Profil Udin-Hardjo Pemenang Pilwali Kota Tarakan

Profil Udin-Hardjo Pemenang Pilwali Kota Tarakan - Ardiz TarakanMari kita lihat profil lebih detil Udin-Hardjo yang menjadi pemenang Pilwali Kota Tarakan :

Profil Udin-Hardjo Pemenang Pilwali Kota Tarakan - Ardiz TarakanNama : H Udin Hianggio BSc
Jabatan : Ketua DPRD Kota Tarakan, Ketua DPD Golkar Kota Tarakan
Tempat/Tanggal Lahir : Gorontalo, 28 Desember 1946
Agama : Islam
Istri : Hj. Zuleha Ma'ruf
Anak : Sofyan, SE; Suryani, SE; Rahmawaty S.Kom

RIWAYAT PEKERJAAN/JABATAN
1. Maret 1972 : Pegawai honorer PT PELNI Ujung Pandang
2. November 1974 : Diangkat menjadi pegawai tetap PT PELNI Ujung Pandang
3. 8 Maret 1975 : Refresentative Sarikaya
4. 1 Mei 1980 : Kepala Urusan EMKL Cabang Ujung Pandang
5. 1 Mei 1982 : Kepala Urusan Claim Ujung Pandang
6. 1 Agustus 1983 : Kepala Urusan Perjalanan Kapal Cabang Ujung Pandang
7. 1 Mei 1984 : Kepala Urusan Pelayanan Kapal Cabang Ujung Pandang
8. 1 Desember 1984 : Kepala Urusan Pasasi PT PELNI Ujung Pandang
9. 15 Agustus 1985 : Kepala Bagian Operasi/Terminal PELNI Balikpapan
10. 1 Maret 1992 : Kepala Cabang PT PELNI/PT SBN Tarakan
11. 1999-2004 : Ketua DPRD
12. 2004-Sekarang : Ketua DPRD

PENGALAMAN ORGANISASI
1. HMI
2. Pengurus ADEKSI : 1999-2004
3. Ketua Pengcab Persetasi Kota Tarakan : 2001-2005
4. Dewan Penasehat ADEKSI : 2004-2009
5. Ketua Pengcab Persetasi Kota Tarakan : 2005-2009
6. Ketua Pengcab PBVSI Kota Tarakan : 2005-2009
7. Ketua Umum Percasi Kalimantan Timur : 2004-2008
8. Ketua Partai GOLKAR : 1999-2004
9. Ketua Partai GOLKAR : 1999-2009

TANDA KEHORMATAN
Piagam kesetiaan seperempat abad sebagai karyawan PT PELNI

Saatnya Kesederhanaan Memimpin
Bagi Dewan Pimpinan Partai Golkar, H Udin Hianggio sudah harga mati. Kendati harus melalui proses konvensi 12 Juli lalu, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan itu terpilih secara aklamasi. Kini H Udin Hianggio akan mewakili Golkar mengabdi kepada masyarakat Kota Tarakan.

Setali tiga uang, keputusan DPP Partai Golkar ini senada dengan harapan mayoritas warga Kota Tarakan, yang mengharapkannya maju dalam Pilwali 23 Oktober mendatang. Harapan ini bukan tanpa alasan. Selama ini, sosok H Udin Hianggio dikenal sangat merakyat. Ia tidak pernah membatasi pergaulan. Mulai dari kalangan elite hingga masyarakat bawah dekat dengannya.

H Udin Hianggio juga figur yang sederhana. Ia tidak pernah terlihat menggunakan mobil mewah, atau memiliki rumah mentereng. Hal ini tentunya bertolak belakang dengan fenomena para pejabat yang belomba-lomba menumpuk harta saat memegang tahta.

Inilah yang membuat masyarakat Kota Tarakan berharap, H Udin Hianggio memegang amanah untuk menjadi walikota.

Sebagai sosok yang tidak ambisius, H Udin Hianggio tak mampu membendung harapan itu. Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk menjadi orang nomor satu di kota ini. Jabatan sebagai wakil rakyat di gedung DPRD selama dua periode dirasakannya sudah cukup sebagai wujud pengabdian. Tapi, sekali lagi, H Udin Hianggio dianggap layak untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan Walikota Tarakan H dr Jusuf SK.

Pengalaman menjadi Ketua DPRD Kota Tarakan dua periode banyak memberikan pelajaran berharga baginya. Paling tidak, selama rentang waktu itu, Ia mampu bekerjasama dengan walikota beserta jajarannya. Ini membuktikan, H Udin Hianggio sangat memahami konsep pembangunan dan dunia birokrasi. Dimana hal itu merupakan syarat dasar mejadi seorang walikota.

