampu meningkatkan pendatan asli daerah dari sektor Pariwisata. (Sofyan Ali Mustofa)

Sumber : Tarakan TV (28 November 2009 )
Tarakan Ditunjuk Tuan Rumah Kejurprov GABSI

Tarakan Ditunjuk Tuan Rumah Kejurprov GABSI





Setelah Bulutangkis Tarakan kembali dipercaya menyelenggarakan Kejuaraan Provinsi. Kali ini Tarakan ditunjuk sebagai tuan rumah Kejurprov Gabungan Bridge seluruh Indonesia Kalimantan Timur (GABSI) 2010.

Penunjukan Tarakan terkait suksesnya Tarakan sebagai tuan rumah cabang olahraga Bridge pada PON ke 17 lalu. Sebagai persiapan awal, saat ini GABSI Tarakan akan membentuk panitia dan segera melakukan koordinasi dengan pihak Pengprov. Rencananya, kejuaraan akan digelar pada pertengahan tahun 2010. Ini sambil menunggu anggaran dari KONI daerah untuk GABSI cabang Tarakan.

Untuk menghadapi Kejurprov tersebut, GABSI akan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Tarakan guna untuk untuk persiapan atlet usia dini. Sementara, pada Kejurprov di Samarinda beberapa waktu lalu, Tarakan berhasil raih 1 emas dan 1 perak yang bermain di pasangan campuran atau yang lebih dikenal Mix Couple. Atlet pasangan campuran tersebut adalah Aminta Daya dan Nur Asikin. Serta pasangan Hernawati dan Jembar. (Morten, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (26 November 2009 )

Pantai Amal Tarakan Tetap Jadi Kawasan Wisata

Pantai Amal Tarakan Tetap Jadi Kawasan WisataTARAKAN - Hingga saat ini Pemerintah Kota Tarakan terus melanjutkan pengembangan pariwisata di sepanjang kawasan Pantai Amal, meskipun lahan tersebut masih menjadi persengketan antara masyarakat Pantai Amal Baru dan Angkatan Laut (AL) yang sama- sama mengklaim lahan tersebut.

Sekretaris Kota (Sekkot) Tarakan, Badrun mengungkapkan, di dalam konsep rencana tata ruang wilayah (RTRW) baik kota, provinsi dan nasional telah menyatakan kawasan Pantai Amal di Tarakan adalah sebagai kawasan pengembangan pariwisata.

"Jadi siapapun dan pihak mana pun mengklaim dan menguasai kawasan Pantai Amal, tetap saja Pantai Amal itu diperuntukkan kawasan wisata. Sebab ini sudah ada dalam konsep tata ruang, yang merupakan suatu panduan mengatur ruang di pulau kecil ini, sehingga ini sudah jelas," ungkap Badrun di kediamannya, Jumat (27/11).

Badrun mengatakan, pihaknya masih terus melakukan proses pengembangan pariwisata, karena adanya perda kota hingga RTRW provinsi dan nasional. "Karena kita sudah dikuatkan tata ruang nasional, perda kota, hingga tata ruang provinsi, kita tetap meneruskan pengembangan pariwisata di Pantai Amal," ujarnya.

Badrun menambahkan, diteruskannya Pantai Amal sebagai pengembangan pariwisata, karena telah dinyatakan secara jelas, di RTRW bahwa Pantai Amal itu fasilitas kota untuk digunakan masyarakat. "Tetapi untuk kepentingan-kepentingan yang lain haruas ada regulasi perizinan," ucapnya.

Sementara itu mengenai persengketaan lahan di Panti Amal, kata Badrun, sebaiknya diselesaikan di tingkat nasional. "Permasalaan ini tidak bisa diputuskan di tingkat lokal, tapi tingkat nasional dan bahkan pengambil keputusan didapatkan di lintas departamen," katanya. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (27 November 2009)

Tarakan Raih Penghargaan Kota Sehat

Hari Ini, Diserahkan Langsung oleh Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih

TARAKAN – Atas keberhasilan Kota Tarakan meningkatkan pelayanan kesehatan dengan segala bentuk manifestasinya, serta sejumlah peningkatan dalam dasar pelayanan yang dilakukan oleh tenaga medis juga peran aktif masyarakat didalamnya, Departemen Kesehatan (Depkes) RI menganugerahkan Penghargaan Kota Sehat tahun 2009.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Informatika Ruslan Arifin penghargaan diberikan bagi institusi atau perorangan yang dianggap berjasa dalam pengembangan bidang kesehatan di Indonesia. Nah, salah satunya Walikota Tarakan H. Udin Hianggio yang mewakili rasa bangga masyarakat Tarakan.

Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula Gedung Baru Lantai 2 Depkes Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan. Tepatnya, hari Kamis pukul 18.30 WIB, jelasnya.

Penghargaan ini merupakan kali kedua bagi Kota Tarakan, setelah sebelumnya di tahun 2008, juga diraih penghargaan sejenis. Penghargaan ini diberikan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November setiap tahunnya.

Penyerahan penghargaan akan dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih. Dan, Walikota Tarakan sendiri yang akan menerimanya, singkatnya. Walikota Tarakan sendiri sudah berada di Jakarta, sebab sebelumnya H Udin harus menghadiri pertemuan APEKSI yang berlangsung di tempat yang sama.

Penghargaan mungkin tidak penting, tapi bagi masyarakat sendiri ini menjadi penting karena Depkes memberikan kepercayaan yang begitu tinggi kepada Tarakan untuk untuk kedua kalinya meraih penghargaan ini. Dari itu, walikota berpesan masyarakat dituntut lebih baik dalam membantu Pemkot Tarakan mempertahankan apresiasi ini, tambahnya.

Sumber : Radar Tarakan (12 Nopember 2009)

Tarakan Raih Penghargaan Kota Sehat

Hari Ini, Diserahkan Langsung oleh Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih

TARAKAN – Atas keberhasilan Kota Tarakan meningkatkan pelayanan kesehatan dengan segala bentuk manifestasinya, serta sejumlah peningkatan dalam dasar pelayanan yang dilakukan oleh tenaga medis juga peran aktif masyarakat didalamnya, Departemen Kesehatan (Depkes) RI menganugerahkan Penghargaan Kota Sehat tahun 2009.

Menurut Kepala Bagian Humas dan Informatika Ruslan Arifin penghargaan diberikan bagi institusi atau perorangan yang dianggap berjasa dalam pengembangan bidang kesehatan di Indonesia. Nah, salah satunya Walikota Tarakan H. Udin Hianggio yang mewakili rasa bangga masyarakat Tarakan.

Rencananya, kegiatan ini akan dilaksanakan di Aula Gedung Baru Lantai 2 Depkes Jalan HR Rasuna Said Jakarta Selatan. Tepatnya, hari Kamis pukul 18.30 WIB, jelasnya.

Penghargaan ini merupakan kali kedua bagi Kota Tarakan, setelah sebelumnya di tahun 2008, juga diraih penghargaan sejenis. Penghargaan ini diberikan dalam rangka peringatan Hari Kesehatan Nasional yang jatuh pada tanggal 12 November setiap tahunnya.

Penyerahan penghargaan akan dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Endang Rahayu Sedyaningsih. Dan, Walikota Tarakan sendiri yang akan menerimanya, singkatnya. Walikota Tarakan sendiri sudah berada di Jakarta, sebab sebelumnya H Udin harus menghadiri pertemuan APEKSI yang berlangsung di tempat yang sama.