Dr Jusuf SK telah meletakkan pondasi dasar pembangunan Kota Tarakan. Kini saatnya tongkat estafet diserahkan kepada sosok yang amanah. Seorang pemimpin masa depan yang dicintai rakyat untuk melanjutkan pembangunan.

Hidup Sederhana Sejak Kecil
Pengalaman hidup membentuk karakter dasar H Udin Hianggio. Kesederhanaan, merakyat dan amanah diperolehnya dari pahit getir menjalani hidup. Terlahir dari anak seorang petani di Gorontalo, Udin kecil terbiasa hidup sederhana. Namun, kesederhanaan itu tak membuatnya menyerah. Terutama dalam hal melanjutkan pendidikan. Padahal, karena keterbatasan ekonomi, Udin disarankan orang tuanya untuk tidak melanjutkan pendidikan. Tapi, Ia menolak dan berjanji akan meringankan beban orang tua dengan sekolah sambil bekerja. Hasil kerja kerasnya membuahkan hasil. Dengan susah payah, Ia berhasil menamatkan pendidikan formal mulai Sekolah Rakyat, SMEP dan SMEA di Gorontalo.

Tamat SMEA, Udin melanjutkan pendidikan di Akademi Maritim Indonesia (AMI) Makassar hingga selesai. Berbekal Ijasah AMI, Udin berlabuh di PT PELNI. Ia meniti karier di perusahaan BUMN ini benar-benar dari bawah. Dimulai di Ujung Pandang dan Balikpapan.

Kariernya yang meningkat terus membuktikan Udin Hianggio seorang pekerja keras dan tekun. Hingga akhirnya Ia dipercaya menjabat Kepala Cabang PT PELNI Tarakan. Tugas baru ini dijalaninya dengan baik. Namun, Udin tak hanya memikirkan pekerjaan. Ia tetap menjalani kehidupan sosial. Jabatannya sebagai Kepala PT PELNI tidak membatasi pergaulannya. Hampir seluruh lapisan masyarakat menjadi kawan akrabnya.

Ketokohan Udin Hianggio mulai teruji saat dipercaya memegang jabatan DPD I Partai Golkar pasca reformasi. Ia dianggap tokoh yang layak untuk membangun citra partai yang remuk redam dihantam badai reformasi.

Kerja keras bersama seluruh fungsionaris partai berbuah hasil. Kendati Golkar diuji diberbagai daerah dalam pemilu, tidak di Tarakan. Golkar berhasil merebut kursi mayoritas yang mengantarkannya menjadi Ketua DPRD.

Perubahan karier yang begitu dramatis memang menempa sosok Udin Hianggio. Pilihannya untuk melepas jabatan Kepala Cabang PT PELNI untuk menjadi wakil rakyat membuktikan keikhlasannya. Ia tidak ingin memikirkan kariernya sendiri dengan tetap menjadi pegawai. Bagi Udin Hianggio, bekerja untuk kesejahteraan masyarakat sebuah pengabdian yang sangat mulia. Kini Udin Hianggio kembali diuji. Masyarakat menginginkan seorang pemimpin sederhana serta amanah dan itu ada pada dirinya. (Udin-Hardjo.com - Sunday, 10 August 2008)

Profil Udin-Hardjo Pemenang Pilwali Kota TarakanNama : Suhardjo Trianto
Tempat, Tanggal lahir : Gresik, 7 Januari 1963
Alamat : Jln Flamboyan Gg Bhakti RT. 28 No. 03 Karang Anyar
Pekerjaan : Wakil Direktur PT. Wira Ariandi
Agama : Islam
Istri : Siti Jumilah Sri

Aktivitas Organisasi
1. Wakil Ketua II Dewan Pendidikan Kota Tarakan : 2006-2008
2. Anggota HISWANA MIGAS
3. Bendahara Pakuwaja Kota Tarakan : 2006-2010
4. Ketua Koperasi Pakuwaja Kota Tarakan : 2007-2011
5. Ketua LPM Karang Anyar : sampai sekarang
6. Ketua I Percasi Kota Tarakan
7. Bendahara Komite SMP Negeri 2 Kota Tarakan : sampai sekarang
8. Pengurus Komite SMA Negeri 1 Kota Tarakan : sampai sekarang
9. Pembina Keluarga Besar Arema Tarakan : 2007-2012
10. Pembina Team Bola Volly Singgo Putra Mandiri Tarakan : sampai sekarang
11. Penasehat Kesenian Ludruk Sinar Budaya Kota Tarakan : sampai sekarang
12. Maneger Sepak Bola Kampus

Dari Wong Cilik, Untuk Wong Cilik
Pada awal kemunculannya di publik, banyak orang terperangah mempertanyakan siapa Suhardjo? Apa yang sudah diperbuatnya untuk kota ini? Pertanyaan-pertanyaan itu mengemuka setelah mendekati pemilihan walikota.