Penghargaan mungkin tidak penting, tapi bagi masyarakat sendiri ini menjadi penting karena Depkes memberikan kepercayaan yang begitu tinggi kepada Tarakan untuk untuk kedua kalinya meraih penghargaan ini. Dari itu, walikota berpesan masyarakat dituntut lebih baik dalam membantu Pemkot Tarakan mempertahankan apresiasi ini, tambahnya.

Sumber : Radar Tarakan (12 Nopember 2009)

Pemkot Tarakan Tutup Permainan Poker di Facebook

Pemkot Tarakan Tutup Permainan Poker di FacebookPemkot Tarakan melalui Humas dan Informatika sudah seminggu ini menutup koneksi jaringan internet permainan poker di facebook yang berada di lingkungan Kantor Walikota Tarakan. Ini dilakukan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai lainnya tidak kecanduan dengan permainan tersebut.

"Koneksi jaringan poker di facebook kami tutup sementara. Ini kami lakukan setelah kami membaca koran bahwa poker di facebook dapat membuat kecanduan. Atas inisiatif sendiri akhirnya kami sepakat untuk menutup sementara, tanpa batas waktu yang ditentukan," ucap Kasubag Informatika, Totok Murhanto, yang ditemui, Rabu (11/11).

Totok mengungkapkan, penutupan jaringan tersebut, juga dikarenakan setiap jam kerja bandwith selalu penuh, karena banyak pegawai pemkot yang melakukan upload dan download di jaringan internet. "Sehingga kalau ada yang bermain poker di facebook, tentu jaringan internet pun menjadi lebih lambat," ujarnya.

Totok mengatakan, dengan ditutupnya permainan poker di facebook tidak mengganggu kinerja PNS di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Tarakan. "Sejauh ini belum ada SKPD yangmerasa terganggu. Meskipun belum ada, kami tetap menutup permainan tersebut," ujarnya.

Mengenai kapan akan dibuka kembali permainan poker di facebook di lingkungan Pemkot Tarakan, kata Totok, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. "Sampai kapan ditutup kami belum tahu, sebab kami bukan pengambil kebijakan," katanya.

Sekedar informasi di dalam facebook terdapat permainan poker, yaitu sebuah permainan judi. Nama aplikasi di facebook poker tersebut adalah Texas Holdem Poker Facebook. Setiap orang yang memiliki facebook dapat memainkan lakukan permainan poker. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (11 November 2009)

Pemkot Tarakan Tutup Permainan Poker di Facebook

Pemkot Tutup Permainan Poker di FacebookPemkot Tarakan melalui Humas dan Informatika sudah seminggu ini menutup koneksi jaringan internet permainan poker di facebook yang berada di lingkungan Kantor Walikota Tarakan. Ini dilakukan agar Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pegawai lainnya tidak kecanduan dengan permainan tersebut.

"Koneksi jaringan poker di facebook kami tutup sementara. Ini kami lakukan setelah kami membaca koran bahwa poker di facebook dapat membuat kecanduan. Atas inisiatif sendiri akhirnya kami sepakat untuk menutup sementara, tanpa batas waktu yang ditentukan," ucap Kasubag Informatika, Totok Murhanto, yang ditemui, Rabu (11/11).

Totok mengungkapkan, penutupan jaringan tersebut, juga dikarenakan setiap jam kerja bandwith selalu penuh, karena banyak pegawai pemkot yang melakukan upload dan download di jaringan internet. "Sehingga kalau ada yang bermain poker di facebook, tentu jaringan internet pun menjadi lebih lambat," ujarnya.

Totok mengatakan, dengan ditutupnya permainan poker di facebook tidak mengganggu kinerja PNS di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Tarakan. "Sejauh ini belum ada SKPD yangmerasa terganggu. Meskipun belum ada, kami tetap menutup permainan tersebut," ujarnya.

Mengenai kapan akan dibuka kembali permainan poker di facebook di lingkungan Pemkot Tarakan, kata Totok, pihaknya tidak mengetahui secara pasti. "Sampai kapan ditutup kami belum tahu, sebab kami bukan pengambil kebijakan," katanya.

Sekedar informasi di dalam facebook terdapat permainan poker, yaitu sebuah permainan judi. Nama aplikasi di facebook poker tersebut adalah Texas Holdem Poker Facebook. Setiap orang yang memiliki facebook dapat memainkan lakukan permainan poker. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (11 November 2009)

Tarakan Raih Juara Umum Kejurnas Takraw

Tarakan Raih Juara Umum Kejurnas TakrawUntuk kali pertama persatuan sepak takraw Indonesia cabang Tarakan berhasil membawa nama Kalimantan Timur meraih juara umum pada Kejurnas takraw di Palu Sulawesi Tengah. Dalam kejurnas tersebut, Tarakan berhasil mengalahkan sejumlah tim tangguh.

Warga Kaltim dan khususnya Tarakan kini patut bangga terhadap prestasi PSTI Tarakan. Itu setelah dalam Kejurnas di Palu pada 27 oktober hingga 1 november, PSTI Tarakan berhasil membawa nama Kaltim meraih juara umum. Pemain takraw Tarakan yang berhasil membawa pulang medali emas tersebut antara lain Joko, Mustakim, Nurdin dan Kandacong.

Sejumlah kejutan berhasil dibuat tim Tarakan dalam Kejurnas. Di semi final, Tarakan mampu menumbangkan tim kuat provinsi Riau. Padahal selama ini riau dikenal sebagai kiblat sepak takraw di Indonesia. Sementara, Tarakan berhasil mengalahkan provinsi Gorontalo pada partai final. (Morten, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (4 November 2009)

Tarakan Raih Juara Umum Kejurnas Takraw

Tarakan Raih Juara Umum Kejurnas TakrawUntuk kali pertama persatuan sepak takraw Indonesia cabang Tarakan berhasil membawa nama Kalimantan Timur meraih juara umum pada Kejurnas takraw di Palu Sulawesi Tengah. Dalam kejurnas tersebut, Tarakan berhasil mengalahkan sejumlah tim tangguh.

Warga Kaltim dan khususnya Tarakan kini patut bangga terhadap prestasi PSTI Tarakan. Itu setelah dalam Kejurnas di Palu pada 27 oktober hingga 1 november, PSTI Tarakan berhasil membawa nama Kaltim meraih juara umum. Pemain takraw Tarakan yang berhasil membawa pulang medali emas tersebut antara lain Joko, Mustakim, Nurdin dan Kandacong.

Sejumlah kejutan berhasil dibuat tim Tarakan dalam Kejurnas. Di semi final, Tarakan mampu menumbangkan tim kuat provinsi Riau. Padahal selama ini riau dikenal sebagai kiblat sepak takraw di Indonesia. Sementara, Tarakan berhasil mengalahkan provinsi Gorontalo pada partai final. (Morten, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (4 November 2009)

Oktober 2010 Tarakan Jadi Kota Gas

Oktober 2010 Tarakan Jadi Kota GasKota Tarakan menjadi kota gas atau gas city, sebentar lagi akan menjadi kenyataan. Rencana program gas city akan dilaksanakan sekitar Oktober tahun 2010. Hal ini diungkapkan Wakil Ketua Komisi III DPRD Tarakan Bidang Pembangunan, Supaad Hadianto, seusai rapat pembahasan gas city, Kamis (29/10) di ruang Imbaya Pemkot Tarakan.