Bisa dipastikan, orang yang tidak mengenal Suhardjo berarti orang yang tidak pernah bersentuhan dengan kalangan bawah alias wong cilik. Yah, Suhardjo sangat dikenal dan telah berbuat banyak untuk kepentingan masyarakat. Sehingga wajar bila kehadirannya di pentas politik Kota Tarakan merepresentasikan kepentingan wong cilik.

Pria kelahiran Gresik, Jawa Timur 45 tahun lalu itu aktif disejumlah organisasi. Sebut saja Suhardjo kini aktif di Dewan Pendidikan Kota Tarakan, anggota HISWANA MIGAS, Ketua LPM Karang Anyar, Manager Sepak Bola Kampus Pakuwaja dan berbagai aktivitas lainnya.

Hal ini membuktikan, Wakil Direktur PT Wira Ariandi ini bisa diterima diberbagai kalangan.

Latar belakangnya sebagai wong cilik, mendorong Suhardjo bekerja keras. Ia merintis karier benar-benar dari bawah. Itulah yang membuat Suhardjo tetap menjaga kesederhanaannya, kendati secara ekonomi dia sudah jauh lebih mapan.

Saat pemilihan walikota semakin dekat, Suhardjo tak bisa membendung keinginan kalangan akar rumput yang telah mengenal sosoknya untuk ikut ambil bagian. Bagi komunitas wong cilik, Kota Tarakan perlu mendapat sentuhan langsung oleh tangan Suhardjo yang dikenal memiliki perhatian lebih kepada ekonomi kerakyatan. Ia juga sangat perhatian terhadap pendidikan. Terbukti, Suhardjo aktif di tiga organisasi yang bergerak di bidang pendidikan yakni, Wakil Ketua II Dewan Pendidikan Kota Tarakan, Bendahara Komite SMPN 2 dan Pengurus Komite SMA Negeri 1.

Kini, setelah resmi diusung oleh PDIP yang juga dikenal partainya wong cilik, Suhardjo mendapatkan pasangan yang pas. Dia adalah Ketua DPD II Partai Golkar Kota Tarakan H Udin Hianggio. Jadilah, dwi tunggal ini merupakan duet yang bisa bahu membahu memperjuangkan kesejahteraan masyarakat bawah.

Kini, pedagang kecil, buruh, nelayan, petani dan guru sudah memiliki harapan menatap masa depan yang sebelumnya sangat suram. Dua orang pemimpin yang berasal dari bawah, siap mencurahkan kemampuan untuk kepentingan rakyat. H Udin Hianggio – Suhardjo pilihan tepat. (Udin-Hardjo.com - Sunday, 10 August 2008)

Mengenal Lebih Dekat Udin-Hardjo Pemenang Pilwali Kota Tarakan Borneo

Demi Sekolah Udin Kerja Sambilan, Suhardjo Tidak Pernah Bermimpi Ikut Pilwali

Mengenal Lebih Dekat Udin-Hardjo dan Istri - Ardiz TarakanNomor urut 3 jatuh di tangan H Udin Hianggio-Suhardjo, pasangan yang diusulkan Partai Golongan Karya dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Berikut sekilas profil keduanya:

Walaupun usia Udin Hianggio sudah tergolong tua, yakni hampir mencapai 62 tahun, namun sosok bapak 3 anak ini masih tampak segar. Pria ini masih bisa melakukan semua aktifitas layaknya orang muda, bahkan Udin sering terlihat bermain sepak bola bersama rekan-rekannya yang tergolong muda. Barangkali, olah raga yang sering dijalani pria kelahiran Gorontalo, 28 Desember 1946, yang membuatnya tetap segar dan dalam keadaan sehat.

Perjalanan hidup yang dilalui Udin juga tergolong penuh kerikil-kerikil tajam. Termasuk keterbatasan ekonomi keluarga juga menjadi permasahan dalam hidupnya. Namun berkat kegigihan dan semangat ingin maju membuat pria ini tegar menghadapi kerasnya kehidupan ini.