Program Gas City merupakan konsep pemanfaatan gas bumi untuk kepentingan warga. Gas ini rencananya akan dialirkan ke rumah-rumah warga melalui jaringan pipa, untuk kepentingan rumah tangga, di antaranya untuk kebutuhan memasak dan lainnya.

Program gas city akan dilakukan di empat kelurahan di Tarakan, Kelurahan Sebengkok, Selumit, Pamusian dan Karang Balik. Rencananya dari empat kelurahan ini ada 4.000 rumah warga yang ditargetkan untuk mendapatkan sambungan melalui jaringan pipa gas dari PT Medco sebagai suplai gas.

Empat kelurahan ini dipilih karena akses sumber gas dari PT Medco lebih dekat, sehingga memungkinkan untuk pipaisasi gas ke rumah-rumah warga. Tapi setelah program ini terlaksana di empat kelurahan tersebut, tidak menutup kemungkinan di kelurahan lain akan dilakukan hal yang sama.

Supaad mengatakan, dengan menjadi kota gas, masyarakat Tarakan ke depannya akan beralih menggunakan energi gas. Sehingga pemakaian minyak tanah dapat dikurangi. "Dengan begini masyarakat tidak lagi menggunakan kompor minyak tanah, melainkan gas. Apalagi pemakaian gas ini mudah dan aman. Tinggal klik saja, sudah bisa langsung memasak," ujarnya.

Supaad mengungkapkan, program gas city merupakan program pemerintah pusat, sehingga biaya untuk program tersebut semuanya dari APBN. "Program ini murni dari APBN, jadi tidak ada APBD yang dipakai. Sehingga ini seharusnya dimanfaatkan masyarakat, jangan sampai program ini terlepas begitu saja," ujarnya. Supaad mengaku tidak mengetahui berapa besar dana yang digunakan untuk program gas city di Tarakan.

Tarakan merupakan salah satu daerah yang dipilih pemerintah sebagai pilot project gas city. Pembangunan gas city diharapkan pemerintah untuk dapat mempercepat pengurangan penggunaan minyak, pengurangan subsidi BBM, dan keterbatasan infrastruktur. Hal ini juga dapat menciptakan energi bagi rumah tangga murah, bersih, dan ramah lingkungan. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (29 Oktober 2009)
2012, Wajah Bandara Juwata Tarakan Bakal Cantik

2012, Wajah Bandara Juwata Tarakan Bakal Cantik

Tambah Banyak Fasilitas Baru, Runway Dipanjangkan

Kepala Bandara Juwata Tarakan Husni Djau menargetkan, pada 2012 nanti wajah bandara akan berubah total. Hal ini terkait dengan pembangunan terminal baru lantai tiga yang akan dilengkapi garbarata (fasilitas seperti jembatan yang menghubungkan antara terminal bandara menuju pesawat).

Salahsatu bandara Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang dikelola Departemen Perhubungan (Dephub) ini juga sedang mempersiapkan lahan untuk lokasi pembangunan tower, gedung radar, gedung operasional dan beberapa fasilitas lainnya dengan luas lahan yang sekitar 30 hektare. “Saat ini kami sedang melakukan pematangan lahan. Insya Allah awal 2010 mendatang semua fasilitas tersebut akan mulai dibangun. Begitu juga runway (landasan pacu) baru saat ini juga masih dalam tahap pematangan lahan,” kata Husni Djau.

Ia juga menyampaikan, bangunan lama yang dianggap mengganggu penerbangan akan diratakan seperti kantor operasional, tower dan yang lainnya.

”Semua bangunan yang diratakan akan dipindahkan di tempat yang baru. Tepatnya di belakang Kantor Karantina Hewan, sementara lokasi lama akan dijadikan apron (tempat parkir pesawat terbang),” sebutnya.

Sementara terkait dengan anggaran yang disediakan pengembangan bandara untuk dua tahun mendatang, Husni belum bisa memastikan. Namun menurut mantan kepala Bandara Jalaluddin Gorontalo itu, dalam pembangunan bandara ini selain anggaran disiapkan dari pemerintah pusat, juga disiapkan dari provinsi. Proyek yang didanai APBD Kaltim dimaksud seperti pembangunan apron yang bisa menampung sekitar 14 pesawat berbadan lebar.

”Saya belum tahu pasti berapa besar anggarannya. Namun yang pasti pembangunan bandara juga dibantu provinsi,” ujar Husni Djau.

Selain pengembangan fasilitas bandara, Husni juga menargetkan ke depannya Bandara Juwata juga akan menjadi bandara kargo internasional.

Ia menjelaskan, jika selama ini produk perikanan Tarakan yang diekspor melalui Jakarta dan Surabaya, ke depannya langsung ke negara tujuan. Husni optimis, jika rencana ini dapat terealisasi diyakini roda perekonomian masyarakat Tarakan akan berputar dengan cepat.

”Sehingga kami mengharapkan dukungan dari semua masyarakat Tarakan,” kata Husni Djau.(ian)

Sumber : Kaltim Post (26 Oktober 2009)

Tahun 2010, Pemkot Tarakan Bangun 13 Gedung Sekolah

Tahun 2010, Pemkot Tarakan Bangun 13 Gedung SekolahPada tahun 2010, pemerintah kota Tarakan berencana membangun dan merenovasi 13 gedung sekolah. Dana anggaran ratusan miliar rupaih kini telah disiapkan. Sementara, Pemkot Tarakan menargetkan pembangunan gedung baru SD 012 dan 041 Tarakan rampung tahun ini.

Gedung SD 009 Karang Anyar yang kurang layak tersebut adalah salah 1 dari 13 bangunan sekolah di Tarakan yang akan diperbaiki oleh dinas pendidikan. Rencananya, pembangunan sejumlah gedung baru sekolah tersebut akan dilaksanakan pada tahun 2010. Selain SD 009 Karang Anyar, pembangunan gedung baru juga diperuntukkan bagi SD 013 Kampung 6, SD 003 Karang Anyar Pantai, SD 031 Simpang Amal Mamburungan, SD 021 Kampung 1 Skip dan Sd Negeri Utama 2 Pamusian.

Untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama diantaranya SMP Negeri 7 Pamusian, SMP Negeri 4 Selumit, SMP Negeri 8 Karang Harapan, SMP Negeri 6 Juwata, SMP Negeri 10 pantai amal. Sedangkan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas antara lain SMA Negeri 1 Karang Balik dan SMA Negeri 3 di Juwata Kerikil.

Menurut Disdik Tarakan, pembangunan gedung sekolah tersebut untuk meningkat seluruh fasilitas pendidikan di Tarakan. Sehingga kedepannya dapat meningkatkan mutu pendidikan. Pembangunan dan renovasi sejumlah sekolah setidaknya membutuhkan anggaran 102 miliar lebih. Oleh Pemkot Tarakan kebutuhan dana tersebut disiapkan pada APBD tahun 2010. (Jumadi, Dadang Pujianto)

Sumber : Tarakan TV (12 October 2009)
Status UB 100 Persen Jadi Negeri Tahun 2010

Status UB 100 Persen Jadi Negeri Tahun 2010

Keinginan pemerintah kota untuk mewujudkan Universitas Borneo (UB) sebagai perguruan tinggi negeri pertama di utara Kaltim segera terwujud. Itu setelah penegerian Universitas Borneo tinggal menunggu peraturan pemerintah.

Universitas Borneo hingga kini masih menyandang status Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP). Namun, status tersebut bakal segera berubah menjadi PTN setelah mendapat persetujuan dari Presiden. Syarat administrasi, ketentuan peraturan pemerintah dan syarat pendukung penegerian Universitas Borneo lainnya kini tinggal menunggu tanda tangan Presiden. Dengan begitu, tak lama lagi UB mendapat legalitas sebagai Universitas Negeri.