"Saya terlahir dari petani kecil di Gorontalo, karena himpitan ekonomi keluarga saya pernah diminta orang tua untuk tidak melanjutkan sekolah saya," sebut Udin yang jago bermain catur ini.

Mengetahui beban ekonomi keluarganya, Udin memilih kerja sambilan seusai pulang sekolah demi kelangsungan pendidikannya dan membantu keluarganya.

"Saya biasa berjalan kaki berangkat ke sekolah berkilo-kilo (kilometre, Red.) jaraknya. Biar panas maupun hujan tetap berangkat sekolah, karena pendidikan yang akan bias merubah kehidupan kita," kata Udin.

Setelah menyelesaikan sekolahnya yakni Sekolah Rakyat, SMEP dan SMEA di Gorontalo, Udin hijrah ke Makassar untuk menimba ilmu yang lebih tinggi yakni di Akademi Maritim Indonesia (AMI) Makassar hingga selesai.

Berbekal ilmu yang dipelajarinya, Udin melamar kerja di PT Pelni Ujung Pandang, dan dia diterima menjadi pegawai honerer sejak Maret 1972. Di perusahaan tersebut, karir Udin terus meningkat. Pada tahun 1985, dia dipindahkan ke Balikpapan untuk ditempatkan sebagai kepala bagian operasi atau terminal PT Pelni. Berkat prestasi kerja pria yang juga menjadi berbagai ketua Pengurus Cabang (Pengcab) olah raga di Tarakan ini diangkat menjadi kepala cabang PT Pelni Kota Tarakan.

Bukan itu saja, Udin juga memimpin DPRD kota Tarakan selama dua pereode dari tahun 1999 hingga tahun ini. "Jabatan apapun itu yang memberikan Allah, datangnya dari Dia, dan itu adalah amanah. Kalau amanah itu diberikan kepada kita, Allah pasti akan memberikan kepada kita," kata Udin saat ditanya tentang jabatan wali kota yang sedang diperjuangkannya.

Sementara itu, Suhardjo Trianto yang menjadi pasangan Udin Hianggio dalam Pilwali Tarakan mendatang mengaku belum pernah terpikir olehnya untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan di Tarakan ini.

"Bermimpi saja tidak, baru dua tahun terakhir ini saya melihat perlu terlibat dalam pemnagunan kota Tarakan ini," sebut pria kelahiran Gresik 7 Januari 1963.

Bapak dari 3 anak ini pertama kali menginjakkan kaki di Kalimantan pada tahun 1984. Tujuan pertamanya bukanlah, Tarakan tapi Bunyu. Di pulau ini, Suhardjo mencoba peruntungan bekerja di mega proyek Methanol. Sayang, ketika tiba di Bunyu, lowongan tertutup. Kenyataan ini tidak membuat Suhardjo patah semangat. Berkat kerja kerasnya, Suhardjo diterima di perusahaan PT Uni Power, kontraktor Pertamina. Satu tahun setengah bekerja di perusahaan ini, Suhardjo pindah ke Tarakan dan bekerja di PT Ami Peroli Utama.

Di perusahaan inilah Suharjo mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagaimana menjadi seorang pengusaha yang baik, termasuk di dalamnya bagaimana menjalankan manajemen perusahaan.

Pengalaman berharga di PT Ami Peroli Utama, menjadi motivator Suhardjo bersama rekan-rekannya untuk membangun perusahaan baru bernama PT Wira Ariandi. Perusahaan yang dibangun dari bawah ini semakin mempertajam naluri bisnisnya. Awalnya perusahaan ini hanya memiliki lima karyawan dengan aset yang minim. Seiring perjalanan, perusahaan ini berkembang pesat.

Ketika banyak orang meragukan kemampuannya, Suhardjo hanya menjawab dengan tersenyum. Jawabannya hanya singkat. "Kalau saya dianggap tidak punya kapasitas, perusahaan saya tidak akan besar," tegasnya singkat. (Radar Tarakan-Selasa, 26 Agustus 2008)


Zulaeha Selalu Perhatikan Penampilan Suami, Siti Dukung Anak Main Grasstrack

Seiring status suami menjadi calon wali kota (cawali) dan calon wakil wali kota (cawawali), Hj Zulaeha Maruf maupun Hj Siti Jumilah mengaku kesibukannya kian padat. Namun keduanya menyampaikan tetap bisa membagi waktu, baik dalam perannya sebagai istri, ibu dan hubungan dengan masyarakat.