Pengalihan status
Universitas Borneo menjadi negeri kini telah memasuki masa transisi sejak Pemkot menyerahkan aset Universitas Borneo pada bulan Februari lalu. Lambatnya penegerian Universitas Borneo karena Undang-Undang No 9 tahun 2009 tentang badan hukum pendidikan, sehingga perguruan tinggi yang beralih status harus menyesuaikan dengan Undang-Undang tersebut. (Sofyan Ali Mustofa)

Sumber : Tarakan TV (1 Oktober 2009)

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Maaf agak telat postingannya, anggap saja dari mudik. Lebih baik telat dari pada tidak sama sekali, mumpung masih suasana dibulan Syawal. Langsung saja yah...


Taqabbalallahu Minna Wa Minkum,
Shiyamana Wa Shiyamakum.
Komunitas Blogger Tarakan Mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H.
Minal Aidin Walfaidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Enam Warga Tegal Terlantar di Tarakan

Enam Warga Tegal Terlantar di Tarakan

Bekerja 3 Bulan Tak Digaji, di Malinau Sempat Tidur di Emperan Toko

Enam orang warga asal Kota Tegal, terlantar di Tarakan. Mengapa demikian?
KE ENAM orang warga ini adalah Edi Trianto (29), Mohammad Rojikin (30), Slamet Kuswoyo (30), Patrik (21), Eko Sofa Kuswanto (21), dan Sufianto (32).

Kepada Radar Tarakan, keenam warga ini mengaku melarikan diri dari perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Sebuku Kabupaten Nunukan. Pasalnya, selama tiga bulan mereka bekerja, tidak ada satupun dari mereka menerima gaji. Bahkan selama itu, mereka juga tidak diberikan hak seperti yang dijanjikan sebelumnya.

6 warga asal Tegal Jawa Tengah yang berkerja sebagai buruh perkebunan kelapa sawit di Malinau terlantar di Tarakan karena kehabisan uang. Ke 6 buruh tersebut mengaku menjadi korban penipuan perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Mereka mengaku telah menjadi korban penipuan salah satu perusahaan kelapa sawit di Malinau yang selama ini mempekerjakan mereka. Selain tidak betah, sejak bekerja pada Agutus lalu mereka belum menerima sepeser pun uang gaji. Padahal perusahaan berjanji akan memberikan gaji sebesar 2,5 juta rupiah per bulan dan uang pinjaman sebesar 500 ribu per minggu.

“Kasihan anak istri kami di Jawa, tidak ada kiriman dari kami. Padahal anak kami butuh susu, makanya kami pilih lari saja,” ujar Edi Trianto, salah satu dari mereka.

Diceritakan Edi, di Sebuku tersebut, mereka dipekerjakan di salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Di sana, mereka tinggal di barak bersama pekerja lainnya. Memang makan mereka ditanggung, yaitu beras dan mi bungkus. Namun datangnya sering terlambat.

“Kalau tidak ada makanan, kami cari ubi dan singkong di hutan belantara,” katanya.

Lantaran tidak betah lagi, keenam orang ini memilih kabur dari barak. “Pertamanya saya yang mencoba sendiri, tapi gagal. Saya juga nggak ngerti, masak satu hari berjalan kaki, saya hanya keluar masuk hutan dan kembali di situ-situ saja,” jelas Edi.

“Akhirnya, saya bertemu dengan warga setempat. Mereka kasihan sama kami, lalu kami dikasih petunjuk jalan keluar dari hutan,” jelasnya.

Untuk bisa lolos, mereka harus keluar hutan belantara dengan berjalan kaki selama dua hari dua malam, dan baru menemukan Kabupaten Malinau.

Pelarian mereka belum selesai. Pasalnya, untuk menyeberang menuju Tarakan, keenam orang ini tidak memiliki uang sama sekali. Alhasil, 4 unit handphone yang mereka punya, dijual secara borongan di Malinau, dan mereka pun berhasil mengumpulkan uang sebanyak Rp 850 ribu.

“Pusing, uangnya masih kurang. Mau tidak mau sepatu boat dan baju dijual semua, baru uangnya cukup untuk beli tiket ke Tarakan. Itupun minta-minta sumbangan dari orang,” ujar Edi yang bisa membeli tiket untuk enam orang senilai Rp1.080.000.

Selama empat hari di Malinau, keenam orang ini sempat tidur di pelabuhan, masjid dan emperan toko.

Sesampainya di Tarakan, keenam orang ini semakin bingung. Pasalnya, uang yang tersisa saat itu hanya Rp 10 ribu. Pilihan terakhir, uang tersebut dibelikan makan nasi bungkus dan dimakan bersama.

Belum lagi dengan tekanan emosi yang tinggi, kekompakan mereka mulai terpecah. Empat orang memilih berjalan kaki untuk mencari masyarakat dengan harapan bisa membantu mereka. Sementara dua orang lainnya, memilih berjalan kaki ke Pelabuhan Malundung untuk mencari tumpangan kapal barang dengan tujuan Surabaya.

“Di pelabuhan, banyak yang bilang orang asal Jawa banyak di Kampung Enam dan Kampung Satu, makanya kami jalan kaki sampai ke Kampung Enam,” jelasnya. Beruntungnya, saat di jalan di Kampung Satu, mereka meminta air minum di salah satu rumah warga, dan kebetulan warga tersebut adalah anggota Satpol PP Tarakan.

Alhasil, keempat orang inipun dirumahkan sementara di Kantor Satpol PP, sambil menunggu bantuan dari pemerintah, sementara duanya lagi, yaitu Patrik dan Sufianto, disusul ke pelabuhan Malundung. Salah satu dari mereka, yaitu Patrik, ditemukan dalam sebuah kapal barang, dan sedang bersembunyi di dek barang.

“Saya ngumpet-ngumpet di peti sudah dua hari. Sebelumnya memang sudah ngomong sama ABK, tapi tidak boleh. Makanya saya nyelonong aja,” aku Petrik.

Saat ini, keenam orang tersebut masih diamankan di kantor Satpol PP, Jl Halmahera. Mereka berharap paguyuban mereka ataupun pemerintah mau membantu biaya pemulangan sampai ke Tegal. Namun selama di kantor Satpol PP, keenam orang ini pun tidak diberikan makan. “Baru makan satu kali saja pak,” pungkas Edi. (ANTHON JOY)

Sumber : Radar Tarakan (24 September 2009)

Kebakaran Di Tarakan Menghabiskan 23 Rumah Hangus Terbakar

Kebakaran Di Tarakan Menghabiskan 23 Rumah Hangus TerbakarKebakaran kembali melanda kota Tarakan. Sabtu (12/09/09) sore sekitar pukul 15.30 sebanyak 23 rumah hangus terbakar. Kejadian tersebut terjadi di Karang Balik RT. 12 dan 13. Kebakaran ini terjadi sekitar pukul 15.30 sore. Setengah jam kemudian pemadam kebakaran baru tiba di lokasi kebakaran dibantu dengan personel Polres Tarakan dan Satpol PP.

Api baru bisa dikendalikan personel pemadam kebakaran sekitar pukul 17.00 sore. 23 rumah hangus dilalap si jago merah. Api diperkirakan berasal dari belakang Nusantara Tailor di jalan Niaga 1. Namun, tidak diketahui apa penyebab api muncul. Hingga kini, belum diketahui penyebab kebakaran. Namun, dari beberapa saksi mengatakan api berasal dari konselting listrik dari belakan Nusantara Tailor.