SELASA pagi (2/9) sekitar pukul 09.30 Wita, rumah berdinding warna putih di Jl Halmahera di RT 7 no 33, Ladang, yang ditinggali H Udin Hianggio dan keluarganya terlihat lengang. Hanya terlihat satu personel Satpol PP dan Linmas tengah berjaga dan beberapa tamu yang akan bertamu ke rumah itu.

Melihat kedatangan Radar Tarakan dengan ramah petugas tersebut menyapa. "Ada yang bisa dibantu?," tutur anggota Satpol PP yang menjaga kediaman rumah Udin Hianggio itu.

Setelah diberitahukan tujuan kedatangan wartawan koran ini, anggota satpol PP langsung mempersilakan menunggu. Dia langsung bergegas masuk ke rumah menemui Zulaeha Maruf — istri H Udin Hianggio. Beberapa menit kemudian, wanita yang kini berusia 55 tahun dengan balutan busana warna merah hitam bermotif bunga-bunga keluar menemui Radar Tarakan.

"Silahkan masuk, kita mengobrolnya di ruang ini saja atau di ruang tamu. Tapi enaknya ngobrolnya di dalam saja (ruang tamu, Red.)," sapa Hj Zulaeha dengan ramah.

Setiba di ruang tamu yang di dalamnya terpajang beberapa guci, istri H Udin itu kembali menyapa:

"Jadi apa yang bisa saya bantu dan apa yang mau dipertanyakan," kata wanita kelahiran Gorontalo 18 Mei 1953 sembari menebar senyum ramah.

Saat diwawancarai wartawan ini, anak pertama dari 12 bersaudara pasangan Abdullatif Maruf (alm) dengan Wulangadi mengatakan selama ini juga lebih banyak fokus mengurus rumah tangga.

"Namun kalau suami ada pertemuan penting terutama menyangkut masalah pilwali saya juga selalu mendampinginya. Kecuali kalau sampai larut malam, saya tidak bisa ikut," kata ibu dari tiga anak: Sofian Udin Hianggio (32), Suriyani (31), dan Rahmawati (29).

Hj Zulaeha mengatakan, salah satu tugasnya sebagai istri saat berada rumah, tidak lupa untuk mengingatkan suaminya saat akan pergi bekerja maupun kegiatan lainnya.

"Maksudnya apa saja yang akan dibawa suami saya selalu saya ingatkan, karena banyak urusan beliau jadi terkadang lupa. Contohnya seperti jam tangan dan handphone sering tertinggal kalau tidak saya ingatkan," tuturnya.

"Bahkan sampai masalah penampilan juga selalu saya ingatkan. Kalau tidak serasi saya langsung memberitahukan untuk diganti karena tidak sesuai. Tetapi terkadang juga dipilih suami saya sendiri," terang wanita yang hobi olahraga tenis dan voli ini.

Namun untuk hobi olahraganya itu, Hj Zulaeha mengaku beberapa bulan ini vakum pasca terjatuh saat di kamar. "Ya itu sesuai saran dokter agar saya istirahat dulu untuk tidak berolahraga, karena habis jatuh itu ada masalah dengan tulang belakang saya," jelasnya.

Mengenai urusan makanan untuk suaminya diakuinya tidak terlalu memilih-milih.Apa saja menu yang disediakan selalu dimakan sang suaminya.

"Namun sudah pasti yang mengandung gizi. Sedangkan masalah minumnya saya selalu membuatkan jus apel, jus tomat, kadang juga jus wortel," ujar wanita yang juga aktif di selawat serta pengajian di sejumlah organisasi.

Lebih lanjut dia menuturkan, mengenai awal bertemunya dengan sang suami, dirinya mengakui sejak tinggal di Makassar. "Karena tinggal sekampung, saat itu suami saya masih kuliah sambil kerja. Dan yang bikin akrab dan sering ketemu karena H Udin Hianggio sering jalan-jalan ke rumah silahturahmi, dan akhirnya setelah lama kenal pada tanggal 9 Agustus 1975 sayapun akhirnya menikah dengan H Udin Hianggio. Dan umur pernikahan saya sudah 33 tahun," kenangnya.

"Alhamdullillah hubungan kami sampai sekarang bisa berjalan dengan langgeng, hal ini dikarenakan kalau ada masalah saya bicarakan baik-baik dengan suami saya sampai dapat solusinya. Dan memang terkadang ada marah-marah tetapi itu tidak lama, hanya waktu sebentar saja sudah selesai. Tapi kalau Bapak tidak pernah marah, malah saya yang sering. Ya biasalah apalagi kalau soal anak," terangnya

Ia menambahkan, jika sang suami terpilih sebagai Wali Kota Tarakan, dirinya juga akan ikut menyukseskan program kerja suaminya terutama di bidang perempuan.

"Salah satunya yang akan saya programkan akan mengaktifkan semaksimal kembali PKK Kota," terangnya.

Sementara istri cawawali Suhardjo (yang berpasangan dengan H Udin Hianggio), Hj Siti Jumilah ditemui Rabu kemarin (3/9) di kediamannya di gang Bhakti RT 28 No 3 Karang Anyar juga menyampaikan hal yang sama.

Hj Siti yang saat ditemui menggunakan busana warna hitam dengan jilbab warna merah ini langsung mempersilahkan wartawan koran ini masuk ke ruang tamu. Tidak panjang lebar wanita kelahiran Tarakan 20 Maret 1965 langsung menanyakan tujuan wartawan ini datang.

Sebaliknya setelah dijelaskan, ibu tiga orang anak ini Yugo (19), Yunanda (17), dan Iwandi (9) ini langsung menjawab.

"Kalau untuk kesibukan sekarang banyak. Selain mendampingi suami dalam setiap kegiatannya baik masalah pilwali maupun urusan lainnya. Tetapi saya juga aktif di lingkungan masyakat tempat tinggal. Salah satunya rutin mengikuti pengajian serta selawatan RT tempat tinggal," terangnya.

"Jadi kalau masalah mengikuti bapak sosialisasi tergantung keadaan saat itu. Kalau tidak berbenturan dengan kegiatan saya, pasti saya akan temani, sebaliknya kalau saat itu saya juga sibuk jadi saya tidak ikut. Dan memang suami juga pengertian orangnya," tutur wanita yang mengakui sebelumnya 4 tahun menjalani pacaran dengan suaminya Suhardjo.

Anak pasangan H Muhammad Junaid (alm) dan Hj Siti Badariah ini mengatakan, di dalam kehidupan rumah tangganya, tidak hanya sang suami yang selalu diberikan dukungan dan support untuk tetap semangat dalam menjalankan aktifitas setiap harinya. Namun kepada sang anak, tidak luput dari pikirannya untuk memberikan support.

"Kalau untuk suami sudah jelas memberikan support, baik di rumah seperti masalah penampilan serta makanan. Ya sebagai istri selalu siap membantu menyiapkan dengan tepat waktu. Sehingga di rumah juga jarang terjadi masalah. Kalaupun ada masalah kami selesaikan hari itu juga. Intinya kalau ada masalah kami saling terbuka dan saling mengerti," tandasnya.

Untuk anak-anak, Hj Siti juga mengaku tetap meberikan dukungan moral. Baik yang besar maupun yang kecil. "Kalau yang paling kecil saya selalu memberikan dukungan berupa saran agar selalu giat belajar. Bahkan saya selalu mengingatkan untuk mengerjakan tugas PR dari gurunya. Sementara kakaknya yang paling besar karena kuliah dan hobi olahraga grasstrack saya tetap mendukung sekali. Sampai-sampai bersama dengan tim grasstrack yang diberi nama Wiranariandi itu sudah banyak menghasilkan prestasi," tutur Hj Siti yang dinikahi Suhardjo pada 12 Februari 1989 ini.

Lanjutnya, awalnya bertemu dengan sang suami di Tarakan. "Saya tinggal di rumah orang tua tepatnya di jalan Gajah Mada RT 1 Kelurahan Karang Anyar Pantai. Saat itu suami saya tinggalnya bertetangga dengan saya. Jadi sering ketemu. Yang jelas dari situlah saya mengenal sampai saya pacaran dan menikah," terang wanita yang asli lahir di Tarakan.

Ia menambahkan, jika suaminya terpilih sebagai Wawali Tarakan, sepakat dengan istri H Udin Hianggio untuk lebih meningkatkan serta menggiatkan kembali program kerja ibu-ibu PKK Kota Tarakan.