Meski demikian, pemilik Tailor Edy mengatakan api bukan berasal dari rumahnya. Sebab saat itu ia sedang tidur dan terbangun api baru saja melalap dapur rumahnya. Akibat kebakaran ini, kerugian diperkirakan mencapai milyaran rupiah. Sebab, para korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang berharga mereka. (Morten)

Pemkot Buat Posko Korban Kebakaran

Pemeritah kota Tarakan memastikan dalam waktu cepat akan mendirikan posko bagi korban kebakaran di RT 12 dan 13 Karang Balik. Bahkan, pemkot berencana membangun pos pemadaman kebakaran di tengah kota. Posko bagi korban kebakaran di RT 12 dan 13 Karang Balik rencananya berada di kantor kelurahan Karang Balik dan salah satu rumah warga yang dekat dengan lokasi kebakara.

Selain menyediakan makanan dan minuman, posko kebakaran juga terdapat tenaga medis dari dinas kesehatan dan PMI. Tak hanya mendirikan posko bagi korban, Pemkot kini juga berencana membuat posko pemadaman kebarakan di tengah kota. Agar jika terjadi kebakaran tidak cepat membesar dan mudah untuk diatasi. Sementara itu, bagi warga yang ingin memberikan bantuan ke korban kebakaran dapat langsung datang ke posko. (Tim Liputan)

Sumber : Tarakan TV (12 September 2009)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1430 H Kota Tarakan

Mungkin ini yang Anda cari : Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1432 H Kota Tarakan


Jadwal Imsakiyah Ramadhan

  1. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1430 H / 2009 M [download] file telah terhapus oleh Ziddu
  2. Jadwal Imsakiyah Ramadhan 1429 H / 2008 M [download] file telah terhapus oleh Ziddu

Kantor Wilayah Departemen Agama Prov. Kaltim telah mengeluarkan Jadwal Imsakiyah Bulan Ramadhan Untuk Kota Tarakan dan sekitarnya.

Catatan :
  1. Awal Puasa Ramadhan dan 1 Syawal, menunggu Pengumuman Resmi dari Menteri Agama RI.
  2. Imsak adalah saat memulai menjalankan Ibadah Puasa.
  3. Magrib adalah saatnya berbuka puasa.
  4. Untuk ketelitian cocokkan jam saudara dengan jam TVRI/RRI setiap 2 (dua) hari sekali.
  5. Jadwal ini menyalin dari Sumber jadwal yang disusun oleh Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama Prov. Kaltim
  6. Jadwal ini dicetak dan diperbanyak oleh Bag. Humas dan Informatika Sekretariat Daerah Kota Tarakan
  7. Diperbolehkan memperbanyak dengan menyebutkan sumbernya.

Dalam postingan ini sekaligus saya ucapkan : Marhaban Ya Ramadhan. Selamat Menunaikan Ibadah Puasa. Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Semoga Amal Ibadah Kita di Terima Allah SWT. Aminn.

Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan 2009-2014

Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Tarakan
Masa Persidangan II Tahun Sidang 2009
Dengan Acara
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji
Anggota DPRD Kota Tarakan Hasil Pemilihan Umum Tahun 2009
Lokasi : Gedung Serbaguna Kantor Walikota Tarakan

Anggota DPRD Kota Tarakan Periode 2009 - 2014 :
  1. H. M. YUSUF RAMLAN, SH
  2. H. FADLAN HAMID
  3. M. YAHYA H.T, SH
  4. SABAR SANTUSO, ST
  5. HJ. ZUBAIDAH AD.
  6. SABIRIN SANYONG
  7. H. ABU RAMSYAH
  8. AGUS WAHONO, S.Hut. MP
  9. ADNAN HASAN GALUNG
  10. SYAMSUDDIN ARFAH
  11. ANAS NURDIN, SH
  12. MAKMUR
  13. MUDAIN, ST
  14. KHAIRUDDIN ARIF HIDAYAT, SE
  15. RUSDIANTO RASYID, SE
  16. SUPA'AD HADIANTO, Amd
  17. SITI LAELA
  18. YANCONG, S.Pi
  19. EFFENDHI DJUFRIANTO
  20. H. M. NOERDIN
  21. PAULUS TURU
  22. RAHMAT SEWA
  23. MUSADI
  24. ASEP SUGIARTA
  25. GUNAWAN WIBISONO, S.Hut

Berikut 8 (Delapan) Foto Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan 2009 :

Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Peresmian dan Pengucapan Sumpah/Janji Anggota DPRD Kota Tarakan
Selamat atas anggota dewan yang telah dilantik, semoga dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan baik dan dapat memenuhi seluruh aspirasi masyarakat Tarakan.

Sumber : TarakanKota.go.id (12 Agustus 2009)

Kangen Band Konser di Tarakan

Kangen Band Konser di Tarakan - Borneo Indonesia
  • Hari/Tanggal : Sabtu, 8 Agustus 2009
  • Acara : HUT ke-8 Radar Tarakan atau Sewindu Radar Tarakan
  • Lokasi : Lapangan Sepakbola Pasar Boompanjang Tarakan
  • Harga Tiket : Harga tiket masuk (HTM) dipatok sebesar Rp 30.000 + 1 bungkus rokok.
  • Nama Band : Kangen Band.
  • Asal Band : Lampung.
  • Terbentuk : 4 Juli 2005.
  • Personil : Dodhy pada gitar dan vokal, Andika (vokal), Thama (gitar 2), Bebe (bas), Lim (drum), dan Izzy (keyboardis).
  • Lagu Hits : Terbang Bersamaku, Nilailah Aku, Juminten, Kau Tipu Aku, Cinta Tak Bersalah, Malam Minggu, Sambut Aku Dengan Cintamu, Maafkan, Satura, Mei, Pujaan Hati, Doy, Cinta Yang Sempurna, Kembali Pulang, Dengar Dan Rasakan, Bintang 14 Hari, Dinda, Jangan Menangis Lagi, Yakinlah Aku Menjemputmu
  • Sponsor : LA Lights, Mandala Airlines, Swiss Bel-Hotel Tarakan, STMIK PPKIA, Studio 98.7 RT FM, Pertamedika Hospital, Luwai Garment.
  • Organizer by : Event Organizer Radar Tarakan.

Selamat Datang Kangen Band di Kota Tarakan Bumi Paguntaka.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
Pesta Iraw Tengkayu adalah suatu bagian dari unsur kebudayaan Indonesia yang lahir dan berkembang pada masyarakat tidung sebagai bentuk interaksi dengan lingkungan sekitarnya.

Tradisi ini untuk memperlihatkan sesuatu tindakan rasa syukur masyarakat yang diberikan melalui aktifitas mereka sebagai nelayan sehingga pesta ini dikonotasikan sebagai pesta laut.

Dalam perjalanan dan perkembangannya tradisi ini (Pesta Iraw Tengkayu) melihatkan resistensi budaya yang tetap berkembang dalam masyarakat dan cukup berpotensi sebagai atraksi daya tarik wisata.

Momen ini telah direspon pemerintah daerah dengan ditetapkan perayaannya dilaksanakan 2 (dua) tahun sekali dirangkaikan dengan peringatan hari jadi Kota Tarakan (Borneo). Secara nasional Iraw Tengkayu juga telah menjadi calender of event pada Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Info Lebih lanjut mengenai Iraw Tengkayu :
1. Parade nusantara (karnaval budaya)
2. Penurunan padaw tuju dulung
3. Tarakan expo
4. Parade musik dan tari
5. Olahraga tradisional
6. Festival masakan laut dan bakar ikan
7. Olahraga prestasi
8. Pentas musik akhir tahun dan pesta kembang api

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009
Parade Nusantara atau biasa disebut carnaval budaya adalah iring-iringan atau semacam pawai untuk menghantarkan penurunan padaw tuju dulung. Didalam parade nusantara ini diikuti oleh berbagai macam suku bangsa sebagai wujud kebersamaan dan kekeluargaan yang erat dibumi paguntaka.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009
Padaw tujuh dulung (tuju haluan) adalah merupakan sebuah perahu dengan bentuk yang mana diatas perahu tersebut ditempatkan sesaji yang dihaturkan. Bentuk haluan perahu bercabang tiga. Haluan yang ditengah bersusun tiga, haluan yang kanan dan kiri masing-masing bersusun dua, maka terdapat tujuh haluan yang jumlah hari dalam seminggu dimana kehidupan manusia berlangsung dari hari dan seterusnya. Warna perahu terdiri dari kuning, hijau dan merah.

Haluan perahu yang teratas (ditengah) dan perlengkapan lainnya di atas perahu yang berwarna kuning, yang mana warna kuning menurut tradisi budaya suku tidung adalah perlambang suatu kehormatan atau suatu kehormatan atau suatu yang ditinggikan dan dimulyakan. Hanya satu penguasa tertinggi alam semesta yaitu yang maha kuasa Allah SWT. Sang maha pencipta. Diatas perahu terdapat lima buah tiang yang melambangkan sholat lima waktu yang merupakan tiang agama islam. Guna tiang-tiang tersebut adalah tempat mengikat atap dari kain berwarna kuning yang disebut PARI-PARI.

Pada tiang kanan depan terpasang kain kuning ke haluan kanan, demikian pula pada tiang kiri depan memanjang turun ke haluan kiri. Diatas padaw tuju dulung dibuat bentuk seperti rumah dengan atap bersusun tiga yang disebut MELIGAY yang terdapat pintu keempat dindingnya. Didalam meligay diletakkan sesaji berupa makanan.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
Didalam tarakan expo 2009 akan diperkenalkan seluruh budaya yang ada di kota Tarakan
(Borneo). Beraneka ragam kreatifitas dan produk-produk yang mencerminkan kota Tarakan (Borneo) di pamerkan di tarakan expo 2009 ini.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
Untuk meramaikan acara iraw tengkayu 2009 diadakan acara parade musik dan tari, parade musik akan diisi oleh grup-grup band asal bumi paguntaka dan luar tarakan
(Borneo) untuk memperlihatkan kualitas mereka dalam bermusik. Sedangkan parade tari akan diramaikan oleh penari-penari lokal (Kota Tarakan) dan luar kota tarakan.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
LOMBA SUMPIT. Sumpit adalah senjata khas suku dayak yang juga salah satu suku asli kota tarakan, untuk melestarikan sumpit maka diadakan lomba sumpit. Peserta tidak hanya berasal dari kota tarakan akan tetapi berasal dari luar kota tarakan.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
PERAHU/KAPAL HIAS. Salah satu acara untuk meramaikan iraw tengkayu 2009 diadakan perahu/kapal hias.

FESTIVAL MASAKAN LAUT DAN BAKAR IKAN. Dalam acara iraw tengkayu 2009 kuliner juga tidak ikut ketinggalan, masakan laut dan bakar ikan adalah salah satu acara yang menyajikan selera paguntaka dalam seni masakan apalagi kota Tarakan terkenal dengan hasil lautnya. Sehingga kota tarakan kaya akan masakan-masakan yang berasal dari laut.

LARI MARATON NASIONAL 10 KM. Untuk meramaikan acara iraw tengkayu 2009 diadakan lomba lari maraton dengan menempuh jarak hingga 10 KM, lomba lari maraton ini nantinya akan diikuti oleh peserta dari berbagai provinsi di indonesia hingga peserta dari luar negeri seperti Negara tetangga kita Malaysia. Lomba ini selain meramaikan acara iraw tengkayu juga dapat menumbuhkan juara-juara baru dalam bidang olahraga atletik khususnya lomba lari.

Iraw Tengkayu - Visit Tarakan Desember 2009 - East Borneo Indonesia
PENTAS MUSIK AKHIR TAHUN DAN PESTA KEMBANG API. Sebagai penutup dari acara iraw tengkayu 2009 diadakan pentas musik dan pesta kembang api, ini bersamaan dengan akhir tahun dan akan menyambut pergantian tahun. Pentas musik akan diisi oleh Band-band terkenal diindonesia seperti hijau daun.


Sumber : Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (DISBUDPARPORA) Tarakan


Iraw Tengkayu. Anniversary Celebration Desember 2009. Visit Tarakan Desember 2009. East Borneo Indonesia.

Foto : Iraw Tengkayu Pesta Rakyat Tarakan

Hariyadi : “Tarakan Gak Bakalan Tenggelam”

Tarakan Gak Bakalan TenggelamSwiss-bellHotel, - Sebagai usaha dalam meningkatkan pemahaman mengenai kegiatan industri migas kepada rekan – rekan media cetak dan elektronik maka PT. Medco E&P mengadakan workshop “Jurnalistik Dalam Industri Minyak Dan Gas Bumi” beberapa waktu lalu, Sabtu (18/07).

Selama ini masih banyak masyarakat termasuk awak media masih belum terlalu memahami mengenai dunia industri minyak dan gas (Migas). Ir Hariyadi, MT (Dosen Teknik Perminyakan UPN Jogjakarta) yang menjadi salah satu pembicara memberikan ilustrasi yang paling mudah.

“Jika saya bertanya, dari mana asalnya minyak bumi yang kita konsumsi untuk keperluan sehari hari, apa yang anda bayangkan?” tanya Hariyadi.

“Kebanyakan orang membayangkan dibawah lapisan tanah ini ada kolam atau sungai minyak mentah,” terang dosen UPN yang diamini oleh peserta workshop. Padahal minyak dan gas bumi yang kita eksplorasi berasal dari bebatuan yang bahan dasarnya dari mahluk hidup (plankton) yang terkubur ribuan bahkan jutaan tahun lalu.

Namun untuk mengupasnya secara mendalam dibutuhkan waktu yang tidak sebentar, sementara workshop ini hanya dua hari, dan Hariyadi pun hanya bericara satu sesi selama kurang lebih dua jam. “siang hari ini saya harus memadatkan materi 5 tahun menjadi 2 jam, jadi mohon disimak secara seksama,” Ujar Hariyadi.

Setelah menyampaikan materi Oil & Gas Industry – Introduction secara padat, sesi selanjutnya adalah Tanya jawab. Salah satu pertanyaan yang menarik dari peserta adalah apakah benar rumor di khalayak bahwa Pulau Tarakan bisa tenggelam? Yang merupakan ekses dari eksplorasi Migas yang telah berlangsung sejak puluhan tahun lalu.

Di jawab hariyadi tidak perlu khawatir dengan hal tersebut karena ada “material balance” (red, kesetimbangan materi) maksudnya air formasi yang diekplorasi di injeksi dengan jumlah yang sama. Misalnya yang diproduksi 100.000 barrel, maka yang diisi kembali 100.000 barrel, “jadi ada kesetimbangan materi di tarakan ini,” jelas Dosen beranak dua ini.