"Karena menurut saya sampai saat ini belum berjalan secara maksimal. Jadi mungkin ini salah satu program saya mengambalikan citra ibu PKK Kota Tarakan," tuturnya. (Radar Tarakan-Kamis, 4 September 2008)

UDIN-HARDJO Urutan Kandidat Terkaya No.7 dan No.9

1. Samson Ami Djakaria = Rp 58.222.922.144
2. Jumain = Rp 15.116.301.184
3. Anang Dachlan = Rp 4.432.021.000
4. Zainal Arifin = Rp 2.583.534.661
5. Andi Lolo = Rp 2.156.262.276
6. Ibrahim = Rp 1.295.101.597
7. Udin Hianggio = Rp 1.286.716.664
8. Rakhmat Majid = Rp 828.499.388
9. Suhardjo Trianto = Rp 702.312.994
10. Agus Wahono = Rp 139.293.070

*Hasil audit KPK terhadap laporan harta kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan masing-masing kandidat. (Radar Tarakan-Sabtu, 27 September 2008)

Rakyat Tarakan Tetap Memilih Yang Ada Dihati

Rakyat Tarakan Tetap Memilih Yang Ada Dihati - Ardiz TarakanSumber : DeskPilwali.TarakanKota.Go.Id
Walaupun ada yang sempurna (5), walaupun ada yang bagus (4), walaupun ada yang merdeka (1), walaupun ada yang bersajarah (2) tetapi rakyat tarakan tetap memilih yang ada dihati (3). Angka ganjil (13) merupakan angka keberuntungan di tahun 2008, terutama angka 1 dan 3. Pada pilgub putaran pertama angka 1 dan 3 menang dan maju ke pilgub putaran kedua. Begitu pilgub kaltim kedua dilaksanakan dan bersamaan dengan pilwali tarakan, hasil sementara menunjukkan angka 1 di pilgub dan angka 3 di pilwali menjadi pemenang yang dipilih oleh rakyat. Kemenangan ini adalah kemenangan rakyat Tarakan dan Kaltim. Selamat buat angka 13 pemenang mutlak di tahun 2008.

Berikut berita dari Radar Tarakan yang sehubungan dengan PILWALI :

UDIN SEMENTARA MEMIMPIN
Jumat, 24 Oktober 2008. TARAKAN – Dari perolehan sementara yang berhasil direkap di TPS dan kelurahan, pasangan Udin Hianggio-Suhardjo Trianto (Di Hati) memimpin perolehan suara di pemilihan wali kota dan wakil wali kota Tarakan. Hingga tadi malam, Udin Hianggio-Suhardjo T sementara memperoleh sekitar 37 persen suara (28.984), disusul oleh pasangan Anang Dachlan Djauhari-Jumain (Adjum) dengan 25 persen suara (19.166).
Di posisi ketiga ditempati pasangan Ibrahim-Agus Wahono (Bagus) dengan 21 persen perolehan suara (16.096), disusul oleh pasangan calon independen, Andi Lolo-Zainal Arifin (Adil Arif) dengan perolehan sekitar 12 persen suara (9.101) dan terakhir pasangan Samson Djakaria-Rakhmat Majid dengan perolehan sekitar 5 persen suara (3.476).

Atas hasil ini, Udin tak mau menyimpulkan terlalu cepat bahwa dirinya dan Suhardjo yang bakal memimpin Tarakan lima tahun ke depan. “Tak bisa disimpulkan terlalu cepat. Ini masih dini, untuk itu kami serahkan sepenuhnya kepada KPUD untuk menyelesaikan perhitungan. Yang jelas ini pilihan masyarakat atas kehendak Allah,” kata Udin kepada Radar Tarakan.

Meskipun demikian, ia yakin bahwa pilwali pertama di Tarakan ini hanya berjalan satu putaran.

Sementara itu pasangan Udin, Suhardjo juga yakin bahwa tidak akan ada lagi putaran kedua. “Dengan melihat hasil sementara ini kami cenderung memandang bahwa tidak ada lagi putaran kedua.

Tapi kami serahkan sepenuhnya kepada KPUD untuk menghitungnya secara cermat lagi,” kata Suhardjo.

Sementara itu, menanggapi hasil perhitungan suara sementara di tingkat TPS, Ketua Tim Sukses Anang Dachlan Djauhari-Jumain (Adjum), M Yahya HT SH menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil final dari KPUD Tarakan.

“Tapi apapun hasilnya nanti, kami siap menerimanya. Artinya apa, jika kita siap bertanding, tentunya siap bersanding. Tadi saya juga lama berbicara dengan Pak Anang, dan beliau tidak ada pesan untuk melakukan proses dan hal-hal lainnya yang tidak normatif,” kata Yahya dihubungi melalui telepon selulernya tadi malam.