Justru yang dikhawatirkan adalah DKI Jakarta, karena diproduksi air tanah bersih secara besar-besaran. “Nah yang mengganti air tanah tersebut siapa? Tidak ada selain air laut,” jelas Hariyadi. Namun untungnya masih ada lebaran, karena bila lebaran Pulau Jawa miring ke arah timur (red, maksudnya Jabodetabek banyak di tinggal warganya mudik ke arah Jateng dan Jatim) sehingga wilayah Jabodetabek keangkat. (DD, Humas & Informatika)

Sumber : TarakanKota.go.id (27 Juli 2009)

Tarakan Gelar Turnamen Voli Indoor se-Kaltim

Tarakan Gelar Turnamen Voli Indoor se-KaltimKeinginan insan bola voli Tarakan untuk menyaksikan sebuah turnamen bola voli di dalam gedung (indoor), sebentar lagi akan kesampaian. Klub AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) siap menggelar sebuah turnamen voli indoor yang tergolong “besar” di Tarakan.

Turnamen ini nantinya bakal digelar di gedung tenis indoor Telaga Keramat. Ide itu muncul saat Ketua Komisi Wasit PBVSI Kaltim, Herdian, berkunjung ke Tarakan untuk memenuhi undangan pelantikan pengurus PBVSI Tarakan periode 2009-2013, beberapa pekan lalu. Sebelum pelantikan, Herdian sempat meninjau gedung Telaga Keramat bersama Manajer Tim AMM, Ibrahim, untuk melihat kondisi gedung.

“Atas rekomendasi Pak Herdian lah, kami menggunakan gedung tenis indoor Telaga Keramat. Dia sendiri yang menilai kalau gedung itu bisa digunakan untuk turnamen indoor. Hanya saja ada ketentuan yang akan disampaikan kepada tim sebelum pertandingan. Tapi itu tidak ada masalah,” ujar Ibrahim kepada Radar Tarakan. Rekomendasi itu menjadi acuan AMM untuk menggelar turnamen voli indoor. Menurut Ibrahim, pihaknya sudah menggelar beberapa persiapan termasuk menentukan jadwal pertandingan. “Setelah kami rapat, ditetapkan bahwa pertandingan dilaksanakan 14, 15 dan 16 Agustus di gedung tenis indoor Telaga Keramat. Dan kami sudah siap menggelarnya,” lanjut Ibrahim. “Apalagi kami sudah dapat izin dari pemerintah untuk penggunaan gedung tenis indoor Telaga Keramat. Kami berterima kasih juga kepada pemerintah yang berkenan memberikan izin,” sambung alumni Fakultas Hukum UB tersebut.

Terkesan lebih bergengsinya turnamen ini karena selain menyiapkan total hadiah Rp 30 juta, pihaknya juga siap mengundang perwakilan 14 daerah di Kaltim untuk ambil bagian. Menurut Ibrahim, pihaknya sudah mengkonfirmasikan rencana turnamen ini kepada beberapa daerah seperti Bontang, Kutai Kartanegara, Samarinda dan Balikpapan. (raj)

Sumber : Radar Tarakan (30 Juli 2009)

Wisata SEO Sadau Kontes SEO Aristia Wida Rukmi

Lanud Tipe C Dibentuk di Tarakan

Lanud Tipe C Dibentuk di Tarakan

TARAKAN – Panglima Komando Operasi (Pangkoops) II TNI AU Marsekal Muda (Marsda) Yushan Sayuti, Senin (27/7) meresmikan Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Tarakan sekaligus melantik Komandan Pangkalan AU (Danlanud) Tarakan Letkol Penerbang Erwan Ardian.

Yushan Sayuti mengatakan, dengam adanya Lanud Tarakan, diharapkan dapat lebih memantapkan pengamanan wilayah di daerah perbatasan Indonesia di Kalimantan Timur bagian Utara.

"Wilayah Tarakan ini merupakan daerah strategis, yang tak hanya berdekatan dengan daerah tetangga Malaysia, namun juga daerah yang kaya dengan sumber daya alam dan mineral. Sehingga wajar bila Tarakan harus memiliki lanud sendiri," ucapnya. Ia juga berharap dengan adanya Lanud type C ini, dapat mencegah illegal logging, illegal finishing hingga berbagai isu pelanggaran di daerah perbatasan dapat dikurangi.

"Status lanud ini merupakan ujung tombak setiap operasi TNI. Sehingga dapat menimalisasi pelanggaran dan tentu meredakan keadaan di Blok Ambalat. Untuk itu saya berharap Danlanud Tarakan dapat mengerjakan tugas sebaik-baiknya dengan tulus dan ikhlas," ujarnya. Yushan mengatakan, nanti di Lanud Tarakan akan menjadi daerah latihan operasi udara. Sehingga pesawat tempur jenis F-16 dapat latihan operasi di Tarakan.

"Yamg jelas ini menjadi satuan operasional untuk operasi. Dengan latihan di Lanud Tarakan juga dapat mengurangi jarak tempuh pesawat dan akan menambah kemampuan pesawat tempur dan patroli dalam menjalankan tugasnya," ucapnya. Mengenai personel di Lanud Tarakan, kata Yushan akan ditempatkan 250 personel TNI AU.

Sedangkan pesawat tempur yang akan siaga di Lanud Tarakan ada dua pesawat masing-masing jenis F-5 dan F-16. Sekedar informasi, Lanud Tarakan, memiliki luas sekitar 160 hektare. Pembangunannya dimulai sejak 2007. Terlihat pembangunan yang ada adalah jalan masuk yang masih berpasir, perumahan, dan mess. (jnh)

Sumber : Tribun Kaltim (27 Juli 2009)

Wisata SEO Sadau Kontes SEO Aristia Wida Rukmi

“Dari Turakon Jadilah Tarakan”

Asal Usul dan Sejarah Tarakan

Peta Tarakan - Kaltim Borneo by ArdizH. Mochtar Basry Idris, Kepala Adat Dayak Tidung Tarakan

Sejak dikukuhkan (pentabalan) sebagai Kepala Adat Besar Dayak Tidung Kalimantan, H Mochtar Basry Idris resmi menyandang gelar Amiril Pengiran Machkuta Adji Radin Alam. Kepada Radar Tarakan, dia sempat menceritakan sejarah Kota Tarakan. Apa saja?

Sebagai Kepala Adat besar tentunya Anda mengetahui asal-usul penduduk asli Kaltara?

Ya, yang saya ketahui asal-usul penduduk Kalimantan Timur bagian Utara adalah suku Dayak Tidung. Suku Dayak Tidung ini berasal dari perpindahan penduduk dari Yunan Selatan (Selatan Gurun Gobi, Cina Selatan). Perpindahan itu tidak sekaligus tapi secara bergelombang. Sehingga yang sampai ke Kaltim hanya keturunan mereka saja.

Ada berapa golongan suku Dayak di Kalimantan?