Secara terpisah, ketua tim sukses Ibrahim-Agus (Bagus) H Agus L, secara tak langsung mengakui pihaknya sudah menerima hasil penghitungan suara. “Ini kenyataan yang harus diterima. Inilah pilihan masyarakat Tarakan, yang membuktikannya dengan menentukan pilihan sesuai hati nurani. Kita berlapang dada, kita harus ikhlas menyikapi hasil ini,” tutur H Agus tadi malam. Lebih jauh ia mengimbau agar semua pihak bersama-sama menjaga kondusifitas kota Tarakan. “Agar tak terjadi apa-apa pasca penghitungan suara,” lanjutnya.

VERSI INTERNAL

Sementara itu, berdasarkan dari pusat tabulasi data yang dilakukan oleh tim sukses pasangan Udin-Hardjo, pasangan ini memperoleh 39 persen suara dari 232 TPS yang masuk ke tim ini. Sementara pasangan lainnya, dimana Andi Lolo-Zainal Arifin mencapai 11 persen, Samson-Rakhmat Majid 4 persen, Ibrahim-Agus 21 persen dan Anang-Jumain 26 persen.

“Dari 232 TPS yang equivalen sudah 90 persen ini, kami tidak lagi menghitung 10 persennya lagi. Ini karena sudah tidak mempengaruhi perolehan suara yang ada. Karena meski 10 persen ini diberikan kepada saingan terdekatnya tetap tidak terkejar. Tapi real countnya dari 10 persen TPS itukan tidak begitu, tetap suara didistribusikan kepada lima pasangan calon,” beber juru bicara tim pasangan calon Udin-Hardjo yang menangani real count ini, TA Prabowo.

Namun demikian, tim sukses pasangan calon Udin-Hardjo ini mengatakan bahwa data tabulasi ini bersifat internal timnya. “Kami tetap mengacu dan menyerahkan sepenuhnya perhitungan ini kepada KPUD sebagai penyelenggara Pilwali Tarakan,” kata Prabowo. (ash/ris)

Lima Putra Terbaik Kota Paguntaka Bersaing Untuk Pimpin Tarakan

Lima Putra Terbaik Kota Paguntaka Bersaing Untuk Pimpin Tarakan - Ardiz TarakanBesok, 23 Oktober 2008, Pelaksanaan Pilgub Putaran kedua Kalimantan Timur akan di gelar. Segenap warga Kalimantan Timur akan memberikan suaranya di TPS terdekat antara dua pasang Calon Gubernur yang lolos ke Putaran kedua tersebut. Dua pasang calon yang berlaga tersebut saat ini sedang mengalami Sport Jantung, menunggu hasil perhitungan.

Tidak terkecuali di Kota Tarakan, Seluruh Warga juga akan memberikan suara untuk Pilgub Putaran Kedua, akan tetapi bukan hanya satu kertas Suara, yang Tidak kalah penting, saat bersamaan, Pilwali Juga berlangsung, olehnya untuk Warga Tarakan Khususnya, akan memberikan 2 suara secara bersamaan, yaitu, Pilgub Putaran kedua dan Pilwali Kota Tarakan yang memberikan pilihan 5 Pasang Calon Walikota dan Wakil Walikota.

Kota Paguntaka, menyuguhkan 5 pasang Putra Terbaiknya antara lain;
- Andi Lolo BCM dan H.M Zainal Arifin, ST, MT, yang berasal dari Calon Perseorangan (Independent)
- Samson Djakaria dan Drs. H. Rahmat Majid yang di usung 8 Parpol.
- H. Udin Hianggio dan Suhardjo yang diusung 2 Parpol
- Drs. Ibrahim, M.Ap dan Agus Wahono, S.Hut. MP yang di usung 3 parpol
- H. Anang Dachlan Djauhari, SE. dan H. Jumain, SPI yang di usung 4 Parpol
(sumber KPUD Kota Tarakan)

Kelima pasang Calon Walikota dan Wakil Walikota Tarakan tersebut di atas, lebih tegang lagi menjelang detik-detik perhitungan suara, Secara Live perhitungan suara sementara dapat di akses di http://deskpilwali.tarakankota.go.id

Dengan berbagai strategi menggaet dukungan masyarakat sudah di lakukan, tinggal menunggu hasil, mulai dari menggerakkan massa secara terbuka, menyebarkan pamflet, jurnal, bahkan sms berantai. Dengan memberikan 2 hari kampanye secara terbuka untuk tiap-tiap calon yang di akhiri dengan debat kandidat tanggal 19/10 lalu. Masing-masing tim relawan calon sudah bekerja semaksimal mungkin, yang pada akhirnya akan kembali jua ke Hati Nurani masyarakat masing-masing kepada siapa suara mereka akan di berikan untuk dipercaya memimpin Kota Tarakan 5 tahun ke depan. (Rusly)