Pada intinya, suku Dayak di Kalimantan (Borneo) seluruhnya terdiri dari tujuh suku besar, 18 anak suku yang sedatuk dan 405 suku famili dari sekian banyak diantaranya adalah suku Murut, Idaan (Dusun) dan Tidung yang daerah pemukimannya menyebar dari perbatasan pemukiman suku Kenyah di daerah Apau Daa (perbatasan Malaysia, Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur) yakni daerah Tana Tidung, Sabah Timur, Sabah Barat ke utara Kalimantan

Sebenarnya dari literatur kuno, istilah suku Daya atau Dayak tidak pernah dijumpai. Kata Dayak termasuk istilah baru, yang baru berkembang pada masa penjajahan Belanda. Yang ada hanya istilah kata yang menyebutkan Ulun Sedaya yang artinya orang yang bertempat tinggal di darat atau di atas. Oleh karena itu, suku asli yang menetap turun-temurun yang beranak pinak di kawasan daerah pantai tidak disebut sebagai Daya atau Dayak, dan bagi pendatang terdiri dari berbagai suku seperti Bugis, Toraja, Jawa, Mandar dan lainnya termasuk China disebut dengan sebutan Orang Haloq.

Bagaimana Latar belakang etnis suku Tidung?

Suku Tidung pada mulanya terdiri dari orang-orang lokal yang tinggal dan berpindah ke daerah pantai dan memainkan peran di bidang perdagangan luar negeri di bawah penguasaan Brunei. Kemudian pada akhir abad ke-18, suku Tidung secara berangsur-angsur telah kehilangan jaringan perdagangan dan kembali ke tanah asalnya sebagai masyarakat petani dan pengumpul hasil hutan. Dari sini suku Tidung bergerak ke pusat politik dan berusaha memonopoli sumber-sumber seperti sarang burung walet.

Lalu bagaimana penyebaran dan hubungan antaretnis Suku tidung?

Beberapa orang suku Tidung berpindah-pindah dan kebanyakan dari mereka tidak lagi menggunakan bahasa nenek moyang mereka, tinggal dan hidup di Berau, Kutai (Kutai Lama, Sangkulirang, Sangatta) dan lainnya. Di Sabah bagian Barat ada kumpulan kecil yang memiliki adat di luar suku Tidung yang bukan Islam. Tapi bahasa mereka mirip dengan dialek Tarakan. Tidung Tarakan sendiri disebut Tenggara atau desa Raja Tara’ yang penduduknya bercampur dengan orang Kayan seperti halnya Melayu yang tidak menjadi pertimbangan mereka menjadi orang Tidung. Suku Tidung membaur dengan semua kelompok untuk bersama-sama membentuk pemerintahan pantai. Waktu itu, mereka lebih menyukai kawin dengan tetangga muslim seperti Sulu, Bugis, Brunei, dan Arab serta orang-orang Melayu lainnya.

Selain berdagang, mata pencaharian suku Tidung apa saja?

Sebenarnya secara umum, suku Tidung itu dikenal sebagai nelayan. Sangat berbeda dengan suku Bajau, Sulu dan Brunei. Suku Tidung pada umumnya tinggal didaerah pantai yang mungkin bukan berarti mereka lebih konsentrasi pada sektor tersebut. Ada yang bekerja ganda, baik pertanian, nelayan dan bahkan berburu seperti orang-orang Borneo lainnya. Mereka juga menanam tanaman di ladang basah dan kering seperti beras, jagung, dan akar umbi, pisang, kelapa, pepaya dan pohon buah lainnya. Dibanding dengan penduduk pedalaman. Mereka lebih suka menanam sayur mayur seperti terong, gandum dan padi-padian millet. Gaya hidup orang-orang Tidung lebih suka bekerja di laut, sungai dan daratan disebabkan mereka lebih suka bekerja di sektor perikanan, pertanian, dan pemburuan. Tapi kehidupan mereka lebih banyak di lautan, beberapa kelompok kecil suku Tidung lebih menyukai tinggal di tepi laut. Mereka dikenal pemberani dengan pekerjaan berbahaya seperti menangkap buaya dan berburu lebah.

Apa bahasa Tidung di Utara Kaltim memiliki dialek bahasa yang berbeda?

Bahasa Tidung lebih dekat ke bahasa Murutic. Keberadaan literatur yang tidak ada menguraikan lebih jauh dialek suku Tidung, hal ini terutama memang bermula dari Sembakung-Sebuku sendiri. Sulit untuk meneliti sub-sub kelompok ini sebab mereka sudah berbaur. Ini lah yang menyebabkan bahasa Tidung berbeda sesuai dengan sub kelompoknya. Seperti kelompok Sesayap yang terdiri dari Tarakan, Malinau dan Batayau. Kelompok Sembakung-Sebuku yang terdiri dari Bengawong, Sumbol dan Dengusan. Tapi dialek bahasa Tarakan dan Malinau masih berhubungan erat dengan sub-sub kelompok suku Tidung (bahasanya hampir sama).

Menurut sejarahnya suku Tidung di Tarakan bagaimana?

Suku Tidung di Tarakan, mereka adalah keturunan Berayu salah satu kerajaan Tidung tertua. Kemudian mereka pindah keberbagai tempat dan mendirikan pemerintahan yang cukup kuat di kepulauan pantai seperti Mandul, Tarakan, Nunukan dan Bunyu. Sedangkan Tidung Bunyu dapat disebut bagian dari Tarakan tetapi mereka masih berbaur dengan sekelompok etnis lain. Sedangkan Sembakung termasuk suku Tidung pedalaman dan hulu sungai.

Apa anda mengetahui asal usul istilah Tarakan, apa juga termasuk bagian dari bahasa suku Tidung?

Ya, Tarakan dari bahasa Tidung. Ada catatan sejarah asal usul Tarakan yang melekat hingga sekarang. Awalnya nama Tarakan itu adalah Turakon.

Apa ada kisahnya sehingga awalnya disebut dengan nama “Turakon”?

Dulu, para saudagar ketika menemui warga masyarakat Tidung. Terjadilah miskomunikasi, lantaran sama-sama tidak saling mengerti komunikasi akhirnya hanya menggunakan bahasa isyarat saja. Suatu saat, sang tuan rumah (orang Tidung) mengajak tamunya untuk makan, karena sulitnya menyebutkan “Mari makan”, maka sang tuan rumah mengatakan dengan bahasa Tidung,”Ngakan”.

Ajakan makan tadi tidak mendapat respon dari sang tamu karena tak paham. Padahal sudah berulang kali di sebut sang tuan rumah tapi sang tamu hanya senyum-senyum saja. Akhirnya karena sudah kesal sang tuan rumah menawarkan makan dengan kata lain “Ngenturak”

(Ngenturak merupakan sebuah umpatan atau bahasa kasar sebagai tanda kekesalan). Lucunya, dengan nada umpatan yang diucapkan tuan rumah dengan nada keras, justru sang tamu malah tertawa. Melihat tamu tertawa sang tuan rumah semakin berang seolah mengejek tuan rumah. Karena saking kesalnya, muncullah kata-kata lebih kasar lagi sambil membentak tamunya tadi “Turakon”.

Dengan bentakan tadi sang tamu kemudian mengingat-ingat kata “Turakon” itu.Lalu ketika tetamu itu tadi kembali dan berkumpul dengan teman-teman lainnya sesama pendatang, ia malah menyebut dari “Turokan”. Akhirnya kata Turakon menjadi santer bagi para pendatang termasuk para saudagar dari kolonialis Belanda. Lama kelamaan kata Turakon ini mengalami beberapa perubahan lafal, tergantung siapa yang mengatakannya baik warga setempat maupun pendatang. Ketika itu Adji Raden yang menjadi pimpinan masyarakat tidak setuju dan akan meluruskan Turakon yang terbilang kasar itu. Dan Adji Raden lah yang mengubah nama itu menjadi Tarakan. (Nurul Fitriyani)

Sumber : Radar Tarakan (26 Juli 2009)